My Duda

My Duda
Eps 47



.


.


.


.


"Biar aku yang gendong yank." Ucap Gavin pada Ghea. Ghea pun mengangguk dan menyerahkan tubuh Gathan pada Gavin.


"Mau bobok sama mommyh." Rengek Gathan setengah sadar, bocah itu sudah benar-benar mengantuk tapi ia paksakan untuk tetap terjaga.


"Iya nanti bobok nya sama mommy, sekarang daddy gendong dulu ke kamarnya." Ucap Gavin sambil menepuk-nepuk punggung kecil Gathan.


"Ghea ke kamar dulu, semua. Jangan lupa istirahat ya, bye." Ucap Ghea.


"Duluan semua. " Pamit Gavin. Keluarga yang lain hanya menganggukkan kepalanya saja melihat pasangan baru itu pergi dari hadapan mereka.


"Abang kalo tamunya bener-bener abis, jangan lupa istirahat." pesan Bunda pada Satya.


"Iya Bunda." Jawab Satya.


______________


"Kamu mandi dulu gih yank, biar aku yang jagain Gathan." Ucap Gavin pada Ghea.


"Yaudah deh, aku dulu yang mandi. Kamu tunggu bentar ya." Balas Ghea dan mendapat anggukan kepala dari Gavin.


Setelah mengambil pakaian gantinya didalam tas, Ghea berjalan ke kamar mandi sambil menyeret gaunnya.


tiga puluh menit berlalu, Ghea keluar dari kamar mandi dengan mengenakan pakaian santai. Kaos polos dengan celana hot pants, itu adalah setelan favoritnya saat berangkat tidur.


"Buruan mandi yank, udah malem. Bajunya ntar aku siapin, tadi udah diambilin sopir mamah dari rumah." Ucap Ghea sambil melangkahkan kakinya mendekati sang suami. Tak lupa tangannya kini tengah sibuk menggosok-gosokkan handuk dikepalanya.


"Sayang kamu-


"Iya aku tau kamu sayang aku." potong Ghea terlebih dahulu.


"Bukan gitu ih!" Decak Gavin mendengus kesal.


"Ngambek, mulai ngambek." Cibir Ghea meledek Gavin. Gavin tak menggubris ledekan istrinya, pria itu memilih berdiri lalu melepas pakaian yang melekat di tubuhnya satu persatu.


"Hei, buka bajunya dikamar mandi aja ya ganteng!" Seru Ghea memberhentikan kegiatan lepas melepas baju Gavin.


"Kenapa kalo disini? Biar kamu bisa liat sekalian, emang kamu nggak mau lihat?" Ujar Gavin sambil mendekati Ghea, rupanya pria itu sengaja menggoda istrinya.


"Oh silahkan, mau kasih liat kan? Sini tunjukin biar aku liat. " Balas Ghea menantang dengan kedua tangan dilipat didepan dada.


Gavin mendekati Ghea dan berhasil merengkuh tubuh istrinya, kemudian memberikan sentuhan-sentuhan yang serrrrrr.


"Mau liat sekarang?" bisiknya dengan nada menggoda. Tanpa menjawab, Ghea langsung membalik tubuh Gavin dan mendorongnya hingga terjatuh di sofa. Gadis itu dengan santainya duduk dipangkuan Gavin.


Aduh Ghea kamu liar banget!


"Yes dad, i want to see it now!" Balas Ghea dengan suara yang dibuat seperti desahan, sambil menggigit kecil daun telinga Gavin.


Tak sengaja tetesan air dari rambut basah Ghea jatuh diatas permukaan kulit Gavin.


Sekarang sudah bisa dipastikan kalo Gavin merem melek karna perlakuan Ghea barusan.


"Sayang." Panggil Gavin dengan suara tertahan.


"Ish baru gitu aja udah tegang, heran gua sama para pejantan! Sok-sokan godain betina sih! " Batin Ghea.


"Hmm?" Balas Ghea sambil membelai jakun Gavin yang naik turun.


"Sayang aku mau-


"Buruan mandi keburu air yang aku siapin dingin!" Ucap Ghea kemudian bangkit dari pangkuan Gavin.


