
Buat yang lagi rebahan sambil maen hp, skuy lah dilanjut bacanya.
Jangan lupa like dulu ye.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Udah agak mendingan kan? perlu panggil Dokter nggak, yank?" Tanya Gavin.
"Nggak perlu dad, mungkin kebanyakan makan rujak aja kemaren. Ini udah mendingan kok" Jawab Ghea.
"Yaudah, aku siapin Gathan dulu." Ucap Gavin dan mendapat anggukan kepala dari Ghea.
"Gathan sini nak, pake dulu seragam kamu." Seru Gavin memanggil putranya.
"'Athan ndak sekolah daddy." Ucap Gathan, tubuh bocah itu masih polos tanpa sehelai kain pun.
Gathan duduk di dekat Ghea yang tengah bersandar dikepala ranjang.
"Kenapa nggak sekolah, ayo sayang buruan udah daddy bikinin omelet buat sarapan kamu. Mommy nggak bisa masak, lagi nggak enak badan, sini dipake dulu seragam nya." Ucap Gavin.
"Jangan lupa minyak telonnya, dad." Ucap Ghea mengingatkan suaminya.
"Mommy, Athan ndak mau ke sekolah. Athan mau jagain mommy aja, mommy sakit kan?" Ucap Gathan penuh perhatian pada Ghea.
"Cuma pusing doang sayang, Gathan harus ke sekolah ya nggak boleh bolos ntar di cariin temen-temen sama Miss disekolah. Mommy bisa jaga diri sendiri kok." Ucap Ghea sambil mengusap lembut kepala putranya.
"Tapi Athan mau jagain mommy." Kekeh Gathan.
"Buruan dipakein baju, dad. Ntar masuk angin Gathan." Ucap Ghea pada suaminya.
Gavin pun mengangkat tubuh Gathan dan mendekatkan dengan dirinya.
Walau bocah itu terus mengoceh saat Gavin memakaikan seragam untuknya, Gavin tetap menyelesaikan tugasnya memakaikan baju untuk Gathan.
"Nah selesai!" Seru Gavin.
"Sekarang kita sarapan oke." Ucap Gavin.
"Sini mommy sisirin rambutnya." Ucap Ghea sambil menyuruh Gathan mendekat. Gathan pun kembali mendekati emaknya, kemudian setelah itu Ghea mulai menyisir rambut putranya.
Karna sejak selesai subuh tadi Ghea terus bolak-balik kamar mandi, alhasil Gavin berinisiatif untuk membuatkan sarapan sederhana untuk istri dan anaknya.
"Aku kok bubur?" Protes Ghea saat Gavin menyuapinya dengan semangkuk bubur.
"Lagi sakit jangan makan yang aneh-aneh, udah makan bubur aja paling bener." Ucap Gavin.
"Aku pengen kayak punya Gathan loh, dad." Rengek Ghea sambil melirik piring makanan Gathan yang berisikan nasi putih lengkap dengan omelet dan taburan bawang goreng diatasnya.
Beuh...sedap!
"Mommy mau ini?" Tunjuk Gathan pada omelet yang ada dipiringnya.
"Mau mau!" Jawab Ghea cepat.
Gathan memotong kecil omelet dipiringnya menggunakan sendok, kemudian dengan hari-hati ia menyuapkan omelet itu pada Ghea. Dan Ghea dengan senang hati menerima suapan makanan dari putra kecilnya itu.
"Makasih kesayangan mommy!" Seru Ghea.
"Sama-sama mommy." Balas Gathan dengan menampilkan senyum manisnya.
"Terus buburnya siapa yang makan?" Tanya Gavin menatap anak dan istrinya.
"Aish kalian ini, yang sakit siapa yang makan bubur siapa." Gerutu Gavin.
*******
"Aku anterin Gathan ke sekolah dulu, Ntar aku balik lagi mom." Ucap Gavin berpamitan pada Ghea.
"Emang kamu nggak ke kantor, dad?" Tanya Ghea.
"Istrinya lagi sakit masa suaminya ngantor, jahat banget tuh." Ucap Gavin, Ghea hanya terkekeh mendengar ucapan suaminya.
"Yaudah iya hati-hati dijalan, anterin Gathan sampe depan kelas ya." Ucap Ghea.
"Iya sayang, oh iya kamu udah minta izin nggak ngampus kan?" Tanya Gavin.
"Udah tadi sama Ara lewat chat, moga nggak lupa tu anak." Balas Ghea.
"Mommy, Athan berangkat ke sekolah dulu ya. Nanti selesai sekolah Athan langsung pulang nemuin mommy. Dadah mommy, muachh!" Seru Gathan.
"Dadah kesayangan mommy, belajar yang pinter ya. " Ucap Ghea, tak lupa kecupan manis menghujani wajah tampan Gathan . Hampir setiap pagi Ghea selalu mengingatkan Gathan agar giat dalam belajar, hal itu tentu bukan tanpa alasan. Tentu Ghea ingin anaknya tumbuh cerdas dan juga pintar seperti dirinya dan sang suami.
"Iya mommy." Balas Gathan.
"Assalamualaikum." Seru Gavin dan Gathan bersamaan.
"Waalaikumsalam." Balas Ghea.
..._____________________________...
Satu jam kemudian~
Sesuai dengan ucapannya tadi, setelah mengantar Gathan ke sekolah, Gavin akan langsung pulang ke rumah untuk menemani istrinya yang sedang tak enak badan.
"Sayang aku pulang." Seru Gavin yang sudah menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Tumben nggak nyaut, biasanya langsung tereak dari kamar.
Eh lupa, kan Ghea lagi nggak enak badan.
Gavin pun segera masuk kedalam kamarnya.
"Mom, aku pulang ini telur gulung pesenan kamu." Seru Gavin.
"Sayang?"
Lah kok Ghea kagak ada, dimana ni orang .
Gavin mengelilingi kamarnya guna mencari keberadaan istrinya, dari ruang ganti yang ternyata kosong kemudian beralih ke kamar mandi.
Ceklek
Saat membuka pintu kamar mandi, Gavin dikejutkan dengan keberadaan Ghea yang tergeletak tak berdaya diatas lantai.
Panik!
"Sayang!!!"
.
.
.
.
.
.
.
.
Dikit aje, kalo rame baru lanjut😌😙