
.
.
.
.
.
Kiwww balik lagi nih epribadeh..
"Assalamualaikum." seru Satya bersama istri dan kedua bocilnya mengucapkan salam.
Sekarang Satya berusaha memperbaiki diri lebih baik karena sudah menjadi sosok bapak satu anak. Saat memasuki rumah atau tempat lainnya hanya Assalamualaikum yang ia ucapkan, tanpa embel-embel 'yuhuu hellow epribadeh'
"Waalaikumsalam."
"Tumben tegang bener hawanya? kenapa sih Yah?" tanya Satya pada sang ayah. Ayah hanya mengangkat bahunya tak mau memberi respon apa-apa, takut ada yang salah.
"Oh iye, tadi Satya papasan sama mbak mantannya Si bos, mampir kesini?" tanya Satya.
"Iya nak, tapi dia udah pulang kan?" ucap Mamah Wina.
"Oh udah-udah, udah keluar tadi papasan diparkiran . " jawab Satya.
"syukurlah." ucap Mamah Wina menghela nafas lega.
"Maaf ya bund, Tessa kelamaan dateng. Tadi ada yang rewel dikit." ucap Teressa merasa bersalah pada ibu mertuanya. Wanita itu membongkar makanan yang ia bawa dari rumah bersama para emak-emak.
"Ish nggak papa sayang, tenang aja. Emang siapa yang rewel, Gathan?"
Gathan yang baru saja ingin mengangkat kakinya naik keatas brankar Ghea langsung menoleh pada oma nya, kemudian berkata "bukan Athan!" protes anak tampan itu tak terima.
"Gathan nggak boleh gitu." tegur Gavin pada putranya.
Gathan tak jadi melanjutkan aksinya memanjat brankar tempat Ghea berbaring. Bocah itu kembali turun lalu menghambur memeluk tubuh oma nya seraya mengucapkan kalimat maaf.
"Oma maafin Athan yaaa, bukan Athan yang rewel oma. Tapi Uncle Satya!" seru Gathan dengan bibir mengerucut lucu.
"Kenapa Uncle yang rewel hm?" tanya Bunda Citra sambil memangku tubuh kecil cucunya itu.
"Tadi pas mau berangkat, Uncle ngomel-ngomel sambil nyariin celana dalemnya yang ilang oma." adu Gathan pada oma nya.
Bukan hanya Satya yang malu karna mendengar celotehan anak Ghea itu, tapi Teressa juga merasakan hal yang sama. Ditambah lagi Satya adalah suaminya.
"Ya Allah bang, perkara celana dal*m aja rewel, udah punya anak istri juga, ih malu-maluin bunda!" cibir Bunda Citra.
"Kok bisa ilang celana dalemnya, disimpen dimana emang?"
Obrolan yang sangat memalukan, kenapa musti bahas cd sih?
"Sebenernya ada bund, tapi kotor udah dipake mas Satya kemaren. Terus Tessa bilang kalo ada dikeranjang baju kotor, tapi malah mau dipake sama mas Satya, udah Tessa larang padahal." jelas menantu Bunda Citra itu.
"Tapi kan mas udah minta cuci bentar langsung dikeringin, tapi kamunya nggak mau!" gerutu Satya.
"Mas nyuruhnya pas waktunya mepet, mana sempet. Kita aja ngebut dijalan, masa Tessa biarin bunda sama yang lain kelaperan gara-gara nyuciin cd mas dulu?"
yaelah gegara cd tayo aja heboh.
"Udah-udah kenapa malah bahas cd sih? Ayo makan ayah udah laper nih." ucap Ayah Juan menengahi .
Tak elok cakap-cakap cd didepan para bocil.
"Noah sini duduk samping papah." ujar Satya pada anak kulkasnya.
"Anak-anak udah makan?" tanya Bunda.
"Kita belum makan semua bund, mau bareng-bareng disini katanya." jawab Teressa.
"Yaudah buruan dimakan mumpung masih anget semua nih. Aduh banyak banget makanannya, enak semua lagi." seru Bunda Citra memuji makanan yang dimasak menantunya itu.
Mereka pun akhirnya sarapan bersama dengan diselingi obrolan ringan seputar keluarga. Saling bercengkraman dengan hangat dan menyatu satu sama lain.
"Mommy, mommy pulang kapan?" tanya Gathan saat Ghea dengan telaten menyuapinya. Gathan menolak selain suapan dari tangan Ghea, tapi lama kelamaan anak itu pasti akan terlepas dari itu semua mengingat ia sudah memiliki adik-adik kecil yang lebih membutuhkan bantuan penuh dari mommynya.
"Besok sayang." jawab Ghea.
Salah satu tangan nya menyangga tubuh bayi mungilnya yang tengah menyusu dan tangan satunya lagi ia gunakan untuk menyuapi suami dan putranya.
