
"Sekarang buka pintunya, aku mau masuk ke dalam rumah." Kata Indira tanpa menjawab kata maaf Abhimanyu.
Cklak, suara kunci otomatis.
Di saat itu juga Indira keluar dan membuka pintu rumahnya. Abhimanyu mengejar Indira saat masuk kerumah.
"Dira aku minta maaf. Aku gak bermaksud untuk membentak kamu. Aku cuma mau ngejelasin masalah tadi saat bersama Winda." Abhimanyu menggenggam tangan Indira, untuk berhenti dan mendengarkan penjelasan dari nya." Dira, kalau memang kamu gak suka dengan dia. Kenapa kamu gak bilang status kita,?"
Indira tersenyum sinis mendengar perkataan Abhimanyu. "Mengakui hubungan kita. Om sendiri aja, hanya diam. Iya kan, om bingung mau menjawab apa dari pertanyaan dia. Kenapa om tanya sama aku.?" Abhimanyu hanya diam, tidak menjawab perkataan Indira. karena apa yang di katakan Indira benar adanya. "Om malu kan, untuk mengakui hubungan kita . Kalau kita pasangan suami-istri. Om malu kalau dia tau, om menikahi seorang wanita yang usianya jauh dari om. Iya kan,?" Indira sudah mulai terpancing emosi.
"Dira, aku tidak malu mengakui kamu sebagai istri aku. Hanya saja, ?"
"Hanya saja apa om. Aku tau om bingung kan mengakui di hadapan tanteh itu." Kata Indira yang mencelak pembicaraan Abhimanyu.
" Aku memang anak kecil, tapi aku tidak bodoh untuk masalah perasaan. Kalau om Abhimanyu itu masih memiliki rasa dengan dia. Iya kan.?"
Abhimanyu menggelengkan kepalanya.
"Bukan seperti itu Dira."
"Tenang aja om, aku akan ikuti permainan yang sudah kita mulai untuk bersandiwara dengannya. Sampai om sendiri yang mengakuinya dengan dia tentang hubungan kita ini."
Setelah mengatakan itu Indira berjalan menuju anak tangga menuju kamarnya. Abhimanyu pun mengikuti langkah Indira menuju kamarnya. Namun Indira keburu masuk kedalam kamar dan menguncinya.
"Dira, aku katakan sama kamu. Aku tidak pernah malu mengakui kamu sebagai istri ku saat ini. Walaupun kamu masih terbilang muda, dan usia kita berbeda. Dan aku tidak pernah menyesal sedikit pun untuk pernikahan kita Dir. Aku akan buktikan itu ke kamu, untuk mengatakan kepadanya kalau kamu itu istri ku. Ingat itu Indira Dwi Diandra," Ucap Abhimanyu dengan tegas.
Membuat Indira yang masih bersandar di balik pintunya pun menangis, saat mendengar apa yang Abhi katakan.
Setelah mengatakan itu di depan kamar Indira. Abhimanyu pun masuk ke dalam kamarnya dan membanting pintu kamarnya dengan sangat kencang. Untuk pertama kalinya Indira mendengar suara banting pintu dengan sangat keras.
Indira pun melangkah menuju tempat tidurnya. Indira termenung dengan apa yang dirinya katakan, dan Abhimanyu katakan.
"Apa benar yang dia katakan. Kalau gue cemburu dengan kedekatan mereka berdua. Lagian memangnya salah ya gue cemburu dengan tuh cewek. Lagian tuh cewek udah kaya cacing kepanasan, gelendotan terus ke Mas Abhi. Dan yang bikin kesel nya, tuh mas Abhi kenapa bisa gitu cuekin gue. Bisa bisanya dia asyik cerita dan gue di anggap sebagai obat nyamuk bakar."
Indira masih menggerutu di dalam kamarnya. Berbeda dengan Abhimanyu, yang masih menyesal karena sudah membentak Indira.
Saat malam hari, Indira merasa perutnya terasa lapar. Indira berniat ingin kedapur, Indira mengurungkan niatnya untuk beranjak dari tempat tidurnya. Namun apalah daya, cacing di perut sudah berdemo untuk di isikan oleh makanan. Dan akhirnya Indira pun melangkahkan kakinya berjalan untuk membuka pintu kamarnya, lalu Indira menuruni anak tangganya.
Saat Indira sampai dapur, Indira melihat di atas meja makan sudah tersedia banyak makanan. Indira sudah tau kalau makanan itu dibuat oleh suaminya. Mata Indira berbinar saat melihat banyak makanan kesukaan nya.
"Wah.. Mas Abhi memang keren. Beruntung banget si gue punya suami pinter masak. Ada mie Aceh, keliatan nya seperti nya enak," Indira melihat berbagai makanan tersedia di atas meja. Indira merasa makanan makanan itu sudah memanggilnya untuk segera memakan makanan yang terlihat sangat lezat.
Tanpa Indira sadari, Abhimanyu sedang menatap nya dan tersenyum di belakangnya.
Greepp... Tiba-tiba ada tangan yang memeluk Indira dari belakang.
"Maaf, sudah membuat kamu marah, dan kesal atas kejadian tadi. Maaf juga, tadi sudah membentak kamu Dira. Aku tidak bermaksud membentak kamu, ataupun marah sama kamu," Kenapa kata kata yang Abhimanyu katakan, seakan akan menyentuh hatinya Indira. Indira merasa luluh mendengar kata maaf yang di katakan oleh Abhimanyu.
