
.
.
.
.
.
"Nenek Kakekk!!!" seru Gathan dengan riang menghampiri kakek dan neneknya yang berkunjung kerumah orang tua Ghea.
Jadi hari ini Kedua orang tua Gavin datang kerumah sang besan tanpa memberitahukan kabar terlebih dahulu, tak lupa membawakan peliharaan kesayangan sang cucu siapa lagi kalo bukan Gembul.
"Uluh uluh cucu nenek betah ya tinggal dirumah oma, nggak kangen sama nenek hm?" Ibu mertua Ghea itu nampak melepas rindu dengan sang cucu.
"Athan kangen sama nenek, tapi Athan jagain mommy disini nek." lapor Si bocil.
"Cucu nenek emang hebat, sayang banget sama mommy ya." Ucap Mamah Wina.
"Iya nek, Athan sayang mommy sama adek juga." balas Gathan.
"Mamah tadi kesini naik taksi apa disopirin?" Tanya Ghea menghampiri sang mertua.
"Dianterin sama sopir, sayang." jawab Mamah Wina.
"Gimana, sehat kan baby nya?" Tanya Mamah Wina sambil mengusap perut buncit sang menantu.
...Hasil kerja rodi pak Gavin~...
"Sehat mah, alhamdulillah." balas Ghea dengan senyum tipisnya.
"Ayahmu kemana nak, dirumah kan?" giliran Papah Harry yang bertanya tentang keberadaan sang besan.
"Ada pah, lagi dibelakang. Ituloh lagi ngurusin ikan-ikan yang diternak dibelakang." jelas Ghea.
"Oh iya, kata Gavin sekarang ayahmu ternak ikan ya? Tapi papah bawa si gembul nih, nggak papa kan. Takutnya ntar malah ugal-ugalan karna banyak ikan disini hehehe." Ucap Papah Harry diselingi candaan.
"Ish si papah mah, si gembul kan vegetarian hahaha." timpal Ghea.
Keluarganya asik sekali ya.
"Ih ini ada besan kok bunda nggak dipanggil sih dek, ayo-ayo masuk. Kakek sama neneknya kesini kok nggak disuruh masuk sih gantengnya omaa nih." seru Bunda Citra yang terus mengoceh tak henti. Wanita itu baru saja keluar dari belakang.
"Ayahhhh ini loh besan kita dateng!!" teriak Bunda memanggil sang suami.
"Hehe maaf ya telat nyambut, kalian nih mampir tapi nggak bilang-bilang loh." Ujar Bunda Citra.
"Apasih bund?" Tanya Ayah yang baru datang.
"Ada besan nih loh."
"Eh, bro Harry sama Jeng Wina nih, udah lama apa baru nih." sapa Ayah Juan.
"Kita baru sampe kok, Juan." balas Papah Harry.
_____________________
"Gathan maem dulu sayang, ntar dimarahin mommy kamu loh kalo nggak makan." seru sang nenek pada cucunya yang lagi bad mood buat makan.
Si bocil lagi ngambek gegara pas bangun bobok siang emaknya nggak ada disamping dia, nangis dah tuh bocah. Padahal udah dijelasin sama nenek dan oma nya kalo mommy nya lagi nyari rujak ditemenin sama para kakek-kakek.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Mommyh huaaaaa!!!!"
Gathan langsung berlari menghampiri mommynya, kedua lengan kecilnya langsung melilit tubuh Ghea.
"Eh, anak genteng nya mommy udah bangun tidur hm? Cepet banget bangunnya tumben," Ucap Ghea sambil membelai wajah tampan Gathan.
"Mommy jangan ninggalin Athan pas Athan bobok, Athan takut myhh." seru Gathan dengan bibir mencebik lucu.
"Duh maafin mommy ya, habisnya adeknya pengen makan rujak nih. Nggak tega kalo mau bangunin kakak dulu." sesal Ghea dengan ekspresi dibuat sedih agar si bocil percaya.
Tapi kan emang gitu kenyataanya.
"Dimaafin nggak nih?" Tanya Ghea sambil menoel pipi tembem Gathan.
"Yaudah yuk makan dulu, dari tadi Gathan belum maem loh. Ntar perutnya sakit lagi." Bunda Citra masih berusaha membujuk cucunya agar mau makan.
