My Teacher I Love You

My Teacher I Love You
Ember bocor



Kini Indira dan Abhimanyu sudah kembali kerumah, dengan rasa lelah Indira pun sampai tertidur di sofa. Abhi yang keluar untuk membeli makan, untuk dirinya dan juga Istrinya. Saat kembali, Abhi di buat terkejut dengan Indira yang tertidur pulas di sofa.


"Astaga, dia kenapa tidur di sofa," Abhi pun mendekat ke arah Indira yang tertidur pulas. "Mungkin dia lelah, tapi jika di biarkan tidur, dia belum makan, takut dia lapar. Bangunkan saja dulu lah, aku lihat dia sibuk seharian. Dira, bangun yuk. Kamu makan dulu, seharian kamu hampir lupa makan loh,!" Abhimanyu pun membangun kan Indira, dengan hati hati.


" Aaaah... Entar aja si makan nya, aku ngantuk berat nih kurang tidur," Rengek Indira.


"Memangnya kamu gak lapar apa Dir. Makan dulu yuk nanti kamu bisa tidur lagi kalau sudah makan,!"


"Om, aku ngantuk...." Rengek nya kembali.


"Huuufhhh,,, yasudah kalau ngantuk tidur di kamar jangan di sofa,!" Perintah Abhimanyu, dengan ke2 tangannya berada di pinggangnya.


"Aku malas jalan nya untuk ke kamar,"


"Terus kamu mau tidur di sofa gitu?"


"Gendong," Abhimanyu pun tercengang mendengarnya. Indira pun sudah mengangkat tangan nya layaknya seorang anak minta gendong oleh ayahnya.


Bukannya kesal, Abhimanyu pun justru terkekeh mendengar ucapan Indira yang seperti anak kecil. Abhimanyu menggelengkan kepalanya, lalu dengan sigap, Abhi mengangkat Indira ala bridal style. Abhi membawa Indira ke kamarnya, meletakan nya dengan hati hati, terlihat wajahnya yang begitu lelah. Abhimanyu pun menutupi Indira dengan selimut, Indira pun melanjutkan tidurnya.


"Ya ampun segitiga lelahnya dia, bagaimana tidak sejak tanding, hampir seminggu dia pulang sampai sore. Malam pun dia juga harus mengerjakan tugas, seharian tadi dia pun terlihat sibuk. Sebenarnya gue ini suaminya atau ayah si?"Abhimanyu berbicara seorang diri, sambil menatap Indira yang terlelap.


Sampai kini waktu pun menunjukan pukul 9 malam. Abhi pun berniat membangun kan Indira untuk makan, soalnya sejak tadi, Abhi tidak melihat Indira keluar kamarnya.


Tok tok tok... Abhimanyu sambil mengetuk pintu kamarnya Indira. "Indira, kamu belum bangun juga sejak tadi. Makan dulu Dir, jangan tidur terus. Badan kan juga butuh di isi dengan makanan, buka hanya istirahat saja,!"


Tidak ada jawaban dari Indira, Abhimanyu pun menempelkan telinganya di pintu kamar. Dan memang tidak terdengar suara Indira menjawab.


Ceklak... Abhimanyu pun membuka pintunya, dan terlihat kamar Indira yang gelap. " Ya ampun, kamarnya kasih gelap begini si Dir,?" Abhi pun menyalakan lampu nya. Alangkah terkejutnya, saat melihat Indira yang gemetar. Abhimanyu pun segera menghampiri Indira,dan menyentuh keningnya yang demam. "Astaga Dira kamu sakit, badan kamu panas begini?"


"Aku gak kenapa kenapa, hanya pusing dan sedikit demam saja," jawab Dira, dengan nada lemas.


"Sedikit demam bagaimana si Dir, kamu demam banget loh. Kita ke Rumah Sakit yuk, aku khawatir banget loh sama kamu,!" ajak Abhi, dan Indira pun menolak.


" Aku baik saja, kenapa harus ke Rumah Sakit si. Pokoknya aku gak mau ke Rumah Sakit titik.!" Indira pun merajuk hingga mengeluarkan air matanya.


"Iya iya, kita tidak ke Rumah Sakit. Tapi sekarang kamu makan dulu ya, sudah jangan menangis lagi!" Indira pun mengangguk, dan Abhi segera menghapus air matanya.


Kini Abhi pun meninggalkan Indira untuk mengambil makan. Namun tiba-tiba Indira merasa ingin ke dalam tandas, Indira pun melangkah dengan langkah yang lesu. Ketika sampai di dalam kamarnya, Indira merasa kepalanya terasa berat, pandangan nya pun tiba tiba gelap. Merasa tak kuat menahan dirinya, akhirnya Indira pun tersungkur ke lantai dan tak sadarkan diri.


