
.
.
.
.
.
"Sayang, pesan dari siapa?" Tanya Gavin. Pria itu baru saja keluar dari kamar mandi dengan selembar handuk yang melilit pinggangnya, dan membiarkan dada bidangnya terekspos begitu saja.
Ghea tak menjawab, tapi dilihat dari tatapan matanya yang tajam dan menusuk Gavin merasa was-was. Karna tak ada respon dari istrinya, pak Gavin pun berinisiatif menghampiri istrinya.
Ni kondisinya cuma mereka berdua ya yang ada dikamar, Bocil lagi ngungsi ke kamar sebelah soalnya.
"Kenapa hm?" Tanya Gavin seperti biasa selalu lembut dan sabar, bahkan kini pria itu berjongkok dihadapan Ghea sambil sesekali mengelus perut buncit Ghea.
"Nggak papa! Awas ah, aku mau berdiri." seru Ghea dengan jutek. Ghea berusaha menyingkirkan Gavin dari hadapannya, namun apalah daya perutnya yang membuncit menyusahkan pergerakannya, yang ada Gavin malah memeluknya.
"Kenapa sih, jangan ngambek ah. Ini dirumah bunda loh." Ujar Gavin lembut.
Akhirnya mereka berdua diam dengan keadaaan Gavin memeluk tubuh Ghea. Ghea masih bungkam, dan Gavin masih tak ingin melepaskan Ghea sebelum wanita itu mengeluarkan uneg-unegnya.
"Sayang, hp aku mana?" Ucap Gavin. Hp nya ternyata ada disamping Ghea, Gavin pun meraihnya.
Pria itu sibuk mengotak-atik ponselnya dengan sebelah tangan yang masih senantiasa merengkuh pinggang Ghea. Namun tiba-tiba Gavin membelalakan bola matanya menatap terkejut ponselnya.
Wtf
"S-sayang kamu liat ini?" Tanya Gavin hati-hati .
Sebuah isakan kecil menjawab pertanyaan Gavin, sudah ku dugong kalo itu adalah suara tangisan Ghea.
Gavin pun panik mendengar isak tangis istrinya, pria itu langsung bangkit dan mendudukan tubuhnya disofa samping istrinya. Kemudian memeluk tubuh Ghea dan menenangkan istrinya itu.
"Sayang ini nggak kayak yang kamu pikirin, ini bukan-
"Hiks...Hiks..Daddy jahat!!! Ghe lagi hamil masa diselingkuhin!!! Ghe mau bilang ayah sama abang!!!!" Seru Ghea menangis meraung-raung sambil memukul dada bidang Gavin dengan membabi buta.
"Arrgghhhh Cecil!!"
"No No, sayang aku nggak selingkuh tenang dulu biar aku jelasin." seru Gavin sambil mengunci pergerakan kedua tangan mungil istrinya itu.
"Nggak mau, mau bilang ke ayah biar kamu di cincang!!" Seru Ghea masih dengan isak tangis nya. Gavin akhirnya menarik tubuh Ghea kemudian memangku Ghea diatas paha nya, membiarkan wanita itu meraung-ruang dalam dekapannya. Kini tangan pak Gavin sibuk mengetik sesuatu dalam ponselnya.
"Daddy lepasin huaaa!!!!!" teriak Ghea.
"Sayang jangan teriak dong, ntar ayah sama bunda denger." Ujar Gavin berusaha menenangkan istrinya itu.
"Biarin aja!!"
Cekitttt
"Aduh sayang, leher aku kenapa digigit? sakit yank, jangan gitu ah." ucap Gavin tanpa menyentuh leher nya yang habis digigit oleh Ghea. Kalo tanganya lepas dari pinggang Ghea, otomatis wanita itu akan kabur.
Ghea masih kesal dan marah, tapi tak mampu berkutik lagi. Jika benar suaminya itu selingkuh dibelakangnya, bisa dipastikan ia sendiri yang akan menyunat junior milik Gavin.
Udah dapet Cuppangggg di leher, eh dibawah malah ikut sesek karna tubuh Ghea terus bergerak memberontak.
