My Teacher I Love You

My Teacher I Love You
Liburan ke pantai



"Love you to, mas Abhi." Indira pun langsung kembali mengumpat dirinya di balik dada bidang suaminya.


Seminggu kemudian, di Sekolah Puspita Pertiwi sedang melakukan raport. Dan seluruh murid di sekolah pun sudah mulai libur panjang. Dan banyak anak muridnya pun banyak mengisi waktu liburan dengan para kerabat dan keluarga mereka dengan jalan jalan dan Refreshing. Dan seperti hari ini, Abhimanyu mengajak istri kecilnya itu liburan. Ke salah satu penginapan nya yang berada di pantai kawasan Banten. Namun liburannya bukan hanya berduaan saja, Abhi pun juga mengajak Gea, Alin dan Hanna. Bukan hanya itu Faisal, Adam, Sadam dan juga Gilang pun juga di ajak oleh Abhi. Semuanya itu Abhi lakukan agar mereka bisa berkumpul.


Sebenarnya Gilang enggan ikut dengan mereka karena 1 alasannya, yaitu Indira. Namun mau bagaimana lagi, Gilang terpaksa ikut karena mama Anissa pun menyuruh Gilang untuk ikut, Gilang pun tidak bisa menolak permintaan mamahnya itu .


Semenjak kejadian hari itu, Abhimanyu selalu bersikap romantis dengan Indira. Ya meskipun Abhi selalu berlaku manis kepada istrinya itu. Namun berbeda sejak kejadian itu, Abhimanyu terlihat semakin bucin kepada Indira. Abhimanyu pun hanya berani berpegang tangan,jika berkumpul dengan teman-teman Indira dan juga keluarga nya yang memang mengetahui hubungan mereka.Selain itu Abhi dan Indira bersikap biasa saja.


Malam harinya, Abhi mengajak Indira menyusuri bibir pantai, sambil bergandengan tangan. Deburan ombak yang berjalan mengenai kaki mereka berdua, yang tanpa menggunakan alas kaki. Kini mereka berdua pun duduk di pinggir pantai, sambil menatap deburan ombak ditengah kegelapan malam.


"Aku baru pertama ini, malam hari di pinggir pantai seperti ini. Ternyata tenang ya, dan angin pun begitu sejuk," Kata Indira yang tersenyum menatap Abhimanyu.


Indira pun tersenyum karena dia tidak menyadari sejak tadi Abhi juga menatapnya.


"Kamu cantik, sangat cantik."


"Terimakasih. Mas Abhi kita kembali ke penginapan yuk, sudah malam. Udaranya pun sudah cukup dingin.!" Ajak Indira, dan hendak bangun.


Namun tiba-tiba Abhimanyu menahan Indira untuk tetap di sampingnya, dengan cepat Abhimanyu pun langsung menc*um bibi* nya Indira. Mungkin karena terbawa suasana, Dira pun membalas apa yang di lakukan oleh Abhi. Mereka pun melakukan permainan itu sampai keduanya pun kehabisan nafasnya, dan setelah itu pun ci*man itu pun selesai dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Kita kembali ke penginapan yuk kelamaan di sini aku jadi takut banyak yang membuat aku semakin tertantang dengan hal yang lain." Abhimanyu pun menggandeng tangan nya Indira dan melangkah meninggalkan tempat itu.


Tanpa mereka sadari, selain mereka berdua ada orang lain yang melihat kejadian panas tadi, yaitu Gilang.


"Mana bisa aku melihat dia sedang berci*man dengan om ku. Aaaaaa...." Gilang berteriak bertapa sakit hatinya saat ini, melihat wanita yang dia sukai berci*man di hadapannya.


Sedangkan saat ini Abhimanyu dan Indira sedang berkumpul dengan yang lainnya. Dengan menikmati makanan dan minuman hangat. Gea melihat personil mereka berkurang 1.


"Om, Ka Gilang kemana ya. Ko sejak tadi tak terlihat?" Tanya Gea yang memang tak melihat keberadaan kakak nya.


"Om juga tidak tau, sejak kapan dia gak ada di sini?"


"Tadi si sama gue Ndra, terus dia jalan sendiri, ke arah yang kalian jalan berduaan tadi. Memang kalian berdua gak liat dia di sana," Timpal Faisal. Indira dan Abhimanyu pun menggelengkan kepalanya.


Dan tidak lama kemudian Gilang pun datang, dengan wajah kusut dan mata memerah. Abhimanyu, Faisal, Indira dan yang lainnya pun melihat ekspresi wajah Gilang.


"Gilang kamu dari mana.?" Tanya Abhimanyu.


"Dari luar cari angin," jawabnya tanpa melihat ke arah yang mengajak bicara. "Apa masih ada yang ingin ditanyakan lagi.? Kalau tidak aku mau ke kamar, ingin istirahat." Dengan ekspresi dingin.


