
Gathan, bocah tengil bestie dari Satya, kini sudah menjelma menjadi sosok pemuda tampan dan LAKIK. Selain ganteng dan pintar, ia juga anak sholeh dan tidak sombong juga rajin sedekah.
Kini dirinya disibukkan dengan kegiatan kantor, ia memilih mengikuti jejak sang daddy, yaitu memimpin perusahaan. Bisa dibilang perusahaan itu masih kategori kecil, jauh dari milik daddy nya. Tapi Gathan yakin, sesuatu yang kecil akan berkembang suatu saat nanti.
Untuk urusan percintaan, sebenarnya Gathan belum punya gebetan. Tapi akhir-akhir ini kehidupannya diteror oleh gadis SMA bernama Alea.
Keduanya pertama bertemu disebuah bengkel, sangat tidak romantis bukan. Dilihat dari perawakan, Alea ini mirip dengan mommy nya. Gadis tomboy. Awalnya Gathan tak menghiraukan pertemuan tak disengaja itu, namun makin kesini gadis itu semakin menujukkan ketertarikannya kepada dirinya. Ini bukan Gathan yang kepedean, tapi kenyataanya memang seperti itu.
Seperti saat ini, Gathan kedatangan tamu tak diundang dikantornya. Seorang gadis dengan seragam sekolah putih abu-abu yang mulai mengetat, jangan lupakan rok nya juga sangat pendek.
Dalam hati Gathan mengucap istighfar.
"Kamu ngapain kesini sih? Kurang kerjaan banget gangguin orang lagi kerja!" Ketus Gathan tak senang dengan kehadiran gadis itu.
"Mau ngajak lunch bareng, yuk yuk gue traktir." Kata Alea.
"Saya sudah makan siang. Kamu pulang sana, jangan ganggu saya!" Seru Gathan.
"Yaelah bang, gue ini gabut, makanya nemuin lo. Lagian timbang makan siang doang, jual mahal bener." Ceplos Alea no filter, no saringan, asal jeplak.
"Kamu itu cewe, nggak sepatutnya berperilaku kayak gini. Lihat, baju kamu udah ngetat gini masih dipake, emang nggak sesek? Rok-nya juga, nggak mampu beli seragam baru atau ini emang gaya fashion kamu sih." Gathan mencincing atasan seragam Alea yang kelihatan mengecil itu.
"Iya ini sebagian dari gaya fesyen gue, keren kan bang." Jawab Alea. Gathan menggelengkan kepalanya heran, kenapa Tuhan mempertemukan diri nya dengan salah satu makhluk bikini bottom ini?
"Daripada kamu saya cuekin disini, mending pulang aja. Kerjaan saya masih banyak!" Gathan memilih menyibukkan diri dengan tumpukan berkas penting diatas meja kerjanya.
"Nggak papa, ntar kalo gue bosen gue balik. Sekarang gue mau numpang duduk disini dulu, okey." Ucap Alea. Dengan tak tau dirinya ia duduk diatas sofa yang ada didalam ruangan Gathan, bahkan dengan santai ia menyilangkan kakinya diatas meja.
Gathan mendesis kesal, "Kaki kamu yang sopan!" Sentak Gathan. Buru-buru Alea menurunkan kakinya, dan duduk dengan gaya anggun dan elegan.
"Biasa aja duduknya, nggak usah dimaju-majuin dadanya, kayak triplek gitu mana minat saya!" Sindir Gathan tanpa menatap Alea.
Gadis itu mendengus kesal, ia mengamati bagian tubuhnya yang terlihat bohay itu. Heran, kenapa Gathan malah menyebutnya datar seperti triplek? Ntar ngerasain baru nagih, ups!
Karena bosan diabaikan oleh Gathan, Alea memilih untuk menelisik benda-benda yang ada didalam ruangan Gathan. Tangan terampilnya mulai aktif menyusuri rak demi rak buku. Padahal ia sama sekali tak paham dengan susunan buku tebal tentang bisnis itu, namun ia memaksakan agar terlihat keren didepan Gathan.
Gathan menghela nafas, "Kan udah saya bilang, ini bukan tempat kamu!" Seru Gathan.
"Tempat gue emang dimana?" Tanya Alea.
"Alam kubur." Celetuk Gathan asal.
"Wah ngadi-ngadi, ngajak baku hantam lo, hah? Sini serlok serlok gelut kita!" Seru Alea tersulut emosi.
Gathan mengeryitkan dahi, "Kamu sinting apa gimana sih? Jarak kita aja cuma lima meter, serlok apaan? Lokasi kita juga jadi satu kalo dilihat di maps, ada-ada aja."
"Abisnya lo ngeselin banget!" Gerutu Alea.
"Terserah."
Terlintas ide jahil didalam benak Alea. Ia akan menggoda Gathan dengan cara sedikit menjijikkan.
Jemari nya mulai menyusuri dada bidang Gathan daei belakang pemuda itu. Gathan sempat tersentak kaget mendapatkan perlakuan seperti itu.
Sedangkan Alea malah tertawa terbahak-bahakdidalam hati melihat ekspresi Gathan yang terlihat tegang. Tangannya semakin aktif menyusuri leher Gathan, dan berakhir memainkan jakun pemuda itu yang terlihat naik turun.
"Kam-"
"Sttttt, gimana, yakin nggak minat sama di triplek ini?" Bisik Alea dengan nada sensual. Hembusan nafas yang menerpa telinga Gathan membuat dirinya merinding.
"Stop, kamu jangan aneh-aneh!" Seru Gathan sambil menghempas tangan Alea yang masih mengalung di lehernya.
"Ini mah wajar, yang aneh itu kalo gue minta -"
Ceklek
____________
TBC