Jadi Gathan enak banget yak, punya famili yang sayang dan perhatian banget ama tuh anak. Jarang-jarang nih nemu keluarga yang begini.
Jadi anak yang sholeh ya ganteng, jangan lupa banggakan emak bapak.
"Kok belom makan sih, ini udah sore loh sayang, ayo makan mommy suapin." seru Ghea.
"Ayo mommy." balas Gathan yang kemudian langsung meraih tangan Mommynya kemudian mengandengnya .
"Cucu kita tuh ya, kalo udah sama mommy nya mesti nempel terus kayak lem, nggak mau pisah." seru Bunda Citra sambil menatap putri dan cucunya itu.
"Iya, sayang banget ya Ghea sama Gathan. Makasih loh jeng, dulu udah ngijinin Gavin nikah sama Ghea, beruntung banget Gavin sama Gathan." balas Mamah Wina.
"Namanya juga jodoh kan ya udah ada yang ngatur kan, lagian mereka berdua juga sama-sama cinta loh jeng." Ucap Bunda Citra .
"Iya ya, dulu Gathan loh semangat banget kalo nyeritain tentang mommy nya, saya pun telat denger kabar kalo Gathan udah ada calon mommy waktu itu." jelas Mamah Wina.
"Yang penting sekarang udah sama-sama ya kan, udah bahagia, bentar lagi kita mau nyambut cucu kita loh jeng." Ucap Bunda Citra menimpali .
"Bener banget itu mah jeng." balas Mamah Wina.
__________________
"Hellow epribadeh, Satya pulang yuhuuu. Pesanan datang nihh, senggol dong."
Sudah bisa ditebak suara indah siapa itu. Yap Satya.
Sebenarnya Gavin juga pulang bersamaan, namun pria itu tak seheboh kakak iparnya. Ia memilih untuk mengucapkan salam sebelum masuk kedalam rumah mertuanya.
"Daddy!!! Uncle Satya!!" Teriak Gathan, bocah itu langsung berlari menyambut kedua superheronya itu. Namun bukan Gavin yang mendapatkan pelukan dari Gathan, tapi Satya. Bocah itu langsung bergelayut pada leher Satya.
Untuk pak Gavin, anda dapet jatah langsung dari bu Ghea, silahkan diambil.
Karna tak kebagian Gathan, Gavin pun langsung menghampiri istrinya. Seperti biasa, pelukan hangat dan kecupan manis dikening Ghea.
"Assalamualaikum anak-anak daddy."
"Waalaikumsalam daddy."
"Aman kan?"
"Aman dong, nggak rewel dedek bayi nya." balas Ghea.
"Oh iya, sosis sama daging-dagingannya ready kan?" Tanya Ghea.
Bumil itu tadi meminta pada Gavin agar nanti saat pulang dibawakan bahan-bahan makanan untuk bakar-bakar dibelakang rumah nanti malam.
Bakar-bakar yang dimaksud adalah BBQ-an ya sodara-sodara.
"Ready nih." balas Gavin sambil menujukkan tentengan kresek yang ia bawa, tentu saja berisikan bahan-bahan pesanan sang istri.
"Mandi dulu ya, ntar bantuin nyiapin dibelakang."
"Iya sayang."
"Oh iya, mamah sama papah main kesini, ada di dapur sama bunda sama ayah." Ucap Ghea memberitahu suaminya.
"Oh ya? aku nggak dikasih tau malahan." balas Gavin.
"Ngapa lu mencap-mencep gitu mukanya? iri ya?" ledek Satya pada bocah tampan dalam gendongannya itu.
"Ndak og, Athan ndak iri." balas Gathan yang berusaha setegar mungkin dihadapan pamannya wkwkwk ngakak.
"Makanya kalo bapak pulang kerja disambut, bukan dicuekin." seru Satya sambil menjawil pipi tembem Gathan.
"Nih anak kalian nih cemburu, kalo romantis-romantisan diajak ngapa, iri nih si bocil." seru Satya.
"Gathan mandi sini sama daddy barengan." seru Ghea.
"Athan mandi dulu Uncle, bayyy Uncle muacchhh." seru Gathan yang kemudian berpindah kedalam gendongan sang ayah.
"Bayy bocil." balas Satya
________________
Babay.