My Duda

My Duda
Eps 59



.


.


.


.


.


Kini Keluarga 3G sudah berada di salah satu supermarket untuk berbelanja. Keduanya berkeliling supermarket sambil mendorong troli belanjaan yang ditumpangi oleh Gathan.


Bocah itu bener-bener lagi mager!


"Karbo udah, mie instan udah, sayur udah, bumbu dapur juga udah, kurang proteinnya aja. Kita ambil susu, daging, sama telur ya buat protein nya." Ucap Ghea.


"Iya yank." Balas Gavin. Mereka pun akhirnya keliling supermarket lagi.


"Mommy mommy!" Panggil Gathan pada mommy nya. Ghea segera pun menoleh ke arah putranya.


"Iya sayang, kenapa?" Tanya Ghea pada putranya.


"Mommy keranjang nya penuh, Athan ndak bisa gerak." Seru Gathan dengan wajah melas.


Astaga keranjangnya penuh, si bocil kejepit!


"Astaga dad, itu anaknya kenapa nggak diturunin coba. Liat deh kejepit barang belanjaan!" Seru Ghea mengomeli suaminya yang mendorong troli.


"Lucu tau nggak mom, Gathan liat sini dong Daddy mau foto Gathan ." Seru Gavin dengan antusias sambil mengarahkan kamera ponselnya pada Gathan. Terlihat Gathan mengerucutkan bibirnya dengan wajah ditekuk kesal. Tubuhnya dihimpit oleh barang-barang belanjaan Ghea.


"DADDY!!!!" Jerit Gathan dengan muka garang. Para pembeli lain pun mengalihkan perhatian mereka pada Keluarga 3G itu. Bisa dibayangkan betapa malunya Ghea saat ada di posisi itu.


"Ahahahaha, see mom. Gathan lucu banget." Seru Gavin terkekeh sambil menunjukkan gambar Gathan yang ia ambil barusan kepada Ghea.


"Bisa dibilangin nggak!" Seru Ghea penuh penekanan, mata Ghea sudah melirik kesana-kemari untuk mengode suaminya.


"Hehe, iya mom." Balas Gavin sambil nyengir. Pria itu lantas menyimpan ponselnya disaku, kemudian mengangkat tubuh Gathan dari dalam troli. Setelah terbebas dari keranjang penuh belanjaan itu Gathan langsung berlari menghambur pada Ghea. Bocah itu hobi sekali memeluk kaki Ghea.


"Mommy, daddy nakal mom. Marahin mom." Ucap Gathan mengadu pada Ghea.


"Iya sayang, ntar dirumah mommy marahin, Gathan jangan sedih oke." Ucap Ghea pada Gathan. Bocah itu hanya menganggukkan kepalanya dengan patuh, dan entah mendapat keberanian dari mana bocil lima tahun itu menjulurkan lidahnya meledek sang ayah.


Wah nggak bener nih!


"Mom, Gathan julurin lidahnya ke daddy, mom." Seru Gavin yang kini gantian mengadu pada Ghea.


"Gathan nggak boleh kayak gitu, sayang." Tegur Ghea pada Gathan. Bocah tampan itu terlihat murung setelah mendapat teguran dari sang mommy.


"Mommy nggak marahin Gathan, cuma ngingetin Gathan kalo sama orang yang lebih tua harus sopan ya, nggak boleh main-main lidah gitu." Jelas Ghea memberi pengertian pada putranya dengan lembut.


"Yes mom. " Balas Gathan pelan.


"Hahahaha daddy menang, boy!" sorak Gavin membatin.


Tapi nggak mantep kalo nggak ribut dulu kan, dulu Satya sekarang gantinya ada Gavin. Bapak satu anak itu pun dengan sengaja gantian menjulurkan lidahnya pada sang putra, seolah berkata bahwa ia lah yang menang.


"Mommy, daddy main-main lidah mom." Seru Gathan sambil menunjuk bapaknya yang tengah meledek dirinya.


"Aku nggak-


Cup


"Daddy tolong diem ya, jangan rusuh, kita diliatin orang-orang." Ucap Ghea setelah memberi kecupan bibir pada suaminya itu. Dan bener saja, daddy Gavin langsung diem dong setelah dapet vitamin C dari mommy.


"Oke mom!" Balas Gavin dengan sumringah.


"Mommy huaaaa, mommy....hiks hiks." Secara tiba-tiba Gathan mengeluarkan tangisnya membuat emak dan bapaknya terheran.


"Gantengnya mommy kenapa, hm?" Tanya Ghea, kemudian wanita itu mengangkat Gathan dalam gendongannya.


"Mau kiss kayak daddy hiks...hiks..." Jawab bocah itu masih dengan tangisannya.


