My Duda

My Duda
Eps 79



.


.


.


.


.


"Ara sini!" Seru Ghea memanggil sahabatnya itu. Yang dipanggil pun segera ngacir mendekati Ghea.


"Iya Ghea, ada apa manggil Ara?" Tanya Gadis imut itu.


"Ntar pas balik lu anterin gua ke apotik ye." Ucap Ghea.


"Ke apotik ngapain? kamu mau beli obat? Ghea sakit apa?" Tanya Ara beruntun.


"Kagak gua bukan sakit, cuma mau beli alat tes aja. Udah ntar pokoknya lu anterin gua ye, pulangnya sama gua aja naik taksi, Bagas bilangin awas sampe lu ninggalin gua." Seru Ghea.


"Oh oke-oke, ntar Ara tungguin kok." Balas Ara.


Siangnya~


"Aaaaaaaaaaa Oh god!!!"


Ara yang mendengar teriakan Ghea dari dalam kamar mandi dibuat terkejut oleh Ghea, nggak ada angin nggak ada hujan kenapa Ghea teriak, pikirnya.


TOK


TOK


TOK


"Ghea, Ghea kenapa teriak-teriak? Ghea kenapa buka pintunya!!" Seru Ara dari luar sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi itu.


Tak lama kemudian Ghea keluar dari kamar mandi dan langsung menghambur memeluk tubuh mungil Ara.


Nah Si Ara masih loading, nggak paham tu bocah.


"Ghea kenapa sih, aneh tau nggak." Ucap Ara.


"Gua seneng, gua seneng!!" Seru Ghea terhura, nggak disangka air matanya netes.


"Iya seneng kenapa, Ara nggak paham Ghea." Seru gadis itu.


"Liat ini." Seru Ghea menunjukkan benda kecil didalam genggaman tangan nya.



"Maksudnya apaan Ghea?" Guman Ara mengamati benda kecil itu sambil garuk-garuk kepala.


Kudu di colokin dulu ini mah.


"Gua hamil Ara!!" Seru Ghea.


"Ha? h-hamil? Ghea hamil?" Pekik Ara terkejut, Ghea hanya menganggukkan kepala nya sebagai jawaban.


"Itu artinya Ara jadi onty dong?" Ucap Ara masih diselimuti rasa keterkejutannya.


"Iya." Jawab Ghea.


"Huawaaaaaa selamat Ghea, Ghea mau punya baby dan Ara jadi Onty yeayy!" Seru Ara sambil memeluk tubuh Ghea dengan girang.


Kesenangan orang nggak bisa diukur dengan apapun itu, hal sederhana juga bisa buat orang bahagia. Contohnya Ara, dia ikut seneng denger kabar kalo Ghea hamil, bestie kalian gimana? Kalo kalian punya happy news, apa mereka juga ikut bahagia?


Hmm.


Skip.


Ghea udah bilang sama Gavin kalo hari ini dia pulangnya naik taksi sama Ara, sekalian langsung kerumah Mamah Wina buat jemput Gathan.


"Mommy perutnya mommy kok ndak besar-besar, adiknya mana myh?" Tanya Gathan sambil memeluk perut Ghea.


"Sabar ya sayang, Gathan nggak sabar ya mau jadi kakak." Ucap Ghea sambil mengusap lembut kepala putranya.


Jadi posisinya tuh Ghea lagi masak di dapur, nah mungkin karna si bocil gabut akhirnya milih nemenin emaknya masak.


Gathan berdiri didepan Ghea sambil memeluk tubuh Ghea, untung nggak kejepit tuh bocah soalnya Ghea kasih jarak antara etalase dapur.


"Mau ajak main adik mom." Ucap Gathan.


"Hm, Gathan mau adik boy or girl?" Tanya Ghea.


"Boy 2 girl 1." Jawab Gathan.


Ternyata Gathan masih kekeh pengen punya adek 3 guys, w kira udah lupa.


"Kenapa nggak girl nya aja yang 2, kenapa musti satu." Ucap Ghea.


"Nanti biar adik Athan yang boy bisa jagain adik Athan yang girl." Jawab bocah itu, ya maklum lah kan masih bocil. Pikirannya cuma maen, jajan, ama tidur.


"Terus Gathan ngapain?" Tanya Ghea.


"Jagain mommy." Jawab Gathan.


"Terus daddy?"


"Daddy kerja buat belanja mommy, buat jajan Athan, sama buat beli susunya adik-adik nanti." Jawab Gathan dengan polosnya.