Abhimanyu pun kini datang membawa nampan berisikan nasi, lauk dan juga minuman untuk Indira.


Ceklak... Abhimanyu pun membuka pintu.


"Indira, aku bawa makanan untuk kamu, di makan ya,!" Alangkah terkejutnya Abhi saat melihat Indira yang berada di lantai. "Astaghfirullah, Indira." Abhi pun segera meletakkan nampan di atas meja, dan segera menghampiri Indira ya h sudah tak sadarkan diri.


Abhimanyu pun mengangkat Indira, dan di letakkan di atas kasur nya. Dengan perasaan panik Abhi segera menghubungi seseorang.


Kini Abhimanyu menemani Indira kembali.Sambil terus menyentuh keningnya yang masih terasa panas.


Terlihat ke khawatiran pada Abhimanyu, saat melihat Indira sakit seperti ini.


"Dira, kamu kenapa selalu bikin aku khawatir si,?" Tiba-tiba mata Indira terbuka secara perlahan, pertama kali yang di lihatnya adalah suaminya. Abhimanyu pun tersenyum, mendapatkan Indira membuka matanya. "Sayang, kamu sudah sadar. Syukurlah, aku khawatir banget dengan kamu," Kata Abhi dengan mengecup kening Dira.


"Maaf, kalau aku bikin mas Abhi khawatir. Aku gak bermaksud seperti itu,"


"Tidak apa-apa, aku khawatir karena aku sayang kamu," Kata Abhi. Saat itu juga terdengar suara bel berbunyi. "Sebentar ya, aku buka pintu dulu,!" Indira pun mengangguk.


Abhimanyu peninggalan Indira di kamarnya, dan segera berjalan menuju lantai bawah untuk membuka pintu.


Ceklak.. Pintu pun terbuka, terlihat seorang Dokter pria yang berada di depan pintu.


"Ada apa si bro, lo telpon gue urgent. Emangnya siapa yang sakit kayaknya elo baik baik aja?"


"Bukannya ngucapin salam malah marah marah,! Udah jangan banyak tanya ayo ikut gue dulu. Penjelasan nya nanti gue ceritain," Kata Abhi yang berjalan di depan Dokter itu.


"Abhi ,tapi lo belum bilang ke gue siapa yang sakit?"


"Yoga, bisa gak jangan tanya sekarang. Nanti gue jelasin ke elo, tapi sekarang Lo priksa seseorang dulu,!" Suruh Abhi dengan wajah garang nya.


"Iya iya, gitu aja sewot." Dokter yang bernama Yoga pun mengikuti langkah Abhimanyu.


Abhimanyu membawakan Dokter Yoga ke kamar Indira untuk memeriksanya. Dengan raut wajah cemberut Indira pun diperiksa oleh Dokter Yoga. Begitu pun juga Yoga, memeriksa Indira, dengan raut wajah bingung. Apalagi Abhimanyu yang saat ini, menggenggam tangan Indira.


"Bagaimana keadaannya?" Tanya Abhimanyu.


"Tidak perlu di khawatiran, dia hanya kecapean dan hanya butuh istirahat. Saya akan memberikan resep obatnya. Kamu harus banyak istirahat, dan jangan terlalu cape. Dan 1 lagi, melakukan aktivitas itu memang penting. Tetapi makan jangan di lupakan, agar kamu bisa melakukan aktivitas seperti biasa,!" Sambil memberikan resep obatnya. Indira pun tersenyum, begitu pun Yoga, saat melihat Indira tersenyum, terlihat cantik. Meskipun keadaan nya sedang sakit .


Kini Abhimanyu mengantarkan Dokter Yoga, namu saat sampai ruang tamu, Yoga berhenti. Dengan menatap Abhi dengan penuh pertanyaan, Abhi pun pahan maksud dari Dokter Yoga yang tak lain temannya sendiri.


Huuufffhh... Dengan membuang nafasnya, akhirnya Abhimanyu pun menyuruh Yoga untuk duduk di sofa.


" Masih belum mau kasih tau, dan ngejelasin ke gue?"


"Duduk dulu sini,!"Menyuruh Yoga duduk. Kini Yoga pun duduk, dan Abhi pun terpaksa menjelaskan kepada Yoga.


" Ya udah cerita, siap dia. Dan ada hubungan apa Lo ber 2. Jangan bilang elo itu menyembunyikan tuh cewe di sini. G* la Lo ya, jangan bilang lo sekarang jadi Ped*f*l ya,?" Karena tak terima Abhi pun memu*ul kepala Yoga .


" Sembarangan elo, kalau ngomong. Rasanya gue pengen amplas mulut Lo, biar gak kaya ember bocor,!" kata Abhimanyu dengan sewot, dan Dokter itu pun hanya terkekeh.


Bersambung.