"Sini mommy kiss, mau kiss mana? sini?" Gathan mengangguk.


"Sini?" Gathan kembali mengangguk.


"Sini lagi?" Lagi lagi Gathan mengangguk.


Ghea menghujani banyak kecupan manis pada wajah putranya, semuanya dapet bagian!


"Udah ya jangan nangis oke." Ucap Ghea.


"Sini juga mommy." Pinta Gathan sambil menunjuk bibir mungilnya. Ghea sudah bersiap mengecup bibir mungil itu, namun bukan bibir Gathan yang ia dapat, tapi bibirnya pak Gavin!


Hadeuh si bapak maen sosor, sikat, tikung jatah anaknya sendiri!


"Ini punya daddy ya! Cuma daddy yang boleh kiss bibir mommy!" Seru Gavin tak mau dibantah.


"Ndak mau, Athan mau kiss ini." Seru Gathan.


"Nggak bisa ya, itu punya daddy!" Seru Gavin memprotes. Gavin lngsung menurunkan Gathan dari gendongan Ghea, kemudian pria itu dengan leluasa mengecup bibir Ghea berkali-kali didepan anaknya.


Muacchhh


Muacchhh


Muacchhh


"Kalian jangan ngajak ngomong mommy ya! Mommy lagi mogok ngomong sama kalian, bye!" Seru Ghea.


..._______________...


"Mas tolong angkatin belanjaan saya ke mobil saya didepan ya!" Pinta Ghea pada salah satu karyawan supermarket itu yang kebetulan seorang pria dan usianya masih muda.


"Iya buk." Balas Karyawan supermarket tersebut.


"Mom, what are you doing? ada kita ngapain nyuruh orang lain?" Seru Gavin memprotes dan nampak tak suka.


"Yes mom, ada Athan dan daddy yang bisa bantu." Bocah itu nampak tak suka saat Ghea menyuruh orang lain membantunya.


"Mas buruan ya, saya tunggu diluar." Ucap Ghea sambil mengerlingkan matanya dengan sengaja.


"No Mom!!!" Seru Gavin dan Gathan bersamaan.


Karyawan supermarket itu nampak gugup karna mendapat tatapan tajam dari bapak dan anak tersebut, malangnya nasibnya ikut terseret dalam urusan rumah tangga orang mereka.


"Barangnya j-jadi di keluarin nggak buk?" Tanya karyawan supermarket itu dengan gugup.


"Nggak jadi!/Ndak jadi!" Gavin dan Gathan.


"Jadi!!" Ghea.


Karyawan supermarket itu malah jadi bingung dengan jawaban mereka yang berbeda.


"Sayang, biar aku sama Gathan aja ya yang angkatin belanjaan kita." Ucap Gavin memohon.


"Yes mom, biar Athan sama daddy yang bantuin mommy." Sambung Gathan.


"Terserah!" Seru Ghea, setelah mengucapkan satu kata tersebut, Ghea langsung melenggang keluar meninggalkan anak dan suaminya.


Setelah kepergian Ghea keluar, Gavin dan Gathan berbondong-bondong mengangkuti barang-barang ke mobil. Namun hampir semuanya Gavin yang mengangkut ke mobil, Gathan hanya mengangkut susu kotak rasa pisang miliknya saja, yang lain ia serahkan pada sang ayah.


"Mommy Athan capek loh bantuin daddy." Ucap Gathan mengadu sambil merangkak naik keatas pangkuan mommy nya.


"Capek apanya, orang semua daddy yang angkat." Gerutu Gavin.


''Tapi yang penting Athan bantu, ya kan mom." Balas Gathan membela diri.


"Makanya jangan bikin mommy kesel, gimana enak nggak dihukum? mau lagi di diemin sama mommy?" Tanya Ghea pada dua pria beda generasi itu.


"No mom, nggak mau dihukum sama mommy lagi. Athan kan sayang sama mommy, mommy sayang kan sama Athan?" Ucap Gathan sambil menatap dan menangkup wajah mommy nya dengan kedua tangan mungilnya itu.


"Iya sayang, mommy sayang sama Gathan." Balas Ghea sambil memeluk tubuh putranya.


"I Love You, mommy." Ucap Gathan.


"Love You Too My Son." Balas Ghea.


"Gini nih giliran udah baikan daddy nggak diajak, kalo marahan daddy diseret-seret." Gerutu Gavin yang merasa terabaikan.


"Let's hug daddy! (ayo peluk ayah!)" Seru Gathan sambil merentangangkan kedua tangan kecilnya. Mereka bertiga pun berpelukan bersama dengan diliputi rasa bahagia dan syukur.


tamat~


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Tapi boong:)