"Uhhhh anak mommy pinter banget sih, sini mommy kiss." Gathan mendongakkan kepalanya dan akhirnya ia mendapat kiss pipi dari mommy nya.


Romantis banget kan emak dan anak yang satu ini, kalo Satya apa kabar? Nggak bisa kayak gini ya, yang ada malah dilirik tajem setajem gorok ye bang, Sabar ya Bang:)


"Daddy pulang!" Seru seseorang.


Ghea dan Gathan sama-sama menoleh kearah sumber suara, siapa lagi kalo bukan Pak Gavin.


Gavin langsung menghampiri Ghea dan memeluk tubuh istrinya itu dari belakang guna menyalurkan rasa rindunya selama seharian ini, tak memperdulikan si bocil yang masih ada disana.


"Mandi dulu, dad." Ucap Ghea mengingatkan.


Jadi gini aje ye, kalo didepan Gathan manggilnya mommy ama daddy. Kalo berdua aja manggilnya mas ama sayang gitu aja kali ye.


Ya udah gitu pokoknya!


"Mau kangen-kangenan dulu sama kamu." ucap Gavin dengan bibir yang sibuk menyusuri area leher mulus milik Ghea, kebetulan banget pas rambutnya Ghea lagi digelung cepol gitu.


"Ada anak mu itu loh dad, mbok yo dikontrol dikit kelakuannya!" Seru Ghea.


"Daddy mandi sana, daddy bau acem." Seru Gathan dengan menjepit hidungnya menggunakan tangannya sambil mendorong tubuh tegap Gavin.


Ya nggak bakalan ke geser lah ganteng, bapak lu badannya gede.


"Mana ada, daddy masih wangi kok, ya kan mom." Ucap Gavin mencoba meminta pembelaan dari Ghea.


"Iya bau asem kamu, dad. Makanya buruan mandi sana." Ucap Ghea menimpali.


"Wlekk apa Athan bilang, daddy mandi sana jangan deket-deket Athan sama mommy, kita udah mandi, udah bersih sama harum ya kan mommy, ya kan mommy?" Ucap Gathan meledek bapaknya.


"Wah siapa yang udah mandi, coba sini daddy cium udah harum apa belum." Seru Gavin menggoda Putranya. Dengan gerakan cepat, Gathan kembali bersembuyi dibalik tubuh emaknya.


"Mommy, daddy nakal mom. Daddy jangan deket-deket Athan ya, Athan sudah mandi! Ntar bau asem kayak daddy." Seru bocah itu.


"Sini keluar, daddy mau lihat anak daddy yang udah mandi." Seru Gavin yang masih tak menyerah menggoda putranya.


"Mommyyyhh." Rengek Gathan mengadu.


"Dad, udah buruan mandi sana." Ucap Ghea memperingati.


"Bentar mom."


"Nah kena!!" Seru Gavin saat ia berhasil mengangkat tubuh Gathan dan memeluknya erat, seolah menularkan bau asem yang melekat di tubuhnya.


"Daddy lepasin Athan, dad!!!" Teriak Gathan histeris.


"Nih nih daddy bau asem nih." Ucap Gavin.


"Mommy, daddy nih mom nakal mom." Seru Gathan sambil memukul-mukul tubuh bapaknya.


"Dad dibilangin buruan mandi juga, jangan gangguin Gathan ih." Decak Ghea kesal.


Gavin melepaskan Gathan, kemudian kembali menempel pada tubuh Ghea.


"Ayo mom temenin mandi." Rengek Gavin sambil memeluk tubuh Ghea.


Kemaren Ghea yang agresif sekarang ganti Pak Gavin yang nglunjak.


"Daddy udah besar harus mandi sendiri, kenapa minta ditemenin mommy?" Sungut Gathan tak suka.


"Ini beda lagi urusannya boy." Balas Gavin.


"Apa bedanya daddy?" Tanya Gathan.


"Kalo dimandiin sama mommy itu-


"Udah ayo aku siapin airnya, ayo ke kamar dad." Seru Ghea memotong ucapan suaminya sebelum Gavin bicara ngelantur sama anaknya.


"Hehe ayo mom." Balas Gavin sambil cengengesan.


"Gathan tungguin mommy sama daddy diruang tv ya, tv nya masih nyala nanti diganti film upin upin, jangan nonton AZAB nggak boleh." Ucap Ghea pada Gathan. Gathan hanya bisa menuruti ucapan emaknya.


Setelah itu Gavin langsung menyeret Ghea dan membawanya menuju ke kamar.


Dan terjadilah.....


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.