My Teacher I Love You

My Teacher I Love You
Bali



Dua bulan kemudian Indira dan Abhimanyu Sedang berada di Bali. Dirinya menepati janjinya untuk mengajak istrinya untuk honeymoon, ke salah satu tempat yang istrinya inginkan.


Sudah dua hari berada di sana, Dira terlihat begitu bahagia menyusuri pasir putih yang indah. Senyuman indah pun terpancar di wajah cantik Indira. Apalagi Abhimanyu yang di tangannya selalu melekat kamera, dan tak pernah bosen mengambil foto setiap kali istrinya tersenyum menikmati pemandangan pantai Bali.


Tangan mereka selalu berpegang, tawa riang dari Dira, membuat Abhi merasa sangat bahagia. Setelah apa yang terjadi dua bulan lalu, membuat dirinya merasakan sakit. Apalagi melihat istrinya yang selalu murung dan sedih mengingat akan kejadian yang sudah menyebabkan dirinya harus kehilangan janin di perut Indira.


"Mas, sini kita foto! Sunset nya terlihat sangat bagus," ucap Dira dengan begitu semangat.


"Iya sayang," jawab Abhi.


Tanpa Dira minta pun memang sejak tadi, Abhi sudah mengambil fotonya. Saat itu juga ada seorang pria menghampiri mereka.


Abhimanyu meminta tolong oleh seorang turis laki-laki, untuk minta ambilkan foto mereka berdua .


Setelah puas menikmati pemandangan cantik pantai Kuta, kini keduanya kembali ke penginapan. Saat malam hari, Abhi mengajak istrinya untuk dinner, di salah satu resto.


"Bagaimana sayang, kamu suka berada disini ?" tanya Abhi sambil menggenggam tangan Dira.


"Suka banget Mas. Apalagi pemandangan nya bagus, setidaknya ini bisa melupakan sedikit rasa kehilanganku kemarin,"ucap Indira dengan mengingat kembali kecelakaan.


Abhimanyu menggenggam tangan Dira.


"Sayang, aku sudah bilang. Kita kesini untuk honeymoon, bukan untuk mengingat kesedihan yang sudah terjadi. Kita berdoa saja, sepulang dari sini, kita mendapatkan kabar baik dari kamu." Abhimanyu memberikan semangat untuk istrinya.


"Amiin ..." jawab Dira dengan tersenyum.


Kini Abhimanyu dan Dira sudah berada di kamar penginapan. Setelah Dira membersihkan dirinya, dan bergantian dengan Abhi.


Entah kenapa Indira tersenyum sendiri, dengan pikiran yang sudah terkontaminasi. Kini Abhimanyu sudah keluar dari kamar mandi, dengan tubuh dan wajah yang bersih dan segar.


Abhimanyu melihat istrinya yang sedang bercermin, dan menggunakan krem wajah dan lotion ditangannya. Entah kenapa Abhi penampilan istrinya saat ini sangat berbeda, dirinya pun mendekati Dira.


"Heemm ... wanginya istriku." Abhi mendekatkan wajahnya tepat di belakang telinga Dira.


"Memangnya selama ini aku tidak wangi?" tanya Dira dengan senyumnya.


"Wangi! Hanya saja kamu saat ini, aku merasa, kamu sedang menggoda."


Cup!


Abhi mengecup belakang telinganya, dan itu membuatnya kegelian.


"Memang kemarin aku tidak membuat kamu tergoda. Bukankah, tanpa aku goda pun kamu tak mau lepas dariku!" sindir Dira membuat Abhi tersenyum.


Dira kini berdiri menatap wajah suaminya yang tersenyum nakal kepadanya. Indira melingkarkan tangannya dileher Abhi, membuat pandangannya selalu menatap ke arah bibirnya yang menggoda.


Cup!


Dira mengecup bibirnya, dan itu membuat Abhi membulatkan matanya. Apalagi dengan melihat istrinya yang menggigit bibir merah dengan sangat li*r, membuat Abhimanyu terdiam melihat tingkah istrinya sedikit nakal untuk malam ini.


"Sayang, kamu kenapa? Ko malam ini kamu jadi nak*l seperti ini?" tanya Abhi nampak heran.


"Kenapa? Mas Abhi tidak suka kalau aku seperti ini!" jawab Dira,dengan membuka tali piyama di bagian pinggang.


Abhimanyu tersenyum saat melihat istrinya melepaskan bahan tipis itu, dan hanya terlihat kain berwarna merah dengan tali satu di sisi kanan dan kiri.


Entah kenapa Abhi sangat suka melihat istrinya yang sedikit nakal seperti itu.


"Justru aku lebih suka, dengan kenakalan kamu ini." Kata Abhimanyu dengan senyuman yang nakal. "Aku izinkan kamu untuk memulai permainannya!" bisik Abhi di telinga Dira, hingga membuatnya tersenyum.


