
Kini sudah waktu yang dimana adalah hari yang dinanti-nantikan oleh Abhimanyu dan Indira. Sebuah gedung, yang di sulap menjadi bak istana megah.
Apalagi dengan Indira menggunakan gaun berwarna grey, terlihat cantik bagai putri raja, dengan mahkota kecil di kepalanya. Begitu juga Abhimanyu nampak gagah, menggunakan setelan jas dengan warna senada.
Senyuman kebahagiaan terpancar di wajah mereka berdua, saat duduk di kursi pelaminan. Banyak para tamu undangan yang datang, dan khususnya dari sekolah Puspita Pertiwi. Mereka semua ingin melihat sendiri Indira bersanding dengan guru yang dikenal dingin, seperti beruang kutub. Ternyata Dira berhasil membuat es itu menjadi cair, dan sekarang terlihat selalu memberikan senyuman kepada semua orang.
Mata Abhimanyu tak henti-hentinya memandangi wajah cantik Indira.
"Mas, kenapa menatapku sampai seperti itu?" Indira tersenyum manis.
"Kamu nampak cantik seperti Barbie, mataku tidak henti-hentinya menatap kamu sayang." Ucap Abhi, dan Indira hanya tersenyum mendengar gombalan yang keluar dari mulut suaminya.
Sedangkan sahabat-sahabat Indira yang menjadi Bridesmaids, yang tak lain ada Alin, Hanna Gea dan juga Yanti. ( Si penjual cilok bakso, yang suka di panggil Adam Yanto.)
Sedangkan bukan hanya Bridesmaids, saja tetapi groomsmen, yang tak lain ada, Faisal, Adam, Sadam. Mereka semua mendampingi kedua pengantin.
Sedangkan dari kejauhan ada pria yang memperhatikan Hanna yang duduk, dan sedang digoda dua pria.
"Hai, siapa namanya? Jangan jutek gitu kali, manisnya nanti makin nambah loh." Ucap salah satu, memakai kemeja hitam.
Hanna masih enggan menjawab ucapan pria yang mengajaknya bicara.
"Tau, masa cantik- cantik jutek." Timpal salah satu pria menggunakan batik hitam.
"Maaf saya mau permisi," jawab Hanna yang meninggalkan dua pria yang sedang menggodanya.
Hanna melangkah keluar gedung, untuk mencari letak Toilet. Namun saat itu, Faisal mencegatnya, dengan memberikan senyuman kepada Hanna.
'Ya ampun senyuman bang Ical, bikin gue meleleh. Tapi gue harus bisa menahan kelenjehan gue di depannya, ingat sok gak tertarik dengan Ka Ical. Gue gak mau, di bilang terlalu tebar pesona ke dia.'
"Ada apa Ka?" tanya Hanna dengan biasa saja tanpa ada senyuman.
"Kamu mau kemana? Maaf tadi Kakak lihat, kamu sedang di goda dengan dua pria tadi, apa kamu kenal dengan merek?" Hanna menggeleng.
"Aku tidak kenal. Oh iya, kalau tidak ada yang ingin di tanyakan aku permisi, mau ke toilet." Ucap Hanna, Faisal pun mengangguk
Hanna pun meninggalkan Faisal yang masih menatap di belakangnya. Entah kenapa, Faisal merasa ada yang sedikit berubah dengan sikap Hanna saat ini. Tidak seperti biasanya, selalu membuatnya tertawa akan sikap lucunya, setiap kali bertemunya.
Karena letak toilet berada di samping gedung, Hanna pun melangkah untuk mencari letaknya.
Saat melihat Toilet, Hanna pun masuk untuk urusan yang tak dapat ditunda, setelah selesai dengan Hanna pun keluar, dan berjalan menuju acara Dira.
Namun saat itu juga dirinya bertemu kembali dengan dua pria yang tadi didalam. Laki-laki itu tersenyum saat melihat Hanna.
"Hai! Kita bertemu lagi di sini." Ucap pria berkemeja hitam, dengan tersenyum.
"Masyaallah, ternyata senyumnya manis juga." Mendengar itu Hanna kembali seperti biasa tak ada senyum di bibirnya.
"Kami teman SMA Rendra, aku Fachri, dan dia Akbar. Apa boleh kita berdua kenal nama kamu?"
"Ooh, kalian temannya Pak Abhi, aku muridnya sekaligus teman istrinya. Namaku Hanna, maaf kalau tadi aku sedikit acuh dengan kalian,"
"Santai aja," jawab dua pria yang mengaku teman Abhimanyu.
"Kalau begitu, aku pamit ya harus kembali ke acaranya. Gak enak soalnya udah ninggalin teman-teman di sana," Pamit Hanna, kedua pria itu.
Sebenarnya Hanna malas akrab dengan orang yang tak dikenal, dia melakukan itu karena Faisal memperhatikannya dari jauh.
Hanna berjalan menuju ke acara Indira dan Abhimanyu. Di sana teman-temannya mencari dirinya.
"Elo dari mana sih?" tanya Alin.
"Iya elo dari mana? tadi katanya minta ambilkan makanan, tapi elo malah kabur." Timpal Gea, yang tak mau kalah ikutan bertanya.
"Kata mereka, elo pusing ya? ini gue beliin obat, buat elo." Ucap Yanti yang juga khawatir dengan Hanna.
"Ya ampun kalian baik banget sih? Maaf, sudah merepotkan kalian. Tadi gue cuma ke toilet aja ko, udah kebelet soalnya." Jawab Hanna, merasa tak enak hati dengan teman-temannya.
"Ya sudah sekarang elo makan, dan setelah itu minum obat! Harusnya kalau elo kurang sehat, istirahat aja!" ucap Alin, dengan memberikan sepiring makanan untuk Hanna.
"Ya gak enak dong, sama Dira. Dia juga kan ingin sahabatnya hadir temani dia, lagian gue gak apa-apa ko serius." Sambil menunjukkan jarinya berbentuk huruf V.
"Beneran elo gak apa-apa?" tanya Gea di angguki oleh Hanna.
"Iya gak apa-apa. Udah ah jangan kaya gini! Nanti Dira curiga dengan kita, dan dia jadi ngerasa gak enak sama gue," ucap Hanna dan yang lainnya pun mengangguk.
Kini Hanna dan yang lainnya pun menikmati hidangan yang tersedia di sana.
Saat malam harinya, Indira dan Abhimanyu mengganti kostum. Dira menggunakan gaun malam yang berwarna Merah, dan terlihat sangat anggun saat menggunakannya.
Indira seperti putri di negri dongeng, sangat cantik. Bukan hanya Dira Abhimanyu pun sangat gagah menggunakan setelan jas berwarna hitam. Benar-benar menjadi raja dan ratu semalam, semua itu tertuju satu kata Sempurna.
Saat itu para Bridesmaids, Bridesmaids Bridesmaids, dan Groomsmen. Sedang melakukan pemotretan bersama kedua pengantin, bermacam-macam gaya pun mereka lakukan, agar hasil fotonya sempurna .
Sedangkan Faisal sejak tadi menatap Hanna diam- diam, namun Hanna tak tau. Dia lebih fokus berfoto dan bergaya.
Bersambung