
.
.
.
.
.
Haiii i'm backkk.
Lanjut yuhuu.
"Udah lengkap belum yang?" Tanya Gavin. Pria itu masih setia menemani sang istri yang tengah sibuk menghitung barang belanjaan.
"Susu pisang Gathan belum dad, tolong ambilin ya. " jawab Ghea.
"Oke tunggu bentar." balas Gavin.
"Gathan mau beli apa lagi sayang?" Tanya Ghea pada putranya. Bocah itu masih asik nangkring diatas troli sambil memakan es krim dalam cup.
"Boleh beli lagi mommy?" tanya Gathan dengan mata berbinar.
"Iya sayang, Gathan pilih sekalian apa yang Gathan mau beli." balas Ghea.
"Athan mau beli mobil-mobilan mommy, boleh?" Tanya Gathan .
"Toy? Gathan mau beli mainan hm?''
"Iyaa mommy, Athan mau beli banyak-banyak." balas Gathan.
"Gathan boleh beli mainan, tapi syaratnya harus satu ya. Yang Gathan belum punya, nanti Gathan beli. Okey?"
"Satu aja ya? Yaudah deh ndak papa, satu aja. Nanti Athan mau beli bola aja deh, biar bisa main sama Uncle sama opaa sama daddy juga." Ucap Gathan.
Maen bareng-bareng itu asik banget tau nggak.
"Good boy." seru Ghea sembari mengusap kepala putranya.
Tak lama kemudian Gavin pun kembali menghampiri istri dan anaknya.
"Susu pisang ready, yuk ke kasir." serunya.
"Yuk."
________________
"Sayang disini bola nya abis, kita cari ke mall aja yuk. Jangan nangis ah, masa boy nangis."
"Ndak nangis ko, Athan sakit mata hikss... airnya keluar sendiri hiks...
Inget kata Satya, LAKIKK nggak boleh nangis, jadi harus pinter ngeles.
"Langsung mampir ke mall ya dad." seru Ghea, Gavin pun menganggukkan kepalanya paham.
"Udah dong sayang nangisnya, kulit kamu sampe merah gini loh."
"Hikss...hiks...Ndak bisa.... srottt
"Calm boy, bentar lagi kita sampe ke tempatnya." seru Gavin ikut menenangkan putranya.
"Liat tuh bentar lagi kita sampe, ayo dihapus air matanya. Ntar ketemu cewe cantik diledek cengeng lagi, masa anak mommy yang ganteng ini cengeng." seru Ghea sambil mengusap wajah Gathan menggunakan tisu.
Gimana ye, ini bukan yang mau memanjakan anak atau gimana ye. Intinya tuh semacam memberikan kesenangan dan kebahagiaan buat anak-anak, dan tak lupa diselingi bimbingan edukasi seperti itu.
Masih bocil biarin menikmati masa kanak-kanaknya, ntar kalo kebanyakan diatur malah MKKB (masa kecil kurang bahagia).
Ada yang sama?
Biarlah mereka tumbuh sesuai dengan usia mereka.
"Lets go cari bola." seru Gavin. Pria itu menggendong Gathan sambil menggandeng tangan istrinya, mereka bertiga masuk bersama kedalam mall.
"Gathan mau bola yang gimana hm?"
"Itu daddy." tunjuk Gathan dengan tangan mungilnya.
"Color apa?"
"Ping."
"Pink?" guman Gavin mengeryitkan dahinya.
Wait, selera anaknya warna pink? dari sekian banyak warna bola disana?
"Why, kenapa pink boy? white aja yaa." ucap Gavin mencoba bernego dengan warna pilihan putranya.
"Mommyhhh...." rengek Gathan.
Jurus jitu seperti biasa.
"Udah dad biarin aja mau milih warna yang mana, cuma mainan doang kan." seru Ghea. Rasanya tak mungkin jika ia menolak permintaan putranya, ekspresi Gathan selalu sukses membuatnya luluh.
