My Teacher I Love You

My Teacher I Love You
Kebingungan



Kini Abhimanyu dan Indira, sudah sampai di Jakarta. Setelah beberapa hari kemudian di kediaman Abhi, para keluarga dan sahabat Dira semuanya berkumpul, termasuk, Yanti si penjual cilok bakso yang sudah dianggap sahabat oleh Dira


Mereka di beri hadiah oleh-oleh dari Dira dan Abhi, sebenarnya si bukan sekedar pembagian buah tangan. Melainkan mereka memang ingin berkumpul, berbincang bersama.


"Wah, gue dapet juga nih Dira?" tanya Yanti si penjual cilok bakso.


"Iya Yanto, kenapa gak mau ya? Yasudah sini!" kata Dira yang hendak mengambil barangnya kembali.


"Eiit, gak bisa! Enak aja di ambil lagi. Mau loe jadi borok sikut nanti!" Yanti dengan mata melotot.


Dira hanya tertawa, melihat temannya sewot. Sedangkan temannya yang lain hanya terkekeh, karena Indira dengan Yanti saling berdebat.


"Udah- udah jangan berdebat! Kalian mirip banget kaya Tom and Jerry tau gak!" cetus Gea, membuat Alin Hanna dan lainnya tertawa.


Sedangkan Dira dan Yanti hanya cemberut, dan tersenyum malu.


Beberapa bulan kemudian, Dira dan Abimanyu sedang menginap di rumah Papa Benny. Pagi harinya, seluruh keluarga sudah berkumpul di ruang makan untuk sarapan bersama. Indira yang baru turun dari anak tangga, terlihat lesu saat melangkah.


Maaf semua, kalian jadi menunggu untuk sarapan. Soalnya tadi membangunkan Dira dulu, yang masih tertidur," Abhi duduk di kursi, di sebelah istrinya.


"Tidak apa-apa Bhi, santai aja," Jawab pak Benny, sejak tadi memperhatikan putrinya terlihat lesu. "Dira, kamu sakit sayang?"


Abhi, Mama Diana Adam dan Faisal menatap ke arah Indira.


"Kamu sakit sayang?" tanya Mama Diana.


"Tidak Mah, tapi aku sejak bangun tidur malas untuk turun kesini," jawab Dira, terlihat wajahnya nampak tak semangat melihat makanan yang berada di atas meja.


"kamu kenapa sih sayang? Kamu tidak seperti biasanya, kalau melihat makanan semangat sekali. Kamu tidak suka ya? dengan masakan mama," kata mama Diana, yang melihat putrinya nampak tak semangat.


"Maaf Mah, aku juga gak tau. Kenapa melihat masakan Mama, aku tidak berselera," Dira dengan wajah tak enak.


"Maaf jika masakannya membuat mu tak berselera. Memang kamu ingin makan apa sayang?" tanya Mama Diana.


"Sayang Mama 'kan sudah masakin untuk kita. Masa kamu nggak mau makan?" kata Abhi yang bicara dengan hati-hati agar istrinya tidak marah.


" ya aku tahu Mas, tapi aku nggak kepingin makanan ini. Aku ingin makanan yang lain!" rengek Dira, dengan mata yang sudah mengembun.


Abhimanyu nampak heran dengan sikap Dira yang tak seperti biasanya, membuat Abhi bingung menghadapi istrinya seperti apa. Karena posisinya sedang berhadapan dengan semua keluarganya.


"Ya sudah Abhi, Mama tidak apa-apa kok," kata Mama Diana menengahi antara Dira dan Abhi.


"Sekarang kamu mau makan apa sayang? Sudah jangan sedih, apa mau Papa buatkan sarapan untuk kamu?" timpal pak Benny.


Dira menggelengkan kepalanya. "Aku ingin Mas Abhi dan Kak Ical yang membuat sarapan untuk aku!" kata Dira dengan nada kesal.


"Uhuk ... uhuk ..." Faisal segera minum, dan menatap adik dengan rasa heran.


"Loh, ka Kakak kena juga dek?"


"Pokoknya aku ingin di buatkan sarapan pancake strawberry. Harus ka Ical, dan Mas Abhi! Kalau gak mau, yasudah aku mau keluar naik motor sendiri!" jawab Dira berdiri dari kursi makan.


Mama Diana tersenyum melihat sikap aneh dari putrinya, sedangkan ke empat laki-laki di sana sedang kebingungan.


"Abhimanyu, Faisal. Sekarang Mama minta, kalian buatkan apa yang Indira minta! Terutama kamu Abhi, turuti kemauan istri kamu!" perintah Bu Diana.


"Tapi Ma, Indira mana suka strawberry. Es krim masih oke, tapi itu pancake loh? Ada buahnya langsung yang akan dimakan?" kata Abhi, menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Sudah buatkan saja permintaan istrimu itu. Kalau kamu tidak ingin menyesal, karena ini ulah kamu yang buat!" kata mama Diana membuat Abhi tercengang mendengar perkataan ibu mertuanya.


Pak Benny menatap istrinya, yang tersenyum penuh arti. Mama Diana memberi kode ke suaminya, apa yang terjadi pada putrinya.


"Yasudah Abhi, sekarang kamu buatkan!" perintah Mama Diana, Abhimanyu hanya menganggukkan kepalanya. " Semua bahannya sudah ada, kamu tinggal buatkan saja nak!"


"Iya Mah," jawab Abhi.


Sedangkan Indira sedang menonton tv, seorang diri di sofa. Sambil menyeruput kopi, milik Papa Benny.


Semua keluarga di buat heran dengan sikap aneh Indira pagi ini. Abhimanyu di suruh membuat pancake strawberry, di bantu ibu mertuanya. Sedangkan Faisal di tugaskan membuat susu coklat untuk Dira.


Sedangkan pak Benny sejak tadi mencari kopi yang sudah di buatkan istrinya.


"Sayang, kopi yang tadi aku minta buatkan mana?" tanya pak Benny kepada istrinya.


"Loh tadi di meja depan Pa. Kamu sudah lihat belum?" pak Benny menggelengkan kepalanya.


Saat pak Benny ke ruang depan, alangkah terkejutnya. Ternyata kopi miliknya di seruput oleh Indira, akhirnya dia ke dapur menemui istrinya.


"Mah, kopinya di minum putrimu," kata papa Benny membuat semuanya terkejut mendengarnya.


"Apa di minum Indira?" Papa Benny mengangguk. " Sudah gak salah lagi, kalau Dira sudah menunjukkan tanda-tandanya.


"Maksud Mama?" tanya semuanya.


Mama Diana tersenyum melihat ketiga pria di sebelahnya sedang kebingungan.


Bersambung...