My Teacher I Love You

My Teacher I Love You
Aku takut kamu marah



Faisal yang melihat Abhi nampak kebingungan, lantas menghampiri.


"Ada apa Ndra?" tanya Faisal menghampiri adik iparnya.


"Gue lagi nyari Dira, hampir satu jam dia tidak kelihatan. Katanya kepalanya pusing, sejak tadi banyak tamu yang ngajakin bicara, dia sampai lupa makan. Mangkanya gue suruh makan, tapi gue gak ngeliat dia di dalam. Tambah lagi Shira nyariin bundanya, sejak tadi merengek," ucap Abhi terlihat cemas mencari Istrinya.


Faisal pun juga mencari Dira setiap pandangan sekeliling gedung sekolah. Saat Abhi berjalan menuju gedung sekolah, dirinya melihat ke lorong kelas, dan melihat ada sesuatu tergeletak di lantai. Saat di dekati, alangkah terkejutnya, melihat kalau itu adalah istrinya.


"Cal, sepertinya itu Indira," Faisal mengikuti arah tangan Abhi, saat mereka hampiri benar saja kalau itu Indira.


"Sayang!" Abhimanyu mengangkat kepala istrinya di letakkan di lengannya. Terlihat Indira tak sadarkan diri, dan itu membuatnya khawatir.


"Dek!" Faisal juga cemas melihat adiknya tak sadarkan diri.


Lalu Abhi membawa istrinya keruangan UKS di sekolah itu. Di sana Dira terbaring di atas bad.


Kini Abhimanyu menggenggam tangan istrinya, yang di mana Dira masih belum sadarkan diri. Alin Hanna dan Faisal juga turut menemaninya.


Tidak lama kemudian mata Indira terbuka, dan melihat ada suami, kakak, dan sahabatnya.


"Sayang," Abhi membelai lembut kening Dira. "Syukurlah kamu sadar, aku takut kamu kenapa napa!"


Indira tersenyum. "Aku gak kenapa napa Mas. Aku hanya pusing saja,"


"Yakin, hanya pusing aja?" Indira mengangguk.


"Kita pulang saja yuk Mas! Tapi jika kamu masih mau disini, aku dengan Shira saja naik taxi," ucap Dira.


Sebenarnya Abhi tak enak, jika harus pulang duluan. Tetapi dirinya yakin, istrinya sedang tidak baik-baik saja. Tidak mungkin juga, jika dirinya tetap di acara ini.


"Mana mungkin aku membiarkan kalian pulang sendiri. Yasudah aku pamit dengan yang lain ya! Kamu di sini dulu dengan Alin dan Hanna.


"Sekalian Kakak ambilkan makanan untuk kamu ya. Kamu pucat banget loh!" timpal Faisal, dan Indira mengangguk.


Akhirnya, Indira di temani Alin dan Hanna.


"Elo kenapa Dir?" tanya Hanna.


"Elo dengar obrolan gue dan Gilang?" tebak Alin, karena tadi dia melihat kalau Dira lari dar tempatnya mengobrol dengan keponakan suaminya itu.


Alin memeluk sahabatnya. "Gue takut, kalau Mas Abhi tau. Atau mertua gue tau, bisa bertengkar. Gue gak mau itu terjadi Lin!"


"Iya gue ngerti ko, posisi elo sekarang bagaimana. Gue juga udah bilang ke dia jangan seperti ini terus-menerus," Alin menenangkan indira.


"Sebenarnya Kak Ical juga udah nasihatin Gilang. Tapi dia bilang, dirinya sedang dekat dengan seorang gadis bernama Erika," timpal Hanna yang tak tega melihat sahabatnya sekaligus iparnya.


Kini Indira sudah berada di dalam mobil, bersama suami dan putri kecilnya, untuk pulang.


Tidak membutuhkan waktu lama, mobil mereka pun sudah sampai di rumah. Abhimanyu segera membukakan pintu mobil untuk istrinya, lalu mengambil Shira dari tangan Dira.


Sebenarnya di benak Indira merasa tak enak, harus berpamitan lebih dulu. Tapi mau bagaimana lagi, keadaan yang membuatnya terpaksa harus meninggalkan acara tersebut.


Malam hari.


Saat di dalam kamar, Indira nampak sedang melamun. Bahkan kedatangan suaminya kedalam kamar pun dirinya tidak di ketahuinya.


"Kamu kenapa sih? Sejak tadi kamu selalu melamun, sebenarnya kamu ada masalah apa?" tanya Abhimanyu, menatap wajah Indira.


"Enggak papa ko Mas," jawab Dira dengan senyuman.


"Gak usah bohong, Mas tau ada yang mengganggu di pikiran kamu. Hayo katakan ada apa!" desak Abhi.


Sebenarnya Indira berusaha untuk tidak menunjukkan apapun kepada suaminya. Namun nyatanya, Abhi lebih mengerti tentang dirinya.


"Aku bingung harus bercerita bagaimana ke kamu. Aku takut kamu marah," jelas Dira, membuat Abhi menatap wajah istrinya lekat lekat.


"Mas janji gak akan marah, dan sebisa mungkin menahan emosiku. Tapi kamu harus jujur, jangan ada yang di sembunyikan. Apalagi sampai menggangu di pikiran kamu, aku gak mau kamu sakit karena ada sesuatu yang kamu rahasiakan!" pinta Abhi, dan Indira mengangguk.


Indira pun menceritakan apa yang terjadi. Bahkan menceritakan tentang Gilang yang masih menyimpan rasa kepada dirinya. Dira juga menceritakan tentang Alin dan gadis yang bernama Erika ternyata semuanya bohong.


Abhimanyu menahan geramnya dengan apa yang di katakan istrinya tentang Gilang. Namun apalah daya, pria itu anak kakaknya. Namun dirinya juga tidak bisa diam saja, masalahnya menyangkut dengan rumah tangganya.


Abhimanyu menatap wajah istrinya, terlihat ada kekhawatiran. Abhi berusaha menenangkan istrinya dengan memberikan senyuman.


Bersambung...