Lengkap sudah cobaan Pak Gavin.
+62...............
•Permisi pak, maaf ganggu.
•Pak saya hamil
^^^•HEI MAKSUD KAMU APA BILANG GITU!!^^^
^^^•JANGAN KABUR YA KAMUU, KAMU HARUS TANGGUNG JAWAB.^^^
^^^•BALES CHAT SAYA BURUAN!!^^^
•Saya mau resign dari kantor pak, saya positif hamil. Saya nggak dibolehin kerja sama pacar saya.
^^^•KALO MAU CHAT JADIIN SATU PARAGRAF AJA,^^^
^^^ NGGAK USAH DIPISAH-PISAH!!! ^^^
^^^•ASAL KAMU TAU YANG BACA CHAT KAMU TADI ISTRI SAYA, DIA LAGI MARAH SAMA SAYA SEKARANG!!! SAYA NGGAK MAU TAU BESOK KAMU KE KANTOR JELASIN SAMA ISTRI SAYA!^^^
•Maaf pak saya nggak tau kalo yang baca istri bapak, besok saya ke kantor pak buat jelasin ke bu Ghea.
^^^•Y^^^
Emosi Gavin memburu karna tingkah salah satu karyawannya itu, minim adab! Bisa-bisanya dia bakal jadi bahan cincangan mertua gara-gara tuh satu karyawan .
Yang bikin heran lagi, bisa-bisanya masih pacaran udah hamil duluan. Begitulah pergaulan anak muda jaman sekarang, enak dulu nyesel mah belakangan.
"Sayang liat ini." ucap Gavin menyodorkan hp nya, Ghea hanya membalasnya dengan gelengan kepala pelan.
Hati Bu Ghea sudah hancur berkeping-keping!
"Nanti kalo baby nya keluar kita pisah ya, kan daddy udah ada baby lain yang musti dijagain." lirih Ghea.
"Ngomong apaan sih mom, nggak ada baby-baby lain! Baby kita ya baby kita, nggak ada yang lain. Dan satu lagi jangan ngomong pisah-pisah aku nggak suka!" seru Gavin.
"Tapi daddy selingkuh."
"Sayang aku nggak selingkuh, itu Cecil karyawan aku. Dia hamil dan dia mau resign dari kantor, dia dilarang kerja lagi sama pacarnya. Please dong jangan marah apalagi sampe ngomong aneh-aneh, aku sayang sama kamu mom." ucap Gavin sambil membingkai wajah sembab Ghea.
"Look at this." Seru Gavin kembali menyerahkan ponselnya pada Ghea. Dengan menyandarkan kepalanya didada Gavin, Ghea pun membaca perlahan isi percakapan chat tersebut.
Nah loh kan, salah paham.
Nih Si Cecil Nih biang keladi nya.
Musti dikasih paham besok.
Ghea mendongakmenatap Gavin kemudian mengucapkan kata 'maaf'
"Jangan marah lagi ya, besok kita temuin Cecil buat jelasin ke kamu." ucap Gavin.
"Nggak mau." tolak Ghea.
"Kenapa?" Ghea hanya menggeleng sebagai jawaban.
"Oke terserah kamu, yang penting sekarang kamu nggak marah sama aku kan mom?" Tanya Gavin.
"Enggak dad, aku percaya sama kamu." balas Ghea sambil memeluk leher Gavin menggunakan kedua tangannya.
Cup
"Love You. "
"Too."
_________
"PERMISI OM, TANTE BANGUN YUK JANGAN NGAMAR MULU, UDAH MAU MAGRIB NIHHH DISURUH IBU NEGARA TURUN!!! KITA SHOLAT DI MUSHOLLA BAWAH BURUANNN JANGAN AHIK-AHIK TERUS, PONAKAN GUA ENEG DIJENGUK AMA BAPAKNYA TEROSS!!!"
"Cil lari Cil."
Brugghh
"UNCLE TUNGGUIN ATHAN, ATHAN JATUH!!"
"Yaelah."
"DADDY MOMMY DIPANGGIL OMAAA."
________
Babay