My Teacher I Love You

My Teacher I Love You
Datang nya para keluarga



Sedangkan Indira hanya diam menunduk, dan terisak tangis. Dirinya bingung bagaimana, apa mungkin dirinya harus menikah dengan keadaan seperti ini. Apalagi usianya yang belum genap 17 tahun.


Abhimanyu mencoba menghubungi keluarga nya. Sambil menatap wajah Indira yang terlihat ketakutan.


Kini Abhimanyu di luar, sedang mengobrol di handphone dengan keluarga nya. Terlihat raut wajahnya yang berubah ubah ekspresi.. Abhimanyu mengusap wajah nya dan rambutnya. Abhimanyu pun menutup wajahnya dengan telapak tangan.


" Baik pah. Aku akan menunggu kalian. Aku akan Sherlock tempat ini. Terimakasih pah. Assalamualaikum..." Begitu lah yang di katakan Abhimanyu di akhir kalimat nya..


Abhimanyu pun mengembalikan handphone itu ke pemiliknya, lalu duduk kembali. Abhimanyu melihat Indira merasa tak tega. Sambil memegangi tangannya yang luka, dan mengigit kuku kukunya.


" Kamu yang tenang ya. Keluarga kita akan datang kesini." Abhimanyu mencoba menenangkan Indira, dan Indira menjawabnya hanya dengan mengangguk kan kepalanya saja.


Waktu pun sudah menunjukkan pukul 2 malam. Namun mata mereka pun seakan enggan merasa ngantuk. Hanya saja tubuh mereka merasa lelah karena begal tadi.


Tidak lamanya terdengar suara deru mesin mobil berhenti, di depan balai rakyat. Dan saat Abhimanyu menoleh ternyata para keluarga nya..


Indira yang melihat keluarga nya datang, Indira langsung berlari menghampiri orang tuanya. Indira berlari kedalam pelukan sang mamah.


" Dira sayang..." Terlihat mamah Diana sudah menangis selama di perjalanan.


Begitu pun juga papah Benny. Tak kuasa menahan sedihnya melihat putri kesayangannya tertekan.


" Mah, pah Dira takut." Indira terus saja bergumam dalam dekapan sang mamah.


" Dira tidak melakukan apapun pah, tapi mereka membuat Dira seperti tersangka."


" Kamu yang tenang ya, Abhimanyu sudah menjelaskan ke papah tadi." Ucap papah Benny, mencoba menenangkan Indira.


Sedangkan Abhimanyu berdiri menghampiri keluarga nya. Pak Arif menatap Abhimanyu dengan tatapan yang sulit di mengerti. Sedangkan Mamah Lidya sudah tak kuasa menahan air matanya.


" Mah, pah. Aku tidak melakukan apapun kepada Indira. Aku berani bersumpah, kalau aku tidak melakukan apapun."


"Papah percaya sama kamu Abhi." Jawab pak Arif, membuat Abhimanyu tersenyum dan mengangguk.


Memang sebenarnya keluarga lah yang selalu ada dan mengerti keadaan . Terutama orang tua, jika memang sebagai anak selalu bersikap hormat dan baik kepada orang tua. Bahkan bisa menjaga nama baik orang tua. Maka orang tua pun yakin kalau anaknya itu memang bisa di percaya, dan tak akan membuat nya malu. Dan sampai kapan pun orang tua akan selalu percaya dan akan membela sang anak.


Kini seluruh keluarga pun musyawarah dengan warga sekitar kampung tersebut. Namun tidak ada toleransi bagi Abhimanyu dan Indira. Kalau mau bebas, Indira dan Abhimanyu harus di nikahkan di situ juga. Karena merasa kampung nya sudah di coreng dengan apa yang mereka lihat.


Akhirnya keputusan pun di ambil oleh para keluarga. Dan keputusan itu membuat Abhimanyu dan Indira tercengang.


" Baik, kami akan menikah kan anak anak kami. Kami tidak ingin nama baik mereka tercemar karena mereka di arak satu kampung sini." Ucap pak Arif. Dan di angguki oleh para keluarga. " Tapi kami juga meminta perjanjian dari warga sini. Jika sampai kalian semua melanggarnya. Maka kami tidak akan segan segan akan menjebloskan kalian ke dalam jeruji besi." Ancam pak Arif .


" Kenapa seperti itu pak.?"


" Ya di sini yang dirugikan adalah anak anak saya. Saya tau dari kalian merekam kejadian saat merek di bawa kesini. Tapi jika sampai saya atau orang lain melihat rekaman video itu viral. Maka saya akan cari tau siapa yang mengirim dan menyebar kan videonya. Kalau saya mendapatkan orang itu, makan saya tak segan-segan menyeret orang itu ke penjara. Bahkan kalian semua akan saya tuntut." Ancam pak Arif yang menunjukkan wajah tegasnya.


Dan itu membuat mereka diam bergidik ketakutan.


Hanya Indira dan Abhimanyu yang tidak bisa berkata apa-apa. Indira menangis mendengar persetujuan dari orang tua nya kalau mereka akan menikah malam ini juga.