"Dira, aku mungkin sangat menyebalkan untuk kamu. Tapi aku akan berusaha untuk menjadi pria baik, sekaligus suami yang akan melindungi kamu. Maafkan aku, yang belum bisa mengerti perasaan kamu," Setiap kali Abhimanyu berkata, hati Indira merasa kan getaran yang tak pernah dirinya rasakan sebelumnya.
"Mas Abhi kenapa meminta maaf seperti ini. Aku yang harusnya minta maaf sama Mas Abhi, karena sifat aku masih egois dan ke kanak Kanakkan," Ucap Indira.
Abhimanyu kini berhadapan dengan Indira, Abhimanyu tersenyum menatap Indira.
" Kamu tidak selalu membuat aku kesal. Justru kehadiran kamu disini membuat hidupku berbeda. Dira, kamu mau kan maafin aku. Aku janji, aku akan memberi tahu Winda, kalau kamu itu istri ku. Dan aku juga janji setelah kamu lulus, aku akan mengurus untuk pernikahan kita."
"Pernikahan, bukannya kita sudah menikah,?" Goda Indira, untuk mencairkan suasana.
Abhimanyu pun membalas senyumannya Indira. Sambil mencubit hidung Indira dengan gemas.
"Kebiasaan kamu tuh, di saat lagi serius, kamu justru menjawabnya dengan bercanda." Indira pun terkekeh. Lalu Abhimanyu menarik Indira untuk lebih dekat dengan nya. " Aku ingin segera mengurus pernikahan kita, agar aku bisa membuktikan kalau kamu itu istri ku. Dan aku ingin memulai kehidupan baru untuk kebahagiaan kita. Dan menjadikan kamu wanita yang istimewa, tanpa ada yang boleh mendekati kamu lagi,?
Indira dapat melihat kesungguhan Abhimanyu saat mengatakan itu. Entah kenapa hati Indira terasa berbunga bunga saat pria di hadapannya ini mengatakan kesungguhannya.
Indira tersenyum manis. "Serius Mas, tapi masih lama loh.? Harus menunggu 1 tahun lagi,?"
"Enggak masalah, bagiku 1 tahun itu waktu yang cepat. Kalau kita jalani bersama sama," Abhimanyu memberikan senyuman kepada Indira, membuat Indira menjadi salah tingkah.
"Aaahh.... Sweet banget si,!" Indira tersenyum manja kepada Abhimanyu, membuat dirinya semakin gemas akan sikapnya Indira yang teramat manis baginya.
"Kamu lapar tidak, kita makan yuk.!! Aku sudah masak untuk kamu," Indira mengangguk. Kini mereka berdua sudah berbaikan, mereka duduk dan makan bersama. Kebahagiaan kini sedang menyelimuti mereka berdua.
Selesai makan, mereka pun berpindah duduk di sofa depan layar tv. Dengan duduk bersebelahan, Indira pun bersandar pada Abhimanyu. Kini mereka sedang menonton film yang berada di sebuah aplikasi terkenal. Dengan film genre komedi yang di bintangi oleh pemain stand up komedi, yang tak lain di perani oleh Kiki, Aci, Neneng dan Zsa Zsa Utari.
Indira menonton filmnya dengan tawa yang terpingkal pingkal, melihat kekocakan Kiki di film itu. Dengan logat bicara pemain dan peranannya yang sangat lucu, membuat Indira kembali tertawa terbahak-bahak.
"Hahahaha.... Asli dah itu Kiki, koplak abis. Hahaha..." Indira tertawa sampai mengeluarkan air mata, saat melihat dua pemain yang kocak itu, kelelahan karena di ajak senam aerobik. " Hahaha keberatan sama anu nya itu si, jadi gak kuat aerobik." Celetuk Indira membuat Abhimanyu justru menertawakan tingkah istrinya.
"Mas Abhi," Panggil Indira, dengan pandangan nya masih menatap lurus ke layar tv. " Seandainya ya, istri kamu itu Kiki Saputri, tuh artis stand up yang kocak itu tuh. Bagaimana mas,?" Tanya Indira saat melihat peran Kiki seperti cacing kepanasan.
"Pusing dan berat pastinya Dir," Jawab Abhimanyu. Indira tercengang mendengar jawabannya.
Indira tertawa mendengar jawaban Abhimanyu. Pikiran sudah pasti menilai buruk Abhimanyu.
"Kenapa gitu bisa pusing dan berat,? Hayoo kamu mikir apa, Mas,?" Tebak Indira menatap Abhimanyu dengan tatapan menyelidik.
"Loh aku mikir apa,? Aku gak mikir apa apa, otak kamu aja yang sudah terkontaminasi dengan pikiran buruk. Dengar ya, aku kenal kamu, dan sekarang menjadi istri aku aja. Aku sudah pusing banget, dengerin kamu yang terus ngoceh ada aja bahan untuk di bicarakan. Apalagi punya istri kaya dia, astaga gak kebayang rame nya gimana. Yang ada tiap hari aku tambah pusing, belum lagi kalau dia lagi roasting, bisa bisa aku jadi bahan utamanya. Ampun dah, gak kebayang bagaimana jadinya, kalau dia menjadi istri ku?" Kata Abhimanyu, dengan wajah frustasinya. Dan itu berhasil membuat Indira semakin tertawa terbahak-bahak melihat raut wajah nya .
"Hahahah..." Indira kembali tertawa. " Lagian pede banget si kamu Mas, belum tentu dia juga mau sama kamu. Aduh... Pede kamu seperti nya melebihi kapasitas, Mas," Celetuk Indira.
Abhimanyu pun akhirnya terpancing rasa kesalnya. Ternyata Indira hanya berniat menjahili nya dengan pertanyaan yang gak jelas. Benar benar dirinya di buat gemas dengan sikap Indira yang receh.
Bersambung