
"Dasar lo ya. Tapi benar kata lo, mereka adalah manusia yang menggangu ke tenangan seseorang aja. Hahaha ...." Ucap Indira, membuat teman nya mengangguk dan terkekeh.
Saat jam pelajaran selesai, Indira dan temannya hendak melangkah menuju arah parkiran. Namun saat itu, Indira melihat Aldo yang sedang berdiri di dekat motor nya.
Gea, Alin, Hanna mereka menatap ke arah Indira.
"Kalian balik duluan aja ya.!" Indira pun memutar, berjalan meninggalkan teman temannya.
"Dira, elo mau kemana?" panggil Gea, namun Indira tidak menjawab nya dan meninggalkan temannya demi menghindari Aldo.
Alin, Hanna dan Gea pun mengambil motor di parkiran, dan Aldo nampak tak melihat Indira.
"Hanna, Indira kemana?"
"Mana gue tau.Mungkin Indira enggak mau ngeliat elo kali.!" Jawab Hanna dengan wajah judesnya.
"Maksud nya,? serius gue gak paham sama ucapan kalian. Kenapa Indira enggak mau ngeliat gue,?" Aldo benar benar merasa bingung.
"Mana gue tau, kenapa Indira gak mau ngeliat elo. Mungkin elo udah nyakitin hatinya kali," jawab Gea dengan ketus. "Sekarang elo geser sana, gue mau ambil motor, yang lo dudukin." Sambil menunjukkan motor nya.
"Sorry." Aldo pun segera pindah dari motor Gea.
Gea Alin dan Hanna pun mengambil motor nya, lalu mengendarai motor sampai luar gedung sekolah.
Aldo mencari Indira di setiap ruang kelas, namun nyatanya sia sia, Indira tidak berada di kelasnya. Lalu Aldo pun menyerah mencari Indira, dan kemudian Aldo pun pulang.
Sedangkan di dalam ruangan perpustakaan, di mana tempat Indira berada. Saat Indira sedang mengumpat di ruang perpustakaan, karena di tempat itulah Aldo tidak pernah memasuki .
Indira berada di ruang perpustakaan, sudah hampir 2 jam. Waktu itu di pergunakan oleh Indira untuk membaca buku, namun karena lelahnya Indira pun sampai tertidur di perpustakaan dengan posisi duduk.
Tanpa Indira sadari, ada seorang pria memperhatikan Indira. Pria itu adalah Abhimanyu Virendra, yaitu guru olahraga Indira.
"Bisa bisanya ruangan ini, di pergunakan untuk tidur."
Ekhem... Abhi pun berdehem. Namun Indira tak menampakkan reaksi apapun.
Ekhem.... Abhimanyu pun berdehem untuk yang ke dua kalinya, namun Indira pun belum bangun juga. Abhi pun penasaran, dan sedikit khawatir dengan murid nya itu.
Abhimanyu pun menepuk pipi Indira.
"Ka Ical diem diem ke, aku mau istirahat nih," Abhi pun terkejut mendengar Indira yang mengigau.
"Astaga dia mengingau, bisa bisa nya mengigau di siang bolong.Di dalam perpustakaan lagi," Abhimanyu pun menepuk pipi nya Indira kembali.
"Adam, kakak mau istirahat jangan gangguin si.! Nanti kakak bilang papah dan mamah loh.!" Abhi pun justru tersenyum mendengarnya, lalu Abhi pun menepuk pipi Indira lagi, bahkan sampai Indira pun terbangun.
"Adam ka Ical, jangan gangguin dong. Aku kan lagi tiiiidur." Ucap Indira di akhir kalimat nya justru terkejut melihat guru baru nya kini berada di hadapannya dengan tatapan tajamnya.
"Pak Abhimanyu. Bapak ngapain di sini.?" Tanya Indira sambil mengusap wajah dan mulut nya sendiri.
Abhimanyu pun tersenyum mendengar pertanyaan Indira. "Yang justru bertanya itu saya. Ngapain kamu berada di sini, ini perpustakaan. Bisa bisanya kamu tertidur di ruangan ini.?"
Indira pun melihat sekitar ruangan, yang di mana dirinya sedang berada di perpustakaan.
'Ma**us dah gue, bisa bisanya gue tertidur di sini. Di pergoki nya sama guru ini lagi.
"Kenapa kamu hanya diam, kamu seharusnya sudah keluar 2 jam yang lalu. Terus ngapain kamu masih di sini,?" tanya nya dengan ekspresi datar.
"Maaf pak, tadi saya memang sedang membaca buku, namun saya tiba tiba ketiduran."
"Ini tuh perpustakaan sekolah, bukan rumah, yang bisa tidur sesukamu. Jangan ulangi hal yang seperti ini, kamu bisa memberikan contoh tidak baik untuk murid lainnya. Kalau sampai mereka melihat kamu tertidur di sini." Ucap Abhimanyu dengan ketus.
"Ya ampun pak, jangan galak galak apa si jadi cowok. Kan saya bilang, saya tadi membaca buku, hanya saja saya ketiduran. Nih saya baca buku, sampai halaman terakhir." Sambil menunjukkan buku yang menjadi bukti. "Tadi pagi bapak tidak segalak ini, bapak itu tersenyum seperti Oppa kim bum. Kenapa sekarang jadi seperti Kim Jong un. "Di akhir kalimat nya, Indira mengecilkan suaranya, namun masih terdengar oleh Abhimanyu.
