
Indira terus tersenyum mendengar perkataan yang keluar dari bibir Abhimanyu, entah kenapa Abhi menasehati Indira penuh dengan kelembutan dan wajah yang tenang. Dira menatap Abhi tanpa berkedip dan terus tersenyum, justru Abhimanyu menjadi gemas dengan istri kecilnya itu, bukan mendengar kan malah tersenyum melihat wajahnya.
"Hei, kamu tuh kalau di bilangin bukan dengerin malah memperhatikan orang nya,?" sambil mencubit ujung hidungnya.
"Hihihi.... Habis nya Mas Abhi, kamu itu kalau lagi menasehati, membuataku gak fokus sama omongan kamu. Karena wajah kamu itu mengalihkan semuanya, dan itu buat aku semakin betah melihat kamu kalau lagi bicara." Kata Indira dengan terus memandang wajah Abhimanyu.
Mendengar Indira bicara seperti itu, membuat Abhi menggelengkan kepalanya, menjadi gemas dengan sikap receh istrinya itu.
"Bisa bisanya kamu ngegombalin aku di saat lagi menasehati kamu." Abhi pura pura menunjukkan ekspresi marah. Indira justru malah tertawa melihat ekspresi Abhi.
🍀
🍀
🍀
🍀
Seminggu kemudian Dimana keluarga Gea sedang berada di Bandara mengantar Gilang yang akan berangkat ke Palembang. Mamah Anissa kini sedang berada dalam pelukan putra yang dia sayangi.
"Sudah dong Mah, Gilang jadi berat ninggalin Mamah begini. Jangan sedih lagi ya, nanti Gilang aka kesini jika sedang mengambil cuti. Tapi Mamah harus senyum jangan sedih seperti ini."
"Janji, kamu harus ambil cuti buat kesini. Mamah akan kangen sama kamu nak,"
"Insyaallah, tapi Gilang akan usahakan untuk jenguk Mamah, di saat aku mengambil cuti," Mamah Anissa pun mengangguk.
Pandangan Gilang tertuju kepada Abhimanyu dan Indira, yang di mana saling berpegangan tangan. Gilang pun menghampiri keduanya.
"Om maafkan aku yang pernah membuat Om jadi kesal."
"Apaan si Lang, justru om yang harusnya minta maaf. Kamu tau, kamu itu keponakan Om yang hebat. Jaga dirimu di sana, jaga kesehatan, kalau kamu kenapa kenapa orang tua kamu akan merasakan nya." Sambil menepuk pundaknya, dan Gilang pun mengangguk.
Lalu Gilang bersalaman dengan Indira.
"Hati hati ya ka di jalan, jaga kesehatan. Dan jangan lupa untuk datang kesini lagi, pasti kami semuanya akan rindu dengan kamu,"
"Iya, pasti nya aku juga akan merindukan kalian." Jawab Gilang dengan bersalaman.
'Pastinya aku juga sangat merindukan kamu Dir, semoga aku bisa melupakan kamu secara perlahan. Aku tidak ingin membuat Om Abhi dan yang lainnya kecewa kalau mereka tau aku sangat mencintai kamu begitu dalam.' Ucap Gilang dalam hatinya.
Kini Gilang sudah pergi meninggalkan keluarga di Jakarta, menuju Palembang. Kesedihan masih menyelimuti Gea dan keluarganya.
Seminggu kemudian Indira dan Abhimanyu sudah melakukan aktivitasnya kembali, di sekolah Puspita Pertiwi. Di sekolah sedang melakukan Masa Orientasi Siswa atau dikenal dengan istilah (MOS). Masa pengenalan Lingkungan Sekolah yang merupakan sebuah kegiatan yang kegiatan di dalamnya dilaksanakan di sekolah sebagai ajang untuk menyambut kedatangan siswa baru.
Masa Orientasi Siswa, sudah di hari ke 3 yang di mana adalah hari terakhir mereka melakukan kegiatan itu. Adam dan Sadam yang memang mereka bersekolah di sana. Mereka di suruh meminta tanda tangan dari para ketua OSIS, untuk hasil mereka sudah berhasil melakukan semua tugas.
Dan kini seminggu sudah Adam dan Sadam sudah masuk sekolah dan duduk di bangku 10, yaitu 1 SMA. Sedang Indira sudah duduk di kelas 3, yang di mana setiap pelajaran pun bertambah.
Perasaan Abhimanyu pun sedikit tenang karena Aldo, sudah tidak bersekolah lagi. Jadi Indira sudah tidak saling bertatap muka dengan nya, karena jika masih saling bertemu, Abhi selalu di hantui oleh rasa cemburu kepadanya.
Saat sampai di rumah, dan duduk di sofa ruang tamu, untuk menghilangkan rasa lelahnya. Tiba-tiba Indira nampak terkejut dengan rumah yang sudah terlihat rapih dan wangi. Karena seingat Indira, rumah nya tadi berantakan, dirinya bangun kesiangan dan terburu-buru.
'Kenapa rumah ini jadi bersih, padahal tadi pagi aku belum sempat beberes. Tapi ini rumah kinclong bingit, halaman pun juga sudah bersih tidak ada daun kering. Gak mungkin kan Mas Abhi pulang hanya untuk membereskan rumah, ya kale, mustahil.' Gumam Indira dalam hatinya.
Abhimanyu hanya tersenyum melihat ekspresi Indira yang terlihat bingung.
"Maksudnya, di rumah ini sudah ada ART, Mas.?"