Geya pun juga ikut, yang kini sedang menenangkan Indira. Bagaimanapun Gea itu sahabatnya yang selalu peduli dengannya..


Indira berjalan keluar seorang diri. Gea ingin mengikuti namun dilarang oleh Indira. Tidak ada yang tau Indira keluar dari tempat itu..


Kini Indira sedang menyendiri di belakang gedung balai rakyat. Jam 3 malam Indira menyendiri di tempat yang sepi. Rada takut pun saat ini sudah tidak bisa di rasakan lagi oleh dirinya. Rasa kesalnya dan sedihnya lebih kuat dari rasa takut dari bayang bayangan makhluk Astral.


Hiks hiks hiks.... Kenapa ini terjadi. Apa hanya dengan aku menikah dengannya adalah pilihan yang tepat. Aku masih ingin belajar bersekolah, belum ada pikiran ku untuk menikah.


Indira terus menangis di kesunyian malam.


Namun tiba-tiba terdengar derap seseorang melangkah. Ada rasa takut, namun Indira tidak peduli. Bahkan bagi Indira biar kata ada ratu Kunti atau apapun. Indira tidak akan takut, paling pingsan aja. heheheh ...


Ekhem... Ada seseorang yang berdehem kepada Indira. Indira tau kalau itu adalah Abhimanyu.


" Ngapain di sini sendirian. Para keluarga mencari kamu, di malam seperti ini memang kamu tidak takut sendirian." Tidak ada jawaban dari Indira." Biasa nya di jam 3 pagi seperti ini. Makhluk astral biasanya lebih ganas loh dari jam biasanya."


Indira masih diam, tanpa menjawab pembicaraan Abhimanyu..


" Saya tau, kamu kesal dan marah dengan keputusan keluarga. Namun tidak ada pilihan lain. Mereka mengambil keputusan ini pun juga sudah di musyawarah kan sebelumnya. Dan ini sudah keputusan yang tepat yang mereka ambil . Mereka tidak ingin kamu di permalukan oleh warga sini, kamu mau di arak seluruh kampung dengan bertuliskan. Kami adalah pasangan yang sudah melakukan me*um di kampung ini. Apa kamu mau.?" Indira menggelengkan kepalanya. " Nah kalau begitu kita ikuti saja keputusan mereka. Saya juga sebenarnya merasa keberatan, namun bagaimanapun. Saya juga tidak ingin mencoreng nama baik keluarga dan sekolah nantinya. Kamu jangan khawatir untuk masalah pendidikan kamu."


" Apa perkataan om bisa di pegang. Dira hanya ingin sekolah, dan melanjutkan pendidikan ku saja."


" Kamu bisa pegang perkataan saya. Jadi saya pinta kamu menemui keluarga kamu lagi ya, mereka sangat mengkhawatirkan kamu." Pinta Abhimanyu, dan Indira pun mengangguk.


Kini Indira pun melangkah untuk menemui keluarganya kembali.


Flashback


Di saat mendengar keputusan para keluarga, yang akan menikahkan Abhimanyu dan Indira saat ini juga. Abhimanyu melihat Indira berjalan menghindar dari orang tuanya. Di saat Pak Benny dan mamah Diana mencari Indira, dan tak menemuinya. Abhimanyu melihat ke khawatiran dari wajah keluarga pak Benny. Faisal pun juga ikut mencari namun karena cahaya penerangan jalan yang minim, membuat Faisal pun tak menemui Indira.


Sampai akhirnya Abhimanyu pun ikut membantu mencari Indira. Dan Abhimanyu pun yakin kalau Indira mencari tempat yang sepi. Sebenarnya Abhimanyu mengetahui sifat gadis seperti Indira itu seperti apa. Terkadang di kalau rasa marah dan takutnya datang. Justru membuat dirinya menjadi pemberani, tanpa rasa takut. Buktinya saat tadi di begal, Abhimanyu melihat Indira yang awalnya takut, lalu marah, bahkan kemarahan bisa menutupi rasa ketakutan nya sendiri. Bahkan para begal pun bisa terjatuh karena Indira.


Akhirnya Abhimanyu pun melangkah ke arah belakang gedung. Dan benar saja jika Indira berada di sana, sedang meluapkan emosi nya. Abhimanyu berusaha menghampiri Indira secara perlahan, mendengar kan keluh kesahnya. Bahkan sampai Indira puas mengeluarkan keluh kesahnya. Baru lah Abhimanyu berbicara kepada Indira.


Flashback of .


Kini Indira dan Abhimanyu sudah duduk berhadapan dengan seseorang yang katanya sering menikah kan sepasang pengantin. Kini suasana pun menjadi hening, karena Abhimanyu akan mengucapkan ijab qobul.


Faisal pun menjadi dokumentasi saat Abhimanyu mengucapkan Ijab qobul.


Di sini yang tak terima pernikahan Abhimanyu dan Indira adalah Gilang. Dan Gilang sendiri yang tak lain adalah kakaknya Gea.


Bersambung