Dira mendorong Abhimanyu sampai terjatuh di tempat tidur, dengan wajah yang menantang membuat Abhi menyukai sikap istrinya.


Selanjutnya hanya mereka saja yang tau permainan apa yang di lakukan. Mungkin mereka main ular tangga, dan lempar dadu. Wkwkwkw ...."


Saat Indira membuka matanya, dimana terlihat wajah pria yang sangat dicintainya, kini sedang menatapnya dengan senyuman.


"Selamat pagi istriku," sapa Abhimanyu dengan senyum manis.


Indira pun membalas senyuman manis untuk suaminya. "Selamat pagi juga sayang,"


"Kegiatan hari ini, mau kemana lagi cantik? Sebelum kita ke Jakarta besok,"


"Eumm ..."Dira berpikir sejenak. "Bagaimana kalau kita, membeli sesuatu untuk buah tangan kita. Aku ingin berbelanja yang lucu-lucu di tempat ini,"


"Baik! Hari ini judulnya berbelanja. Tetapi agak siangan dikit!" kata Abhi dengan senyum menyeringai.


"Terus kita mau kemana setelah ini?"


"Kita melakukan permainan kembali, melanjutkan yang semalam. Tapi kali ini biar aku yang memimpin permainannya," ucap Abhimanyu, dengan mengerlingkan matanya.


Indira menganga melihat sikap suaminya yang seperti itu. Belum sempat menjawab, Abhi sudah memulai permainan lebih dulu.


Hadeuuh ....! Pusing author jadinya.


Next.


Akhirnya Abhi melewati batas waktunya, mereka melanjutkan perjalanannya setelah melakukan ular tangga, melempar dadunya selesai.


Sore harinya, barulah Abhi mengajak istrinya untuk memborong oleh-oleh untuk keluarga dan kerabatnya. Abhimanyu menunjukan wajah bahagia dan terlihat segar, karena Abhi menang banyak di permainan ini. Sedangkan Indira cemberut, karena mendapatkan hukuman dari suaminya itu.


Abhimanyu menuruti apa saja yang istrinya pilih, demi menebus kesalahannya. Karena Abhi sudah membuatnya lelah, dari pagi. Dira di kasih kesempatan hanya untuk mengisi perutnya, setelah itu Indira tak di bebaskan sedikitpun.


Waduh negeri sekali si Abang ini! Wkwkwkw ...


Setelah puas berbelanja, Abhi melihat pakaian daster yang terlihat bagus di lihatnya. Dirinya segera langsung mengajak istrinya ketempat itu, untuk melihat- lihat.


"Kamu ingin beli ini Mas?" tanya Dira sambil memegangi pakaian yang bahannya terasa lembut. "Ceritanya kamu menyuruh aku untuk jadi emak-emak berdaster gitu!"


"Aku suka aja lihatnya, sepertinya akan bagus jika kamu memakai ini. Aku juga akan belikan untuk orang tua kita, ka Anissa, dan bu Sumi," jawab Abhi, dan Indira hanya tersenyum mendengarnya.


"Yasudah terserah kamu aja Mas! Aku gak mau loh bantuin bawa ini, berat tau!" celetuk Dira, membuat Abhi terkekeh.


"Tenang saja, aku kuat ko, bawa kamu dan barang-barang semuanya." Kata Abhi dengan sombongnya.


"Mulai deh kumat, sombongnya! Si Pak guru satu ini," gumam Dira dengan memutar bola matanya merasa jengah.


"Gak percaya kamu?" tanya Abhi dengan kedua tangannya di pinggang.


"Kamu bohong aja aku percaya, apalagi jujur!" celetuk Dira Dira dengan terkekeh.


Karena gemas dengan perkataan istrinya, abhi mencubit hidung Dira. Setelah itu Abhi membayar semua belanjaannya, yang memang sengaja dia belikan untuk keluarganya.


****


Malam harinya, Indira dan Abhimanyu sedang mengemasi barang-barang, untuk kembali ke Jakarta.


"Mas, ko barangnya banyak banget ya?" tanya Dira dengan melihat barang yang sudah dikemas.


" Lah, yang banyak itu 'kan punya kamu. Barang aku, cuma ini satu ransel dan ini untuk orang rumah. Coba lihat punya kamu, sampai dua tas, belum lagi tuh untuk oleh-olehnya, kamu borong semuanya!" jawab Abhi dengan menyindir istrinya.


Indira hanya terkekeh mendengar suaminya yang ngedumel seperti itu. Memang selama di Bali, Indira selalu khilaf setiap melihat ada barang dan pakaian yang bagus. Apalagi suaminya tak pelit, jika istrinya menginginkan sesuatu, langsung di belikan.


Mangkanya Abhimanyu tak heran, jika barang istrinya lebih banyak dari dirinya. Karena memang seperti itu, wanita menguasai segalanya. Sedangkan seorang suami akan pasrah jika seorang istri yang di cintai nya meminta dengan manja.


Bersambung....