My Duda

My Duda
Eps 50



.


.


.


.


Flasback~


"Anjir cakep bener subhanallah." Guman Satya.


Disini cuma Satya doang yang ngomong anjir pake subhanallah. Jangan ditiru ya para pembaca ku yang masih bocil.


"Pak Pak?" Wanita itu berusaha menyadarkan lamunan Satya sambil melambai-lambaikan telapak tangannya didepan wajah Satya.


"Eh astaga, iya Sa?" Balas Satya dengan kikuk.


"Tempat meetingnya disebrang pak, mari nyebrang dulu." Ucap Teressa.


Bisa pas gitu ya mimpiin Tessa.


"Oh Iya ayo." Ucap Satya.


Keduanya beriringan menyeberangi jalan tersebut. Lokasi tempat meeting itu tak terlalu jauh dari kantor Satya, jadi Teressa mengusulkan untuk berjalan kaki saja. Dan Satya pun mau-mau aja.


Cieee Satya, kesempatan dalam kesempitan cihuiii!!🤣🤣🤣


Selangkah lagi Teressa akan sampai di seberang jalan, namun dari arah samping ternyata ada kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. Menyadari hal itu, Satya langsung menarik tubuh Teressa agar terhindar dari pengendara ugal-ugalan tersebut.


Posisinya tuh kayak yang di sinetron-sinetron gitu, tau lah kalian semua. Posisi yang bikin dag dig dug serr.


"Astagfirullah." Guman Teressa terkejut. Bukannya melepas Satya malah menahan tubuh Teressa dan menatap wajah cantik didepannya itu. Jarak wajah mereka berdua sangat dekat, entah apa yang ada di pikiran Satya saat itu.


Namanya juga cowo kan, kepancing dikit lah si Satya. Jin, iblis, setan mulai menghasut Satya dari samping kiri.


"Ayo Satya, cium wanita itu. Kamu akan memilikinya setelah ini, bila perlu kau ajak wanita itu ke hotel, tuntaskan hasratmu." Bisik Jin, iblis, dan setan.


Yang bikin ngakak, Jin, iblis, dan setan tau ada hotel dari mana woyyy. Mengakak 😭


"Jangan lakukan itu Satya, itu akan menyakiti wanita itu. Bayangkan jika wanita itu adalah ibu atau adikmu, jangan lakukan itu Satya. Carilah cara halal supaya kau bisa memilikinya." Bisik Malaikat.


Namun napsu Satya malah meninggi setelah mendapat support dari Jin, iblis, dan setan tadi. Kali Ini mereka berhasil menghasut salah satu cucu adam ini.


Satya diam menatap wajah Teressa, wajahnya tak lama semakin mendekat. Tangannya sudah siap menangkup wajah Teressa. Namun......


**Plak!!


Plak**!!


"ASTAGA TUYULLL!!! NGAPAIN ADA DIKAMAR GUA HAH!" Bentak Satya, pria itu terkejut saat mendapati bocil tidur disampingnya.


"HUAAAA MOMMYYY UNCLE SATYA MARAHIN ATHAN!!!!! HUAAA MOMMY!!" Teriak Gathan sambil menangis.


Eh? Lah.


Ternyata Satya malah menguyel-uyel wajah Gathan saat memimpikan Teressa tadi, hal itu tentu membuat aktivitas tidur Gathan terganggu.


Saat terbangun, Gathan tak menemukan sosok mommynya. Yang ia dapat adalah Satya yang tengah tidur sambil menguyel-uyel pipinya.


"Uncle Satya wake up!" Seru Gathan sambil berusaha melepaskan tangan Satya dari wajahnya. Namun Satya malah makin menjadi, pria itu dengan gemas mencubit kedua pipi gemoy milik Gathan. Lama-lama Gathan pun kesal, bocah itu lantas menggeplak wajah Satya dua kali.


Plak!!


Plak!!


...__________________________...


"Cil, udah jangan nangis dong. Uncle nggak sengaja suer dah, jangan ngadu sama mommy lu oke." Ucap Satya mencoba menenangkan Gathan yang menangis bersedu-sedu.


"Awas lu Nyet, ulah lu ini gua yakin!" Batin Satya. Pria itu sudah menyiapkan materi untuk mengomeli adiknya nanti.


"Iya-iya, jangan nangis Cil. Ayo uncle anter ke kamar mommy lu." Ucap Satya. Gathan hanya mengangguk sambil merentangkan kedua tangannya minta digendong, Satya pun mengangkat tubuh kecil Gathan dalam gendongannya.


Dengan perasaan dongkol dan kesal, pria itu keluar dari kamarnya sambil menggendong Gathan.


Flasback off~


"Ada apa bawa-bawa bunda, apa yang mau dilaporin sama bunda? Sini-sini lapor sama bunda." Ucap Bunda Citra yang tiba-tiba hadir diantara adik berkakak itu.


"Ha? bunda ngapain disini?" Tanya Satya gelagapan.


"Mau manggil kalian buat sarapan, oh iya Gathan udah bangun belum? Bangunin gih kalo belum bangun." Ucap Bunda Citra.


"Udah kok bund, itu ada didalem." jawab Ghea.


"Oh iya, tadi apa yang mau dilaporin sama bunda? Siapa yang mau lapor tadi." Ucap Bunda Citra, Satya kira bundanya sudah melupakan pertanyaan itu tapi nyatanya ingatan bunda sangatlah tajam.


"Nggak ada kok bund, yuk sarapan yuk bund." Ucap Satya mengalihkan pembicaraan ibunya. Pria itu sudah bersiap menggiring ibunya untuk pergi dari kamar Ghea, tapi bukan bunda namanya kalo nggak di urus dulu.


"Apaan sih bang, ngalihin pembicaraan kamu ya! Kamu juga belum mandi, yang nggak mandi nggak ada sarapan-sarapan!" Tegas Bunda.


"Awww aduh perut Satya sakit nih, semalem Satya lupa makan tau nggak bund. Kita turun dulu yuk bund, bunda temenin Satya sarapan dulu." Ucap Satya dengan suara dibuat-buat agar terlihat lemah didepan bundanya.


"Astaga kenapa sampe lupa makan sih, ayo-ayo kita turun dulu. Bunda temenin." Ucap Bunda Citra dengan rasa khawatir.


Yes!


Satya menang sodara!


"Awww ayo bund, aduh ini perut Satya sakit banget kek ditusuk-tusuk piso." Ucap Satya.


Setelah ini dosa Satya langsung dicatat sama malaikat karna berani-beraninya boongin emaknya sendiri.


"Ditusuk piso kek, pake jarum kek, pake samurai sekalipun kek, kagak peduli gua." Celetuk Ghea.


"Bodo amat." Balas Satya dengan malas.


"Udah katanya laper, ayo makan dulu. Keburu sakit lagi perut kamu." Ucap Bunda Citra pada Satya.


Dengan santai Satya mengikuti langkah Bunda Citra dari belakang. Namun sebelum itu, abang laknat itu menjulurkan lidahnya meledek sang adik.


"Udah nggak usah emosi, abang kamu dia juga." Ucap Gavin pada Ghea.


"Iya abang, tapi bikin naik darah." Balas Ghea sambil memeluk tubuh Gavin.


"Ayo masuk, bersih-bersih dulu abis itu baru turun. Gathan juga belum mandi kan." Ucap Gavin sambil mengelus punggung istrinya.


"Heum..." Balas Ghea.


Keduanya pun kembali masuk kedalam kamar untuk membersihkan tubuh mereka terlebih dahulu.


.


.


.


.





Allooooo? Kesasar nggak nih?