"Ya ampun pak, saya kan cuma bercanda," Indira sambil meletakkan bukunya kembali di rak atas.
Namun tiba-tiba tubuh Indira kehilangan keseimbangan. Dan akhirnya Indira pun terjatuh.
Aaaaa.....Bruuugh... Mata Indira pun terpejam. Namun Indira merasa aneh, kenapa pas terjatuh tidak sakit. Ternyata Abhimanyu berhasil menahan tubuh Indira, dan Indira pun tak terjatuh. Saat matanya terbuka, ternyata ada sosok Abhimanyu berada di atasnya. Tatapan keduanya saling bertemu.
"Ya ampun ini malaikat dari mana, kenapa ganteng banget." Ucap Indira dalam lamunannya, saat menatap Abhimanyu.
Ekhem.... Abhimanyu pun berdehem kembali, dan itu membuat Indira tersadar.
"Aaah.... Maaf pak." Indira memposisikan dirinya duduk kembali. "Terimakasih pak sudah menolong saya, kalau tidak sudah pasti saya akan jatuh. Lumayan juga kalau sampai jatuh, pasti sakit rasanya," ucap Indira dengan senyum senyum.
"Eemm... " Jawab nya, Indira pun memanyunkan bibirnya mendengar jawaban gurunya. "Yasudah sekarang kamu pulang."
"Iya pak," Indira pun melangkah menuju pintu perpustakaan.
Namun langkah Indira berhenti, dan mencoba mengintip di balik pintu nya. Abhimanyu pun melihat muridnya seperti sedang bersembunyi, lantas menghampiri Indira.
"Kamu ngapain,?" Menatap Indira dengan tatapan menyelidik.
"Aaah enggak pak, hanya mencari apa masih ada orang di parkiran,?"
Abhimanyu pun ikut melihat ke arah parkiran sekolah. "Tidak ada siapa pun di sana, kamu sedang mencari seseorang. Apa kamu di ganggu oleh seseorang, sampai kamu bersembunyi di sini.?"
Indira terkejut dengan apa yang di katakan kalau itu benar adanya.
"Eeemmm..... Bukan di ganggu si pak, hanya saja saya sedang tidak nyaman dengan seseorang."
"Mau saya temani kamu pulang.?" Indira pun terkejut dengan pertanyaan gurunya.
"Jangan salah paham dulu. Maksud saya, kamu kan mengendarai motor, saya ikuti kamu dari belakang. Kalau sudah di pertengahan jalan nanti kamu bisa melanjutkan perjalanan menuju rumah kamu, begitu pun juga saya."
"Iya pak, saya gak berpikiran macam-macam tentang bapak," ucap Indira.
Tanpa banyak bicara Indira pun melangkahkan kakinya menuju parkiran, dan di ikuti Abhimanyu di belakangnya.
Flashback
Di saat Abhimanyu ingin melihat seluruh ruangan yang berada di sekolah. Abhimanyu berjalan menuju ke arah perpustakaan. Sempat Abhi membaca buku di ruangan itu, namun Abhimanyu di buat terkejut dengan adanya seorang murid perempuan sedang tertidur dengan wajah menunduk ke arah meja. Dengan buku di atas kepalanya
Abhimanyu hendak mengambil bukunya, dan ternyata Abhi seperti mengenal murid nya. Yang sepertinya sekelas dengan keponakan nya itu. Saat di lihat jam sudah menunjukkan pukul 2 siang, dan hanya dia seorang di perpustakaan itu. Abhimanyu pun membangun kan dengan berdehem, namun tak kunjung bangun. Sampai ke dua kalinya, anak itu belum bangun juga. Sampai akhirnya Abhimanyu menepuk pipi nya. Justru Abhi melihat tingkah lucu nya, anak itu justru mengigau. Dan Abhimanyu terus membangun kan nya, sampai anak itu terbangun. Abhimanyu jarang melihat seorang gadis, tingkah nya bener bener absurd seperti keponakannya. Biasanya setiap gadis yang abhi kenal, selalu terlihat manis yang di buat buat. Tapi entah kenapa sikap anak muridnya satu ini terlihat natural.
Flashback of
Kini Indira mengendarai motor nya untuk pulang, dengan di temani oleh Abhimanyu yang berada di belakang motor Indira.
Saat sampai di pertigaan jalan, Indira pun berhenti, Abhimanyu pun ikut berhenti.
"Kenapa berhenti.?" Dengan wajah datar nya.
"Ya ampun pak, tuh muka masih aja begitu ekspresi wajah nya. Saya berhenti, cuma ingin bilang. Sampai sini aja pak, rumah saya sudah di depan sana. Terimakasih sudah mengantar saya sampai sini," Dengan bibir cemberutnya.
"Sama sama, kalau begitu saya sampai sini saja, kamu hati hati pulang nya.!"
"Iya pak, terimakasih. Bapak juga hati hati ya pak,!" Abhimanyu pun mengangguk. Setelah itu Abhimanyu mengendarai motor nya dan meninggalkan Indira.
Indira masih menatap belakang Abhimanyu saat mengendarai motor nya. Kemudian Indira pun melanjutkan mengendarai motor nya menuju rumahnya.
Bersambung...