
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ditempat lain Satya dan Gathan tengah menikmati weekend bersama sambil jajan cilok. Sedangkan dirumah, Gavin dan Ghea masih betah bermalas-malasan dikamar usai sarapan pagi yang tertunda tadi.
Gavin merebahkan kepalanya diatas dada Ghea dengan posisi tubuh tengkurap memeluk Ghea.
Nempel terosss Udah kek perangko!
"Dad." Panggil Ghea pada sang suami.
"Hm?" Balas Gavin, kesempatan emas bagi Gavin karna bisa bermanjah-manjah dengan Ghea karna si bocil ngungsi di tempat Uncle nya.
Karna dirumah aja, Ghea pun memakai pakaian yang santai dan nggak ribet, pilihannya jatuh kepada setelan hot pants dan juga tank top.
Dan si bapak Gapin cuma pake kolor doang, bisa ditebak akibat dari gesekan-gesekan kulit antara mereka berdua akan menimbulkan hasrat menggebu.
Ini baru gesekan, nggak tau ntar kalo udah gosokan, wkwkwk canda gosok.
"Aku pengen makan seblak tau yank." Ucap Ghea. Wanita itu kini tengah membayangkan betapa nikmatnya kuah seblak jeletot dengan tambahan rawit didalamnya.
"Merah mom." Seru Gavin sambil memperlihatkan salah satu buah dada milik Ghea yang memerah karna ulahnya.
Lu sedot mulu sih, merah kan jadinya!
"Kamu isep mulu sih, udah ah mimi nya ntar lagi." Ucap Ghea sambil menaikkan tank top nya.
Bukannya berhenti, Gavin malah memindahkan tubuhnya ke samping Ghea, dimana pepaya california milik Ghea yang satunya belum ia konsumsi. Pria itu membuka tank top milik Ghea dan kemudian kembali menghisap putıng milik Ghea yang satunya.
Ntar merah semua tau rasa lu!
Ghea hanya bisa pasrah dengan kelakuan suaminya itu, sekarang Gavin punya hobi baru yaitu mimi punya Ghea.
"Seblak?" Guman Gavin dengan mulut sibuk menghisap bulatan merah muda yang terdapat pada buah dada milik Ghea.
"Iya, yuk beli." Ajak Ghea dengan antusias.
"Beli dimana?" Sejenak Gavin menghentikan acara hisapannya.
"Diluar banyak dad, yuk cari." Ucap Ghea.
"Tumben pengen makan seblak?" Guman Gavin.
"Nggak tau juga kenapa, lagi pengen aja, dad." Balas Ghea.
"Padahal kan baru kita buat semalem, masa udah jadi aja." Ucap Gavin sambil mengusap perut datar Ghea.
"Maksudnya?" Tanya Ghea tak paham.
"Mungkin disini udah ada adik-adik Gathan, maybe kan?" Ucap Gavin.
"Sok tau banget ya anda!" Seru Ghea.
"Beli seblak tapi ada syaratnya, gimana?" Tawar Gavin.
"Syarat apaan? Jangan aneh-aneh ya!" Seru Ghea waspada.
"Satu ronde dulu gimana?" Ucap Gavin dengan kedua alis yang naik turun.
"Dih apaan, satu rondenya kamu mah lama. Ini aja masih remuk tulang-tulang aku, aku cuma mau makan seblak doang loh dad!" Seru Ghea.
"Yaudah, aku lagi mager keluar. Diluar panas juga tau nggak, mom." Ucap Gavin, pria itu menyusupkan kepalanya diantara bantal dan kasur dengan tubuh tengkurap.
"Dad, ayolahhhh pliss." Bujuk Ghea sambil menoel-noel lengan Gavin.
"Satu ronde mom." Balas Gavin.
"Dad."
"Mom."
Keduanya sama-sama tak ada yang mau mengalah, pada pengen menang sendiri emang.
"10 menit?" Ucap Ghea.
"Itu mana cukup, yang ada aku baru buka kolor waktunya udah abis." Balas Gavin.
"Ih kamu mah pelit, aku cuma minta tolong anterin beli seblak loh padahal." Gerutu Ghea merajuk.
"Didunia ini nggak ada yang gratis mom." Ucap Ghea.
"Tapi aku istri kamu loh, jangan pelit-pelit napa." Ucap Ghea.