"Hemmm...." Jawab Abhi dengan santainya.
"Serius Mas, kamu gak bohong,?"
"Untuk apa aku bohong sayang. Sebentar ya, Bu Sumiati ...!" Panggil Abhimanyu.
Datanglah dari dalam seorang wanita yang sudah berumur, terlihat usianya sekitar 50 tahun. Berjalan menghampiri Indira dan Abhimanyu, dengan langkah cepat.
"Iya den, ada yang bisa ibu bantu,?" kata wanita itu dengan tangan nya menumpuk di depan perutnya.
"Ini Bu, saya ingin memperkenalkan ibu dengan seseorang. Ini Indira,dia ini istri saya, ibu sudah tau kan dari Mamah, kalau saya sudah menikah dengan anaknya pak Benny,?" Kata Abhimanyu menjelaskan kepada Bu Sumiati.
"Iya den, ibu sudah tau dari Ibunya den Abhi ," jawab Bu Sumiati, dengan wajah menunduk. "Non Dira, kalau butuh bantuan jangan segan-segan bilang ke Ibu ya Non,"
"Iya Bu, selamat bekerja ya Bu. Mas, berarti aku ada temannya dong di rumah kalau Mas Abhi lagi keluar,"
"Iya sayang. Oh iya Bu, kalau butuh apa apa bilang dab ada yang ingin di beli untuk keperluan rumah, bilang saya atau Dira saja ya Bu?"
"Iya den, kalau begitu Ibu permisi ingin melanjutkan tugas saya, lagi setrika pakaian," Indira dan Abhimanyu pun mengangguk, dan Bu Sumiati pun kembali melanjutkan pekerjaannya.
Karena jiwa kepo Indira meronta-ronta, dia pun bertanya. "Mas, Bu Sumiati itu orang mana, dan bawaan siapa?"
"Bu Sumiati itu, dulu nya tetangganya Mamah dan Papah kamu. Kata Mamah, dia itu sebatang kara. Anaknya merantau namun tak kembali, suaminya telah tiada. Selama ini dia hidupnya memulung, saat Mamah ke tempat tinggalnya dulu, ternyata bertemu Bu Sumiati. Di ajak lah sama Mamah kesini untuk kerja dan tinggal bersama kita. Mamah juga cerita, dia itu sering menolong Papah kamu, semasa dulu. Tapi karena Papah kamu sudah jarang kesana jadi tidak bertemu lagi dengan Bu Sumiati," Cerita Abhimanyu, membuat Indira yang mendengar nya terharu.
💓
💓
💓
Hari hari terus berjalan, kehidupan rumah tangga Indira dan Abhi berjalan dengan baik. Meskipun Mereka bersuami istri, mereka masih belum melakukan. Ahe aho aho, wkwkwkwkk.
Semua itu di lakukan oleh Abhi untuk kebaikan Indira. Tapi jika sudah saatnya nanti jangan harap Dira kamu terlepas dari cengkeraman Abhi. (widiiihhh ngeri Mak.!)
Kini 2 bulan berlalu di mana esok hari adalah Ulang tahun Indira. Abhimanyu berniat memberikan kejutan untuk istri tercinta. Abhi sedang berkutat di dapur, membuat masakan yang sangat di sukai oleh Indira. Kebetulan Indira sudah tertidur sejak habis belajar tadi, jadi mempermudah Abhi menyiapkan semua Surprise Ulang Tahun untuk Dira nanti malam.
"Ada yang bisa ibu bantu lagi den ?" Tanya Bu Sumiati setelah membantu menyiapkan bahan-bahan untuk di masak Abhi.
"Aaahh, ini saja Bu. Tolong siapkan piring dan sayuran yang sudah ibu cuci tadi, ibu letakkan di sini saja biar nanti aku berikan hiasan di atas piring agar makanan terlihat sempurna saat penyajiannya nanti",
Bu Sumiati meletakkan piring dan macam-macam sayuran, ada daun selada tomat dan sayuran lainnya.
Setelah masakan nya siap, Abhi meletakan di atas piring yang sudah di hias oleh sayuran. Setelah sudah siap, Abhi memberikan Garnish di akhir penyajian nya, agar terlihat nampak cantik.
Setelah jadi beberapa masakan, Abhi menyiapkan minuman juga untuk Indira. Abhi melakukan itu sangat sibuk namun begitu bersemangat, apalagi semuanya ini untuk Indira. Semuanya sudah selesai, Abhi meminta Bu Sumiati untuk membawa semua yang sudah di buat tadi ke halaman. Karena Abhi sedang menata hiasan lilin yang sudah di nyalakan dan bunga bunga di atas meja, Abhi menata nya dengan teliti agar nampak sempurna.
Setelah sudah tertata rapi, Abhi menata makanan dan minuman di atas meja. Tak lupa cake ulang tahun yang lucu, yang sudah dirinya pesan. Saat Abhi lihat jam yang melingkar di tangan nya, arah jarum jam sudah menunjukkan pukul setengah 12 lewat, Abhi segera bersiap membangun kan Indira. Tak lupa Abhi membawa cake kecil, untuk di bawa ke kamarnya.
Sebelum membangunkan Indira, Abhi Menganti pakaian, karena sudah bau tidak sedap. Setelah di lihat cukup rapih penampilan nya, Abhi pun tersenyum dan mendekati Indira. Cake kecil pun sudah siap di nyalakan lilin kecil, saatnya beraksi.
Bersambung