"Ya Udah kita ambil pink." final Gavin.
Gavin menurunkan Gathan dari gendongannya, membiarkan putranya itu memilih bola mana yang ia suka. Sebenernya bola nya mah sama, cuma beda di warna doang.
Saat Gathan hendak mengambil bola pink pilihannya, tiba-tiba ada seorang anak kecil perempuan seumurannya mencomot bola inceranya.
"Itu punya Athan!" seru Gathan dengan menampilkan wajah garangnya yang malah terlihat lucu dan menggemaskan.
Namun ucapannya tak dihiraukan gadis kecil itu, gadis kecil itu segera berlari membawa bolanya menghampiri ibunya.
"Daddy!! bola Athan Dad!!" seru Gathan menarik-narik celana Daddy nya.
"Why boy?"
"Bola Athan diambil dia!" seru Gathan tak terima.
Gavin pun melirik kearah yang ditunjuk putranya, disana ada gadis kecil yang bersembuyi dibelakang tubuh ibunya.
"Gathan ambil warna lain aja ya, kan itu udah diambil sama orang lain." ujar Gavin memberi pengertian pada putranya.
"Ndak mau!" rajuk Gathan.
"Mom, anak kesayangan ngambek nih." seru Gavin beralih menatap istri tercintanya.
"Gathan jangan ngambek ya, cari bola lain yuk, itu biar diambil sama adeknya." seru Bu Ghea pada sang putra.
"Tapi Athan maunya yang itu mommy?" rengek Gathan.
"Mbak ini bolanya buat anak mbak aja, anak saya biar nyari boneka aja."
Ibu-ibu muda tadi menyerahkan bola yang diambil putrinya kepada Ghea.
"Eh nggak usah, kan itu udah diambil sama anak mbak, anak saya biar cari yang lain aja." tolak Ghea dengan sopan.
Repot emang para bocil dah.
"Nggak papa mbak, anak saya kan cewe masa main bola. Ganteng, ini ambil bolanya."
"Mamii bolanya Cilla mihh." rengek gadis kecil itu.
Nah kan gantian yang cewe yang ngambek.
"Kita cari boneka aja ya sayang, mainan kamu mainan cowo semua dirumah. Masa girl main mainan boy?" ujar wanita itu memberi pengertian pada gadis kecilnya.
"Ndak mauu, mau bola!! Papiiiii!" jerit gadis kecil itu, sang ibu hanya mampu meringis melihat tingkah rewel putrinya.
Tak lama datang seorang pria dewasa datang kesana, sepertinya itu adalah ayah dari gadis kecil itu.
"Kenapa girl?"
"Bola Cilla diambil pihh!" adu gadis kecil itu kepada sang ayah.
"No No Athan ndak ambil, Athan dikasih Aunty tau!" sungut Gathan tak terima dituduh mengambil bola gadis kecil itu.
"Udah-udah, kita cari mainan lain aja ya?" ujar sang ayah melerai.
"Ndak mauu huaaaa bola Cilla huaaa!!!!!" gadis itu menangis meraung raung dalam dekapan ayahnya.
Gathan yang bingung dengan situasi ini segera menghampiri kedua orang tuanya.
"Mommy dia kenapa?" Tanya Gathan dengan polos nya.
"Bola nya kamu ambil boy." balas Gavin.
"Athan ndak ambil daddy." seru Gathan.
"Udah ah, kamu mah. Balikin ke adeknya aja ya sayang, Gathan ntar beli mainan yang lain aja, boleh lebih dari satu." ucap Bu Ghea. Gathan nanya mampu memangutkan kepalanya saja.
Namun tak lama ia memberanikan diri untuk mendekati gadis kecil tadi, kemudian tangannya terulur untuk menyerahkan bola berwarna pink tadi kepada gadis kecil itu.
"Buat kamu aja, Athan ndak jadi beli bola, Athan mau beli robot aja." jelas Gathan sambil menyodorkan bola tadi kepada gadis kecil tadi.
