
.
.
.
.
.
"Daddy bangun." seru Bu Ghea seperti biasa membangunkan suaminya di pagi hari.
"Sayang, aku nggak ke kantor ya hari ini. Aku capek mau bobok dulu, ntar jam 9 baru dibangunin." racau Gavin sambil kembali menarik selimut nya.
"Tapi kamu harus nganter Gathan ke sekolah dad." ucap Ghea sambil mengusap kepala suaminya.
"Katanya bareng mau Noah?"
"Tapi kan mereka beda sekolahnya." jawab Ghea.
"Tapi sekolah Noah kan ngelewatin sekolah Gathan, mom."
"Yaudah tidur lagi aja, nanti aku bangunin." final Bu Ghea.
Gavin masih mengantuk dikarenakan mereka berdua semalam begadang. Bukan perihal ngadon, tapi begadang gegara ngurusin para bocil yang rewel tengah malem. Awalnya baby Gheva yang nangis, tapi selanjutnya sodara nya yang satu ikutan kebangun dan nangis.
Ya sudahlah, nikmati aja fase ini.
Setelah itu Bu Ghea berganti menyiapkan keperluan putra sulungnya, yap Gathan bro.
Saat memasuki kamar putranya, nampak Gathan tengah duduk selonjoran diatas lantai sambil berusaha mengikat tali sepatu mungilnya itu. Namun sepertinya Gathan kesusahan mengikat simpul itu, dan Bu Ghea pun langsung menghampiri putranya.
"Si kakak mau sekolah nih, udah belajar ngiket sepatu sendiri. Bisa nggak, sini mommy bantuin." ucap Ghea.
Gathan membiarkan ibunya itu mengikatkan kedua tali sepatunya dengan rapi.
"Mommy kok bisa? Athan ndak bisa-bisa." keluh bocah tampan itu.
"Nanti mommy ajarin yah, sekarang kita sarapan habis itu nunggu jemputan Uncle Satya sama Kak Noah, okey." ucap Ghea dan Gathan pun menganggukkan kepalanya dengan patuh.
Ghea keluar dari kamar Gathan sambil menjinjing tas kecil Gathan dan menggandeng jemari mungil milik putranya itu.
"Mommy, daddy sama adek masih bobok?" tanya Gathan sambil menunjuk kerumunan ketiga laki-laki beda generasi itu yang masih anteng memejamkan matanya sambil tidur diatas kasur.
"Iya sayang, semalem daddy bantuin mommy nenangin adek pas rewel, makanya daddy masih ngantuk." jawab Ghea.
"Athan mau kiss adek, boleh mommy?" tanya Gathan yang meminta persetujuan dari mommy nya.
"Boleh, tapi pelan-pelan ya." balas Ghea. Lagi-lagi bocah tampan itu menganggukkan kepalanya dengan patuh.
Kaki mungilnya bergerak pelan sambil berjinjit-jinjit agar tidak meninggalkan suara. Kelakuan Gathan tentu diamati oleh mommy nya, Ghea hanya tersenyum melihat tingkah menggemaskan putranya itu.
"Mommy bantuin naik." ucap Gathan dengan suara kecil menyerupai bisikan.
Ghea mengangkat tubuh Gathan kemudian meletakkannya diatas kasur tepat ditengah-tengah antara daddy dan adik-adik.
"Ih dek Ghavi lucu ya, bibirnya komat-kamit hihihi." guman Gathan yang merasa gemas dengan ekspresi adik pertamanya itu.
Tangan nakalnya mulai aktif menyentuh pelan pipi sang adik, ditusuk-tusuk lah pipi bulat itu menggunakan jemari telunjuknya, saking gemasnya Gathan melakukannya beberapa kali.
"Mommy, dek Ghavi bangun?" seru Gathan takut-takut jika Ghea akan memarahinya.
Bayi mungil itu bergerak gelisah dalam tidurnya, tak lama kedua matanya terbuka lebar kemudian menatap sekelilingnya dengan mata sayu itu.
Oekkk....oekk..
Ghavi menangis dengan keras, reflek Gathan pun menjauhkan tubuhnya dari bayi mungil itu.
"Mommyh?"
"Nggak papa sayang." seru Ghea menenangkan ketakutan putranya.
"Gathan bangunin daddy sebentar ya, suruh nemenin Gathan sarapan. Mommy mau ganti popok nya adek dulu, kasian popok nya adek udah penuh." ucap Ghea pada Gathan.
"Daddy, daddy bangun." seru Gathan sambil menggoyang-goyangkan bahu ayahnya.
"Daddy bangun." seru Gathan yang terus berusaha membangunkan Ayahnya itu.
"Dad, bangun sebentar bantuin Ghe." seru Ghea.
Tak lama Gavin pun mengerjapkan matanya dan menatap wajah Gathan dengan tanda tanya.
"Kenapa?" lirihnya.
"Daddy bantuin Gathan siap-siap ya, ini si adek popok nya penuh mau aku ganti. Minta tolong ya dad." ucap Ghea.
Sebenarnya Ghea juga tak tega jika harus membangunkan suaminya lagi, tapi mau bagaimana lagi ia tak mungkin mengurus dua anak sekaligus, masa mau ganti popok Ghavi sambil nemenin Gathan sarapan? Nggak kan.
"Ohh...iya mom." balas Gavin.
"Come have breakfast, boy." seru Gavin. Ia bangun kemudian langsung mengangkat tubuh Gathan dan menggendongnya.
Cup
"Morning kiss, baby." seru Gavin usai meninggalkan kecupan singkat pada bibir ranum istrinya.
Cup
Muacchhh
"Morning kiss, mommy."
Mereka sangat manis bukan? beruntung sekali Ghea memiliki mereka.
"Too baby."
"Babay mommy, adek, kakak mau sarapan dulu sama daddy muacchhh ."
Setelah itu tubuh Gathan dan Gavin menghilang dibalik pintu. Gavin membawa putranya menuju dapur, dan menemaninya sarapan. Untuk masalah makanan, Ghea sudah menyiapkan pagi-pagi buta tadi.
"Daddy nanti pulang sekolah Athan mau main sama Kak Noah ya?" izin Gathan pada ayahnya itu.
"Bukannya Kak Noah pulang siang? Gathan mainnya ntar sore aja, sekalian kerumah oma ditemenin sama mommy juga." ucap Gavin .
"Nanti mommy mau kerumah oma, daddy?"
"Yes boy."
"Yeay main sama Kak Noahh!" seru Gathan dengan riang.
Kegiatan sarapan terus berlanjut, dan Gavin menyuapi putranya itu dengan telaten seperti saat Ghea menyuapi Gathan.
Hingga beberapa saat kemudian, datanglah Satya dan Noah menjemput Gathan. Walau sekolah kedua anak itu berbeda, Gathan sangat antusias bisa berangkat dengan sepupunya itu.
___________________
Babay.
Ntar kek nya langsung di skip beberapa bulan kemudian ya kawan2, biar tidak kelamaan.
Gud nait all.