Pak Gavin ikut disuapin karna saat ini ia juga menggendong tubuh putra keduanya yang bernama Ghavi itu.
"Mommy ndak maem?" tanya Gathan menatap Mommy nya.
"Mommy makan sayang."
Gathan tak percaya, nyatanya ibunya tidak memasukkan makanan itu kedalam mulutnya. Tangan mungilnya terulur untuk mengambil potongan ayam itu dan menyuapkannya pada Ghea.
"Anak siapa sih pinter gini, pengen kiss deh." seru Ghea.
Gathan mengecup pipi ibunya dengan senang hati.
"Dek Gheva ndak maem nasi, myh?" tanya Gathan sambil menatap adiknya yang anteng sambil menyusu pada Ghea tersebut.
"Adek kan masih mimi asi, belom boleh makan nasi sayang." jawab Ghea menjelaskan.
"Ooo."
______________________
"Semalem gimana mbak, lancar nggak?" tanya Bu Ghea menggoda kakak iparnya itu. Wajah putih Teressa langsung merona seperti tomat matang saat adik iparnya menanyakan tentang hal 'Itu'
"E-eum ya gitu dek." jawab Teressa malu-malu. Wanita itu menyibukkan diri menimang Ghavi agar terhindar dari dari godaan adik iparnya itu.
"Gimana, abang keren nggak pas goyang?" tanya Bu Ghea dengan antusias semangat 45.
Astaga, kenapa nanya begituan Bu, Ya Allah tobat yuuuðŸ˜ðŸ˜
"Ghe, mbak malu dek." guman Teressa menahan malu yang amat besar. Kakak sama adek emang beda tipis ya sodara, sama-sama gesrek.
Tawa Ghea meledak saat mendengar gumanan kakak iparnya itu, puas sekali ia menggoda istri abangnya itu.
"Boy, liat aunty mu shy-shy cat hihihi." seru Ghea mengajak bayi mungilnya berbicara. Teressa Hanya mampu menunduk malu menerima godaan dari Ghea.
Sedangkan disisi lain, lebih tepatnya sofa panjang yang diisi oleh para LAKIKK. Disana ada Satya yang duduk tepat disamping ayahnya kemudian disusul putranya, Gavin yang memangku Gathan, dan paling ujung ada Papa Harry.
"Gimana semalem?" tanya ayah Juan berbisik pada putranya.
"Lancar dong." jawab Satya dengan senyum yang senantiasa menghiasi wajah tampan nya. Cengar-cengir lah pasti, orang dapet rejeki nomplok tak terduga.
"Sampe berapa ronde semalem?"
"Oh tak terhingga dong.'' sombongnya keluar kan.
"Yakin tak terhingga? atau tak jadi?" seru Ayah Juan meremehkan putranya tesebut.
"Asal ayah tau nih ya............
"Hah serius bang Masih segel!"
"Shutttt pelan-pelan yah!" bisik Satya sambil melirik kulkas 12 door yang duduk disampingnya.
"Kok bisa???"
"Panjang ceritanya, besok kalo dirumah Satya certain ke ayah." jelas Satya.
"Uncle." panggil sang bocil, seketika Satya pun menoleh pada pemilik suara yang memanggilnya itu.
"Kenapa Cil?"
"Mau jalan-jalan." pinta bocah itu dengan ekspresi manis dan menggemaskan.
"Jalan-jalan kemana? bapak ente nganggur tuh? nggak diajak?" ucap Satya.
"Mau sama Uncle sama Aunty sama Kak Noah, mau main mobil-mobilan di mollll Uncle." pinta Gathan sambil bergelayut pada tubuh pamannya.
Bocil Kalo masalah satu menyatukan suatu hubungan emang jago, apalagi kalo disuruh akting. Beuhh..jangan ditanyakan lagi, anak didik Satya nggak ada yang mengecewakan brooh.
"Udah ajak jalan-jalan sana anak-anak, mumpung masih libur." timpal Ayah Juan.
"Sayang ke mall yukk." ajak Satya pada istrinya.
"Mau ngapain mas?" tanya Teressa yang masih menimang bayi Ghea.
"Angon gundul."
_______________
angon: menggembala
gundul:gundul
angon+gundul:menggembala gundul😊ðŸ˜
Satya mau nggembala gundul di mallðŸ˜ðŸ˜
-
Oh iya sekedar info, kalo mau tau lanjutan kisah Satya dan Teressa sudah dibikin lapak sendiri ya bund.
Disini kalian bisa tau kalo Mbk Tesssa masih perawan.
Di baca jangan liatin doang, ntar ceritanya nyambung ama My Duda.
Udah saya kasih inpo dari lama loh padahal, heran nggak dibaca-baca kali yak!