"2 jam atau nggak sama sekali?" Ucap Gavin.
Lu kata mao beli cabe dipasar, pake acara nawar!
"Hoaaammmm ngantuk nih, bobok siang enak kali ya." Guman Gavin sambil pura-pura menguap biar aktingnya totalitas.
"Ih jangan tidur loh dad, seblaknya belum." Rengek Ghea.
"Beli online aja mom." Ucap Gavin berguman.
"Aku maunya sambil liatin masaknya , dad." Ucap Ghea.
Ghea lu kenape sih, lu ngidam atao gimane. Timbang pesen online aje ribet pake acara pengen liat masaknya segala, mau jadi host makan-makan lu?
yang gimane ye, yang gini nih "Endol surendol takendol kendol ngeunah"
Btw itu acara favorit emak gua ye.
"Aneh banget sih mom, bikin sendiri aja kalo mau lihat cara masaknya." Ucap Gavin, ucapannya barusan membuat Ghea kesal.
"Awas minggir sana!" Seru Ghea sambil mendorong kaki Gavin yang menimpa tubuhnya dengan kasar. Ghea bangkit dari kasur kemudian melangkah keluar dari kamar, jangan lupakan satu hal wanita itu membanting pintu kamarnya dengan keras bahkan pak Gapin sampe jantungan.
"SAYANG MAU KEMANA!!!?" Seru Gavin memanggil Ghea, namun Ghea tak menghiraukannya. Wanita itu tetep jalan lempeng gitu aja, dan juga menggerutu kesal.
"Yah nggak jadi satu rondenya." Guman Gavin.
Pria itu buru-buru menyusul istrinya yang keluar dari kamar. Gavin mengelilingi rumah guna mencari keberadaan istrinya.
Istrinya ini ngumpet dimana sih?
"Sayang kamu dimana, jangan main petak umpet ah buruan keluar." Seru Gavin.
Ada satu tempat yang belum Gavin kunjungi yaitu belakang rumah. Dibelakang rumah terdapat sebuah kolam renang lengkap dengan permainannya, juga ada beberapa pohon buah seperti pohon mangga dan rambutan.
Pria itu buru-buru berjalan menuju ke belakang rumahnya.
"SAYANG kamu dimana ??" Seru Gavin.
"Hiks hiks!!!!"
"Huaaa!!!"
"Daddy pelit!!!"
Gavin mendengar suara tangisan itu, Tapi ia tak melihat dimana sosok yang menangis itu. Pria itu terus mengedarkan pandangannya ke segala penjuru arah disekitar kolam renang.
Tiba-tiba Gavin merasa ada yang menimpuk kepalanya menggunakan benda kecil. Dan ternyata benar saja, sebuah kulit rambutan menghantam kepalanya dari arah belakang.
Pandangannya kemudian mengarah keatas pohon rambutan dibelakangnya.
"Astaga sayang, kamu ngapain manjat pohon disitu! Buruan turun!" Seru Gavin panik saat mengetahui istrinya tengah asik nangkring diatas pohon sambil memakan buah rambutan.
Bener kata Satya, Ghea adalah jelmaan monkey.
"Nggak bisa turun, dad!" Seru Ghea dari atas pohon. Sekarang Ghea malah panik karna nggak bisa turun.
"Gimana ceritanya bisa naik nggak bisa turun?" Ucap Gavin heran.
"Dad takuttt jatoh nggak bisa turun aku." Seru Ghea ketakutan.
"Jangan panik jangan panik, kamu coba tenang . Lompat dari atas pelan-pelan biar aku tangkap dari sini, pelan-pelan yank." Seru Gavin mengarahkan.
"DAD!!!"
"Lompat yank!!"
GREPP
Tubuh Ghea mendarat dengan mulus didalam pelukan Gavin. Wanita itu nemplok ditubuh Gavin layaknya seekor anak koala.
"Hiksss hiksss Ghea takut Ya Allah!!" Seru Ghea terisak.
"Its okey kamu udah aman sekarang." Ucap Gavin menenangkan istrinya. Bukannya tenang, tangis Ghea malah makin kencang.
"Kenapa lagi hm? masih pengen makan seblak? ayok beli?" Ucap Gavin melembut penuh dengan perhatian.
"Mau jambu air yang ada dibelakang rumah mamah, dad." Ucap Ghea pelan.
Fiks Ghea ngidam!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.