
.
.
.
.
.
Sore itu tidak terjadi adegan smackdown diatas ranjang atau sebagainya. Murni mandi doang, tapi kali ini Gavin jadi big baby boy. Bapak nya Gathan itu pengen dimandiin sama emaknya Gathan.
Nah kan kangen sama sentuhan mommy Ghea.
Ntar giliran disentuh tegang.
"Sini keringin dulu rambutnya, mas." Ucap Ghea menyuruh Gavin mendekat padanya. Pria itu masih bertelanjang dada sambil mengotak-atik ponselnya.
"Sayang liat ini deh." Ucap Gavin sambil menujukkan gambar dalam ponsel pintar miliknya.
"Apa?" Tanya Ghea.
"Pecel lele?" Tanya Ghea setelah melihat gambar dari ponsel Gavin.
"Hm, pengen aku yank." Ucap Gavin sambil memeluk tubuh Ghea.
Jadi posisinya tuh Gavin lagi duduk manis dipinggir kasur nah mom Ghea berdiri didepannya gitu sambil megangin handuk kecil buat ngeringin rambutnya pak Gavin.
Tau lah gimana posisinya, nemplok kek kadal ye kan.
"Tapi aku udah masak loh, resep baru dari bunda." Balas Ghea.
"Menu baru? apa?" Tanya Gavin sambil mendongakkan kepalanya.
"Gurame, tapi aku goreng sama ada sambelnya juga." Jawab Ghea.
"Masih mau pecel lele?" Sambung Ghea.
"Nggak ah, mau cobain gurame masakan kamu aja." Balas Gavin.
"Plin plan sekali anda ini." Cibir Ghea, yang dicibir cuma nyengir aja.
"Oh iya dedek bayi nggak rewel kan?" Tanya Gavin mengusap perut datar Ghea.
"Nggak lah kan dedek bayinya nggak mau nyusahin mommy nya." Jawab Ghea.
"Oh iya tadi aku udah beli test pack dan udah aki tes sekalian, penasaran nggak sama hasilnya?" Ucap Ghea.
"Sini kasih liat dong, aku juga penasaran." Ucap Gavin.
Ghea bangkit dari hadapan Gavin kemudian ia mengambil sesuatu yang ia simpan didalam tas yang ia bawa ke kampus tadi.
Tau kan apaan.
"Buka tanganku." Ucap Ghea.
Gavin pun membuka genggaman tangan Ghea, dan yang didapatkan adalah sebuah benda kecil bernama test pack. Dengan teliti ia mengamati benda kecil itu, ekspresinya random, garuk-garuk kepala, mijit pelipis, sampe dipelototin tuh test pack nya.
"Positif kan yank?" Tanya Gavin bingung.
"Jadi kamu nggak tau itu artinya apa?" Ucap Ghea tak percaya.
Bener-bener dah, masa udah punya bontot satu masih kagak paham ama artinya tuh testpack.
"Ya ampun dad, serius nggak tau artinya?" Tanya Ghea lagi.
"Aku sebenernya tau yank, tapi lupa garisnya satu atau dua kalo positif." Ucap Gavin.
"Ih kamu mah bikin bete, masa gitu aja nggak tau!" Dumel Ghea menjauhi Gavin.
"Eh bentar-bentar, aku tau aku inget. Yang garisnya dua positif kan." Ucap Gavin, bisa gawat kalo sampe lupa.
"Nggak tau, aku lupa!" Seru Ghea.
"Jadi disini bener-bener ada adek bayinya kan?" Guman Gavin sambil mengusap perut datar Ghea.
"Hm." Balas Ghea.
"Kiss." Pinta Gavin mendongakkan kepalanya.
Tadi anaknya sekarang bapaknya, begitulah Ghea jadi rebutan anak ama suami.
Cup
"Mom tau nggak kalo disini udah mulai keluar asinya." Seru Gavin dengan sebelah tangannya yang sibuk memainkan buah dada Ghea.
"Hm, oh ya?" Balas Ghea.
"Iya serius, kamu cek sendiri deh kalo nggak percaya." Balas Gavin.
"Itu kan punya aku, gimana mau ngecek ngadi-ngadi kamu ya!" Seru Ghea.
"Hehe iya lupa, rasanya kayak ada manis manisnya gitu." Ucap Gavin.
Udah kek merk aer mineral ye ada manis-manisnya.
"Yaudah berarti mulai sekarang kamu mimi nya dikurangin, ini asinya disiapin buat dedek nanti kalo udah lahir. Kasian kan baru lahir nggak dapet apa-apa udah keduluan kamu abisin." Seru Ghea.
"No!!! Itu kan masih lama mom, lagian kan itu keluarnya belum lancar banget jadinya harus rajin aku perah biar makin hari makin lancar keluarnya." Balas Gavin mencari alasan.
Bilang aja lu mau mimi tiap malem.
"Tetep nggak boleh, mulai malem ini mimi nya dikurangi jadi seminggu sekali okey sayang ku." Ucap Ghea sambil menepuk-nepuk pipi Gavin.
"Mommyh." Rengek Gavin memasang ekspresi seperti anak kecil yang tengah merengek sesuatu pada ibunya.
"Apa sayang." Balas Ghea.
"Masa seminggu sekali, udah kayak sholat jumat aja seminggu sekali." Protes Gavin.
"Udah jangan banyak protes, mending seminggu sekali ya kan daripada nggak sama sekali." Ucap Ghea.
"Tapi kan-
"Ayok buruan turun, Gathan pasti udah nungguin kita kelamaan." Potong Ghea terlebih dahulu.
"Nggak mau seminggu sekali!!" Seru Gavin menahan Ghea.
"Becanda doang sayang, ayo turun Gathan pasti udah nungguin kita. " Balas Ghea meyakinkan Gavin.
"Becanda doang kan?" Tanya Gavin memastikan .
"Iya."
"Kiss lagi." Pinta Gavin.
Dan akhirnya pun terjadi silahturahmi antara bibir punya Pak Gavin dan Mom Ghea. Bukan cuma cup doang, tapi ****-emutan bentar gitu biar berasa.
Jangan sampe silahturahmi bibir berlanjut menuju silahturahmi....
Kasian bocil nunggunya kelamaan sampe lumutan.
.
.
.
.
.
.
edisi gabut maap.