"Tidak, kamu masuk dan istirahat lah.!" Gilang pun mengangguk, dan langsung meninggalkan teman dan keluarga yang masih kumpul di sana.


Tentunya yang melihat ekspresi Gilang seperti itu semuanya pun penasaran.


"Om, itu kak Gilang kenapa?"


"Om gak tau Ge, tau lah kakak kamu memang seperti itu," jawab Abhimanyu dengan santai, sambil menyeruput secangkir kopi.


Berbeda dengan Indira, justru dia merasa kalau ada sesuatu yang terjadi pada Gilang. Indira yakin kalau Gilang itu seperti menghindar darinya. Sejak dirinya menjadi bagian dari keluarga nya, setiap kali ada acara makan bersama, Gilang tidak pernah datang. Dan ada saja alasan untuk dia tidak hadir, bukan hanya sekali atau 2 kali, sudah sering Gilang menghindar darinya.


Keesokan harinya, Indira dan teman temannya keluar dari penginapan menuju arah pantai, melihat para turis turis yang berwisata di sana. Sedangkan Faisal dan Abhimanyu mengikuti para wanita di belakang. Berbeda dengan mereka justru para junior seperti Adam dan Sadam, mereka justru sedang menaiki banana boat. Dan Gilang sendiri mengisi kejenuhan nya dengan menaiki jetski di laut.


Untung saja, saat itu Abhimanyu dan Faisal ikut menaiki jetski sama seperti Gilang. Jadi tidak tau kalau para wanita itu sedang di perhatikan diam diam oleh beberapa pria pengunjung pantai.


" Bener bener ya, ini pemandangan indah guy's. Coba tuh liat cowok di depan sana, ca'em kan," kata Alin, yang sedang tersenyum kepada pria yang juga memberikan senyuman ke arahnya.


"Iya tuh cowok ngeliatin ke arah sini. Ya ampun, gak kuat tatapan dan senyumannya itu guys," timpal Gea yang juga menjadi salah tingkah, namun pura pura bersikap santai.


"Apaan si kalian, biasa aja apa di liatin sama cowok, gak usah lebay," kata Indira dengan ngeledekin Gea dan Alin.


"Apa si Dir, elo mah enak udah laku. Lah coba kita jones, jomblo ngenes." Jawab Alin dengan cemberut, dan di angguki oleh Gea.


"Bukan cuma kalian doang kali yang jomblo, gue juga sama," Hanna pun tak mau kalah.


"Beda dong Hanna, elo itu tetep aja pandangan pertama elo sama ka Ical. " Kata Gea dengan mencebikkan bibir meledek Hanna.


"Iya dong, Ka Ical itu ibarat artis Korea. Dia itu opa Kim Bum, aaahhh..." Dengan wajah di buat semanis mungkin dan itu membuat Gea dan Alin memutar kedua bola matanya karena merasa jengah. Sedangkan Indira hanya terkekeh melihat temannya itu yang terlalu mengagumi kakak nya.


✨✨✨


Malam harinya, mereka masih berada di penginapan. Dan saat ini Abhimanyu dan Faisal sedang keluar untuk membeli makanan. Sedangkan Indira dan teman temannya menunggu di penginapan.


Saat ini Indira baru keluar kamar, namun Indira melihat hanya ada Hanna, Gea, Sadam dan Adam. Sedangkan Gilang dan Alin tidak berada dan ikut bergabung dengan Gea. Saat Indira melihat memang Alin dan Gilang sedang mengobrol dan tertawa karena asyik bercerita.


Indira pun menghampiri mereka, namun Gilang bersikap acuh kepada Indira.


"Kalian ko di luar, gak gabung duduk di dalam?"


"Enggak Dir, kita lagi ngadem di sini angin nya sejuk banget," kata Alin. "Dira, kita main gitar yuk, kayaknya asyik kalau di pantai main gitar sambil nyanyi."


Saat Indira ingin menjawab, Gilang sudah mencelak pembicaraan mereka. " Ya sudah kalian main gitar saja, aku masuk ke dalam." Gilang pun mencoba melangkah meninggalkan Indira dan Alin.


Indira merasa kalau Gilang memang menghindari dirinya. "Ka Gilang tunggu .!" Gilang pun menghentikan langkahnya, namun masih membelakangi Indira.


"Ada apa," jawabnya dengan nada dinginnya.


"Aku ingin bicara sesuatu dengan kakak,"


"Tanya apa, lain kali aja.!"


"Please ka, aku ingin bicara sesuatu dengan ka Gilang.?"


Alin pun mengerti dengan kondisi nya saat ini. Kalau Indira ingin bicara dengan Gilang hanya 4 mata.


"Ka Gilang, Dira. Gue masuk dulu ya," Alin pun melangkah menuju dalam penginapan. Dan saat ini hanya tinggal Indira dan Gilang yang berada di luar.


Gilang pun berjalan sedikit menjauh dari penginapan, dan Indira pun mengikuti langkah Gilang di belakangnya.


Bersambung