
"HAH? GIMANA? AYANG NGAJAK LEA NIKAH? OMG!!"
Gathan membelalakan matanya menatap tak percaya Alea. Tenyata gadis itu masih berada didepan pintu ruangannya. Dan sekarang Alea tengah berdiri dihadapannya dengan ekspresi yang dibuat menggemaskan, namun bagi Gathan itu terlihat sangat menggelikan.
"Bang Gathan mau nikahin Lea ya?" Tanya gadis itu sambil meremat tangannya dan terlihat malu-malu kucing garong.
Gathan mengeryitkan dahinya, gadis dihadapannya ini tenyata bisa berubah kepribadian dalam waktu sekejap saja. Benar-benar bunglon.
"Ngawur kamu, mana kepikiran saya nikahin cewek urakan katak kamu!" Seru Gathan sambil menoyor kening gadis itu ke belakang.
"Ngawur apanya, jelas-jelas tadi Lea denger sendiri bang Gathan mau jadiin Lea istrinya abang. Tapi, masa iya Lea harus berubah penampilan jadi wanita sholehot?" Ucapnya.
"Sholehah!" Koreksi Gathan.
"Iya itu maksudnya."
Ah, Gathan jadi kepikiran untuk bisa jaga jarak dengan gadis itu. Sepertinya Alea tidak akan mungkin mau mengenakan pakaian tertutup, maka dari itu Gathan akan menyuruh Alea melakukan hal itu sebagai alasan untuk bisa mendekati nya.
"Nah itu, itu salah satu syarat supaya kamu bisa deket-deket sama saya. Saya nggak mau punya gebetan modelan kayak kamu, malu-maluin kalo dibawa keluar." Seru Gathan.
"Emang malu-maluin banget ya?" Guman Alea sambil menatap penampilan dirinya sekarang.
"Banget, maka dari itu saya nggak mau deket-deket sama kamu." Jawab Gathan.
Tiba-tiba Alea lari tunggang langgang menyembunyikan dirinya dibelakang sofa didalam ruangan Gathan. Awalnya Gathan bingung, tapi sesaat kemudian ia paham jika ada seseorang yang akan datang ke dalam ruangannya.
"Eh mom, kok balik lagi?" Tanya Gathan saat mengetahui ternyata mommy nya lah yang kembali datang ke ruangannya.
"Kunci mobil mom ketinggalan nggak sih?" Tanya Ggea. Wanita itu main nyelonong begitu saja kemudian menelisik sofa tempat duduknya tadi untuk mencari kunci mobil yang hilang.
"Ya ampun, akhirnya ketemu. Mommy kira bakalan ilang loh." Guman Ghea setelah mendapatkan benda kecil yang ia cari.
"Udah ketemu ya mom?"
"Iya sayang, udah kok. Kamu ngapain berdiri disini, emang kerjaan kamu lagi longgar? Kok keliatan santai banget." Kata Bu Ghea.
"Emm iya, gitu. Anu Gathan itu olahraga! Ya olahraga, habisnya pegel mom kalo duduk kelamaan." Jawab Gathan spontan.
"Jangan capek-capek, jaga kesehatan itu penting. Kalo capek buruan istirahat, ntar kamu sakit lagi." Pesan Bu Ghea pada putra sulungnya itu.
"Oke mom.''
"Ya udah mommy turun dulu, kasian Glory kepanasan nungguin kunci mobil. Sampai ketemu dirumah dear, bay."
___________
Siang masih berlanjut, begitu juga interaksi Gathan dan Alea.
Alea belum jadi pulang karena saat ini luka benjol dikepalanya masih diobati oleh Gathan. Karena tak hati-hati saat bergerak, kepala Alea terbentur oleh ujung lemari nakas. Dan berakibat benjol pada keningnya.
Sebenarnya tadi bisa saja Alea menemui mommy-nya Gathan, dan menyapanya. Tapi kembali lagi ia sadar diri, penampilannya sangat tidak karuan. Mana ada seorang ibu yang mau anaknya berkencan dengan gadis urakan sepertinya
Apalagi ia tadi mengintip jika penampilan Mommy-nya Gathan sangat modis, elegan, dan fashionable sekali. Berbeda dengannya yang tak paham sama sekali dengan hal seperti itu.
"Yang lain ada yang luka nggak?" Tanya Gathan.
"Ada." Jawab Alea.
"Yang mana?" Alea meraih tangan Gathan dan mengarahkannya kepada bagian dada kanannya. Belum sampai menyentuh bagian itu, buru-buru Gathan menghempas tangan Alea begitu saja.
"Otak kecil kamu itu isinya apa sih, kotor mulu perasaan." Decak Gathan kepada Alea.
"Yang sakit tuh hati, bukan payudaraa! Pikiran abang aja yang kotor, emang bisa megang hati secara langsung? Mikir dong." Balas Alea mengomeli Gathan tak kalah garang.
"Astaga, bisa nggak sih ngomongnya di filter dikit? Kamu itu cewe!" Seru Gathan.
"Ya habisnya abang nuduh Lea yang enggak-enggak, ati Lea sakit tau bang! Gini-gini Lea juga punya perasaan." Suaranya terdengar bergetar, saat Gathan lihat tenyata gadis itu mengusap air matanya dengan kasar.
"Huftt,, sorry maaf. Saya kira cewek kayak kamu bakal kebal sama omongan pedes kayak gitu. Maaf, saya nggak ada maksud ngerendahin atau jelekin kamu." Gathan jadi tak enak karena omongannya yang ia ucapkan kepada Alea terbilang berlebihan. Walau itu sesuai kenyataan, Gathan tetap merasa tak enak.
"Saya minta maaf, jangan nangis lagi." Ucap Gathan kembali.
"Nggak mau tau, Alea nggak mau pulang kalo perut Lea belum kenyang!" Rajuk gadis itu sambil melipat tangannya didepan dada.
"Iya saya beliin, tapi saya dimaafin ya?" Ucap Gathan.
"Iya!" jawab Alea.
"Yaudah tunggu sebentar, saya pesenin makanan dulu." Ucap Gathan.
Demi apapun meladeni Alea lebih menyusahkan ketimbang mengurus adiknya, Glory. Selain sifatnya yang bunglon, ternyata Alea juga baperan.
____________
TBC