Dengan cepat gadis tadi mencomot bola dari Gathan dan menyembunyikannya didalam jaket bulu miliknya.
Astaga lucu sekalihhh.
"Say thanks girl.''
"Maacihhh."
"Sama-sama." Setelah itu Gathan kembali menghampiri daddy dan mommy nya.
"Good boy!" puji Gavin.
"Makasih Mr, Mrs."
"Sama-sama."
Selesai sudah kegiatan belanjanya, selanjutnya adegan ahik2 ya bund.
Malam hari~
"Gathan tidur sama unclenya katanya dad." jelas Ghea yang tau jika suaminya tengah mencari keberadaan putranya.
"Udah lupa sama kita dia." balas Gavin.
Saat ini Bu Ghea masih sibuk mengoleskan krim malam pada permukaan kulitnya, sedangkan Pak Gavin terlihat masih sibuk dengan tumpukan berkas dan laptop dipangkuannya.
"Dad bagus nggak?" Tanya Ghea sambil memperlihatkan tubuhnya didepan sang suami. Lebih tepatnya memperlihatkan pakaian dalàm yang baru ia beli tadi.
Buset mancing nih.
"Baru ya?" Tanya Gavin.
"Ho'oh, yang lain pada sempit semua tau. Melar banget kayaknya badan aku." balas Ghea menggerutu.
"Sini." titah Gavin sambil menepuk pahanya.
"Masih lama ya kerjanya?" Tanya Ghea sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Gavin.
"Five minute baby." balas Gavin mengusap paha mulus istrinya.
Namun belum ada lima menit tangan bu Ghea udah aktif senggol sana senggol sini dan sukses membuat Pak Gavin ketar ketir.
__________________
"Ahh...shhhh dad...ouhhh...cepet dikit dad!! aku udah mau keluarr ahhh....
Sebentar lagi Bu Ghea akan mencapai puncaknya, namun pak Gavin malah memperlambat tempo permainannya. Buat apa coba, sengaja emang tuh biar Bu Ghea mendesàh dulu.
Dasar Pak Gavin.
"Dad!" Seru Ghea.
"Yes baby." Balas Gavin dengan santai, tubuhnya masih sibuk memompa inti sang istri.
Dengan gairah yang membuncah, Bu Ghea pun membalik posisi bercintahhh mereka menjadi dirinya yang berada diatas atau lebih tepatnya memimpin permainan.
Sumpah diPhp-in ga enak kata Bu Ghea.
"Wow calm baby." bisik Gavin tertawa kecil dengan tingkah istrinya yang lebih agresip.
Nggak usah kaget ya pak Gavin.
"Abisnya kamu nger-jainhhh akuhhh muluu ahhhh." Ya gitu disarankan kalo lagi goyang nggak usah ngomong, soalnya tercampur desahannn yang menguji iman dan taqwa.
Ghea terus bergerak diatas tubuh suaminya, bumil itu nampak semangat 45 mendekati pelepasan. Sampai akhirnya tiba dimana Pak Gavin juga akan keluar.
Kedua bergerak bersama dengan tempo yang lebih cepat, bayangkan keduanya tubrukan dengan brutal dan kasar.
"Dad mau keluarrrhhhh....
"Barengan mommhh....
Dan byurrr, sesuatu yang hangat menyembur didalam milik Ghea. Kecebong Pak Gavin kembali berenang didalam rahim Bu Ghea.
Semoga menjadi penerus yang membanggakan ya.
Cup
"Makasih sayang."
"Hmm." guman Ghea sambil mengatur napasnya yang masih naik turun. Keduanya masih berpelukan dan masih menyatu dengan keadaan tubuh lelah.
"Dad."
"Hm?"
"Dikamar mandi yu."
Jangan lupa istirahat ya bu, sehat-sehat dedek bayi nya😌
_________________________
Babayyy