My Duda

My Duda
Eps 81



.


.


.


.


.


Kini keluarga kecil Gavin tengah berkumpul diruang tengah untuk menonton acara televisi bersama.


Dengan posisi Ghea berada ditengah-tengah antara bapak dan anak itu. Gathan memilih menjadikan paha Ghea sebagai bantalan tidur nya, sedangkan Gavin pria itu lebih memilih menyadarkan kepalanya dibahu Ghea sambil mencuri kesempatan untuk mencium pipi istrinya itu.


Bisa dibayangkan gimana perasaan Ghea saat berada diposisi itu, Tertekan wkwkwk.


"Diem dad." Ucap Ghea memperingati suaminya. Tangan Gavin sudah meluncur dipingganya dan entah apa yang dilakukan.


"Aku juga mau dipangku, mom." Ucap Gavin dengan nada merengek, pria itu iri dengan anaknya sendiri.


"Ngalah sama anak." Balas Ghea.


Gavin tak terima karna istrinya lebih mementingkan putranya ketimbang dirinya.


Yailah itu juga anak lu bang.


Gavin mengangkat tubuh Gathan dan memindahkannya disamping Ghea, kemudian secepat kilat ia merebut paha Ghea dan menjadikannya bantalan tidur.


"DADDY!!!" Sungut Gathan kesal. Lagi asik-asiknya rebahan eh maen dipindahin aje kan, siapa yang nggak keganggu coba.


Seolah tuli, Gavin tak menghiraukan seruan putranya. Ia malah menduselkan kepalanya dibalik kaos oblong yang dikenakan Ghea.


"Mommy, daddy ngapain?" Tanya Gathan sambil menunjuk wajah bapaknya yang bersembunyi dibalik baju Ghea.


"Em perut mommy agak mules sayang, jadi dipijitin daddy bentar." Terang Ghea berbohong, ya kali mau bilang kalo pak Gavin ngode pengen mimi.


"Athan juga mau pijit mommy, boleh?" Ucap Gathan pada Ghea.


"Nggak usah sayang ini udah agak mendingan kok, lebih baik sekarang mommy temenin Gathan tidur ya. Kan besok sekolah, nggak baik tidur malem-malem, ntar Gathan ngantuk pas belajar." Ucap Ghea.


"Iya mommy." Balas Gathan. Bocil itu juga tak terlalu penasaran dengan apa yang dilakukan oleh bapaknya, penjelasan Ghea sudah cukup membuatnya percaya.


"Dad keluar dulu, pindah kamar sana." Ucap Ghea.


"Susah dibuka mom, talinya mana sih?" Gerutu Gavin berdecak kesal. Dengan terpaksa Ghea menarik kepala Gavin agar keluar dari dalam bajunya.


"Bandel banget!!" Seru Ghea menatap tajam Gavin. Gavin hanya diam dengan muka melas, ngidam mimi kali ya?


"Aku mau nemenin Gathan tidur dulu, kamu jangan lupa matiin tv nya kalo mau naik." Ucap Ghea, Gavin hanya mengangguk sebagai jawaban.


Ghea pun beranjak dari ruang tengah, kemudian menuntun Gathan menaiki anak tangga dengan hati-hati.


Kamar Gathan


Dulu sebelum datang Ghea dalam hari-harinya, mungkin setiap malamnya Gathan akan tidur ditemani oleh Gavin. Namun sekarang beda, Gathan tak lagi memperdulikan Gavin karna ia sudah mendapat penggati yaitu Ghea yang sekarang menjadi sosok ibunya.


Dengan posisi miring, Gathan memeluk tubuh Ghea seperti biasa dan menjadikan lengan Ghea sebagai bantalan tidurnya . Pelukan hangat dan perlakukan lembut yang Ghea berikan membuat Gathan nyaman.


"Mommy." Panggil Gathan pada Ghea.


"Iya sayang?" Balas Ghea sambil mengusap lembut kepala putranya.


"Besok Athan ikut lomba lari disekolah." Ucap Gathan memberitahu.


"Iya sayang mommy udah dikasih tau sama nenek tadi sore. Besok mommy temenin Gathan ya, mommy mau kasih semangat buat anak mommy ini." Ucap Ghea.


"Serius mommy?" Tanya Gathan.


"Iya sayang." Balas Ghea menyakinkan putranya. Terlihat jelas raut wajah senang diwajah pria kecil itu.