"Sayanggggg kamu jahat banget ih." Rengek Gavin sambil menahan tangan Ghea agar tak menjauh darinya.


"Aku? Aku ngapain sih ganteng." Balas Ghea pura-pura tak paham.


"Ini udah bangun loh, gimana?" Guman Gavin melas.


"Ya tinggal kamu tidurin lagi lah." Balas Ghea.


"Bantuin ih." Rengek Gavin, pria itu terus menempel pada Ghea.


"Buruan mandi, atau aku mandiin!" Ucap Ghea.


"Nggak ada mandi dimandiin, mandi sendiri udah gede juga!" Omel Ghea.


"Sayanggg."


"Buruan mandi, aku udah ngantuk mau tidur sama Gathan." Ucap Ghea.


"Oke fine." Balas Gavin, pria itu dengan langkah gontai berjalan menuju kamar mandi.


______________


"Sayang kamu udah tidur?" Panggil Gavin.


"Hmm." Balas Ghea dengan mata terpejam dan kedua tangannya memeluk tubuh mungil putranya.


"Itu namanya belum tidur sayang!" Balas Gavin. Pria itu segera merangkak naik ke atas kasur, menempatkan dirinya disamping Ghea. Ghea tidur meringkuk dengan posisi membelakangi Gavin.


"Sayang. " Panggil Gavin.


"Hmm?"


"The first night." Bisik Gavin.


"I know baby." Balas Ghea.


"Nyicil mau?" Tanya Gavin, kini pria itu sudah mendekap tubuh Ghea dari belakang.


"Ada Gathan, yank." Balas Ghea.


"Kalo nggak ada, boleh?" Tanya Gavin lagi.


"Udah deh, ini udah larut ada anak juga." Jawab Ghea.


Sunyi, sepi, gelap tak ada perbincangan lagi antara keduanya. Sebenarnya mereka berdua sama-sama belum tidur, entah apa yang ada didalam pikiran mereka masing-masing.


Memang tak ada suara, tapi secara diam-diam tangan Gavin mukai aktif dan menyelinap masuk kedalam kaos Ghea. Dielus lah perut rata Ghea dengan lembut, memberi sentuhan-sentuhan hangat, juga sensasi rasa geli yang hanya bisa dirasakan oleh Ghea saja.


Dari perut, kini tangan Gavin mulai mendaki lebih tinggi. Namun ada suatu hal yang membuat kegiatannya berhenti. Apakah itu?


"Yank, kamu.. itu kok anget? itu kamu nggak.. kok nggak ada tutupnya?" Guman Gavin bertanya-tanya.


"Nggak aku pake." Balas Ghea dengan mata terpejam.


"Kenapa? Biar nggak ngerepotin aku ya kalo-...


"Itu biar peredaran darah aku lancar! plis deh otak nya sekali-kali dicuci, di kucek, pake rinso, terus dibilas pake molto biar nggak otak kamu nggak kotor!" Gerutu Ghea.


Jadi Ghea punya kebiasaan sebelum tidur ia akan melepas br* nya dengan tujuan untuk melancarkan peredaran darah nya. Hal itu sudah ia lakoni sejak ia awal SMA, dan hingga sekarang masih ia terapkan.


"Oooo, nggak papa deh, aku malah suka." Balas Gavin.


Kini tangan Gavin sudah asik bermain di dua buah persik milik Ghea. Sedikit meremas, memijat, juga memilin gumpalan daging itu menggunakan jemarinya.


"Tangan kamu bisa nggak jangan nakal!" Ucap Ghea.


"Adaptasi sayang." Balas Gavin.


Lama-lama sentuhan Gavin membuat Ghea menggila, bisa-bisanya Gavin mempermainkannya.


Ghea membalik badannya menghadap Gavin, kemudian berkata, "Jangan sampe Gathan kebangun gara-gara denger aku teriak!" Ucap Ghea sambil menatap tajam Gavin.


"Tapi aku mau." Balas Gavin merengek sambil menunjuk nunjuk dada Ghea.


"Nggak bisa!" Balas Ghea.


"Dosa nolak suami!" Ucap Gavin.


"Tapi kan mphhh....


.


.


.


.


.


.