"Makasih mommyh." Seru Gathan senang.


"Kiss mommy dong." Ucap Ghea, Gathan pun langsung mencium kedua pipi Ghea.


Muacchhh


Muacchhh


"Athan sayang mommy, sama adik." Seru Gathan.


"Mommy sama adik juga sayang sama kakak." Balas Ghea.


"Sekarang bobok ya udah malem." Ucap Ghea dan mendapat anggukan kepala dari Gathan.


"Mimpi indah jagoan mommy." Guman Ghea, tak lupa wanita itu meninggalkan kecupan selamat tidur untuk Gathan.


Setelah memastikan Gathan tidur dengan aman, tak lupa selimut yang menempel pada tubuh kecil Gathan, juga guling yang ia taruh dipinggaran kasur tempat tidur Gathan, Ghea mematikan lampu kamar milik Gathan. Setelah itu ia baru keluar dari kamar putranya.


Ia menengok sebentar ke lantai bawah, lampunya sudah mati begitu pula dengan tv nya yang sudah tidak menyala. Itu menandakan jika suaminya sudah naik ke atas, atau lebih tepatnya sudah mapan ke kamar.


Ghea pun segera masuk kedalam kamarnya.


Ceklek


"Sayanggg lama banget." Rengek Gavin sambil menendang kakinya diudara seperti anak kecil yang tengah merajuk.


Baru aja si bontot kelar, udah nongol aje tingkah bapaknye.


"Kenapa hm?" Setelah menutup pintu kamarnya, Ghea langsung mendekati suaminya yang terlihat uring-uringan diatas kasur.


"Kamu kok lama banget dikamar Gathan? ngapain sih." Gerutu Gavin mendumel kesal.


Bapak Gavin yang terhormat anda kenapa? kemasukan? atau belum minum obat?


"Ayo sini tidur." Ucap Ghea sambil merentangkan kedua tangan agar Gavin mau memeluknya.


Kalo Gavin mah langsung sikat, nggak kayak Bang Sat yang nyali patungan.


Canda Bang sat, kita kan prend✌🤙🤞


Gavin langsung menghambur memeluk tubuh Ghea dengan erat dan menyembunyikan wajahnya diantara kedua gunung kembar milik Ghea.


Entah sejak kapan atasan Ghea terlepas dari tubuhnya, yang pasti itu ulah pak Gapin.


Kini keduanya sudah berbaring anteng diatas kasur, Gavin mah anteng kalo udah dapet mimi.


"Aku besok mau main ke kantor kamu, boleh kan?" Tanya Ghea sembari menyugar surai hitam milik Gavin menggunakan jemarinya.


"Boleh, jam berapa? kamu jam kosong?" Tanya Gavin.


"Heem, paginya mau nemenin Gathan ikut lomba disekolah, ntar sekalian makan siang bareng gitu sekali-kali." Jawab Ghea.


"Boleh sayang, boleh banget sayang." Balas Gavin sambil bermanja-manja dengan kedua mainan favoritnya.


"Tidur ya, udah malem besok kan kerja." Ucap Ghea dengan lembut.


"Minta Kiss." Seru Gavin sambil mendekatkan bibirnya pada bibir Ghea.


Muachh


Setelah mendapat kecupan singkat dari Ghea, Gavin kembali menyusu dengan antengnya.


"Kamu mau mimi sampe tidur?" Tanya Ghea.


"Hem, ntar dilepasnya pas aku udah tidur aja ya." Jawab Gavin.


Yaudah lah Ghea cuma bisa pasrah, suaminya lagi pengen dimanjah emang.


Ghea membiarkan Gavin menyedot payudara miliknya, dan sambil mengelus-elus kepala pria itu agar cepat tidur.


Seperempat jam berlalu, hisapan Gavin mulai kendor itu artinya si bapak Gapin udah tidur kan. Dengan perlahan Ghea mengeluarkan putıngnya dari dalam mulut Gavin, namun tunggu..


"Sayanggg mimi nya mana?" Rengek Gavin dengan mata terpejam.


"Shutttt tidur lagi ya." Guman Ghea kembali mengusap-usap kepala Gavin dengan lembut dan membiarkan Gavin menghisap putıng nya lagi.


Setelah mendapat apa yang ia mau Gavin terlihat lebih tenang.


Gimana nggak tenang, dapet asupan sambil tidur!


.


.


.


.


.


.


like yuk komen juga ya