
.
.
.
.
.
"Dad, anak-anak udah pulang sekolah?" tanya Ghea pada suaminya yang nampaknya baru pulang menjemput ketiga putranya dari sekolah.
"Udah sayang, mereka lagi ganti baju dikamar." jawab Gavin. Pria itu mendekati tubuh istrinya yang sedang berbaring diatas kasur.
"Ini princess nya daddy apa kabar, hm?" Gavin mencium perut buncit Ghea yang masih dibalut dress rumahan. Kebiasaan Ini sudah sering ia lakukan, bahkan saat Bu Ghea mengandung twins boy dulu.
"Baik daddy." balas Ghea sambil menirukan suara anak kecil.
"Nggak sabar banget sih yang bentar lagi mau keluar." Gavin juga merasakan dengan jelas tendangan kecil dari dalam perut Ghea. Mungkin bayi nya merespon obrolan sang ayah.
"Mom, baby lahirnya kapan ya? masih lama nggak sih?" tanya Gavin pada Ghea.
"Bentar lagi kok dad. Mungkin tinggal hitungan hari doang baby udah lahir." jawab Ghea. Yang ada dalam bayangannya adalah seorang bayi mungil, cantik, dan menggemaskan. Semoga saja kali ini bayi nya adalah seorang perempuan.
Ghea juga ingin merasakan nggibah bareng putri tercinta tentunya, itupun kalo anaknya nanti baby gel.
"Uhh..
Ghea menggeram sakit saat nyeri-nyeri itu datang lagi. Menuju hari kelahiran sang bayi membuat Bu Ghea merasakan beberapa keluhan seperti nyeri diarea punggung dan perut, dan juga seringnya buang air kecil.
"Masih kram lagi?" tanya Gavin, dan Ghea menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan sang suami.
Tangan terampil Gavin mulai menyusuri tubuh istrinya, disingkaplah dress itu kemudian tangannya mulai memijat lembut perut Ghea.
"Hei tenang, disini ada daddy. " guman Gavin sambil terus memijat perut buncit Ghea dengan lembut.
"Dad, aku mau pipis lagi." seru Ghea. Dengan sigap Gavin langsung membantu istrinya bangun dari tempat tidur. Setelah itu ia langsung mengangkat tubuh Ghea kemudian membawanya masuk kedalam kamar mandi, dan tak membiarkan bumil itu berjalan sendiri.
Gavin masih setia menemani istrinya didalam kamar mandi. Tangannya masih senantiasa memijat pinggang sang istri.
"'Mom, are you okey?" tanya Gavin dengan khawatir.
"Hm, oke-oke i'm okey dad. Yuk turun, aku udah laper pengen makan siang." jawab Ghea.
Gavin pun menganggukkan kepalanya dengan paham, setelah itu ia kembali mengangkat tubuh istrinya dan membawanya turun ke bawah.
Saat sampai dimeja makan, ternyata disana sudah ada ketiga putranya. Sepertinya mereka juga akan makan siang bersama .
"Halo mommy cantikk." sapa Gheva, si tengil nan heboh.
"Hai semua gantengnya mommy, aduh mommy lagi males gerak nih. Yang mau kiss kesini aja ya." seru Bu Ghea.
Gheva buru-buru menghampiri kursi tempat ibunya duduk, kemudian kaki nya berjinjit lalu mengecup kening ibunya. Kemudian disusul Ghavi yang memberikan kecupan manis pada kedua pipi Ghea dan terakhir pada kening ibu hamil itu.
"Love You mom." ucap Ghavi.
"Too dear." balas Ghea sambil mengusap surai hitam milik putranya itu.
"Mommy okey?" Kini giliran Gathan yang bertanya tentang kondisi ibunya itu.
"Of course baby." jawab Ghea.
Bu Ghea tuh beruntung banget tau nggak sih!!!
"Hm syukurlah, adik Gathan udah mau keluar ya mom?" tanya Gathan. Tangan anak tampan itu nampak mengusap lembut perut buncit Ghea yang masih dibalut kain.
"Iya sayang, sebentar lagi adik kalian bakal lahir. Mommy nggak sabar deh mau makein pita di kepalanya nanti."
"Baby girl?"
"Iya dong, sesuai kan sama pesenan Gathan."
"Iya, dan nanti Gathan sama Ghavi dan Gheva yang bakal jagain tuan putri."
"Good boy."
__________
"Mom, masih laper?" tanya Gavin. Ia menatap heran istrinya yang dengan antusias melahap semua makanan diatas meja makan.
"Sebenernya sih masih dad, but it's okey. Ini aja udah cukup." jawab Ghea.
Gimana nggak cukup, orang nasi satu mangkuk gede yang ngabisin Bu Ghea, yang laen cuma ngambil secukupnya sisanya langsung di sikat Bu Ghea.
Belum lagi ditambah lauk pauknya, buset Bu itu laper apa doyan.
Mungkin hormon orang hamil lagi kali ya.
"Aduh.." Tiba-tiba perutnya Bu Ghea terasa sangat mulas, sangat sangat teramat mulas.
"Mom?" seru Gavin dan ketiga putranya.
"Perut mommy mules nih, aduh sakit banget Ya Allah." keluh Ghea sambil mengusap-usap perutnya. Mungkin ia belum sadar kalo bayi nya akan mbrojol.
"Kita ke dokter sekarang." seru Gavin.
"Dad, aku lagi mager loh, males banget kalo musti ke rumah sakit." ujar Ghea.
"Are you kidding me? bayi kita mau lahir sayang, astaga. Cepetan nggak ada mager mageran atau males, aneh-aneh kamu mah." omel Gavin.
Pria itu langsung berlari menaiki anak tangga untuk mengambil kunci mobil nya yang berada di dalam kamar.
Wow, Bu Ghea bisa sesantai itu ya. Mau lahiran loh padahal.
Emejing!
Ketiga putranya datang dan langsung memeluk tubuh Ghea, saling merengkuh memeberikan kekuatan yang pasti bukan kekuatan goibb.
"Nggak udah khawatir okey, mommy baik-baik aja." seru Ghea memberi pengertian agar putra-putranya tidak cemas dengan kondisinya.
"Mommy pipis di celana ya?" tanya Gheva sambil menunjuk air yang mengalir melewati paha Ghea.
"DAD BURUAN AIR KETUBAN AKU UDAH PECAH!!!" teriak Ghea.
"Sabar sayang, astaga." Gavin menuruni anak tangga dengan terburu buru. Ditangani kanannya sudah ada tas berukuran besar, yang tentunya sudah bisa dipastikan itu adalah perlengkapan Bu Ghea.
"Kamu bawa barang banyak buat apa sih?"
"Ini punya kamu sayang."
"Nggak ya, pokoknya abis lahiran aku nggak mau nginep dirumah sakit. Aku mau langsung pulang ke rumah aja, atau kalo nggak aku mau langsung liburan!" seru Ghea.
"Ya Ya terserah kamu, sekarang anak kita harus lahir dulu."
Gavin langsung mengangkat tubuh Ghea ala bridal, kemudian membawanya keluar rumah.
"Dad, biar Gathan bantuin bawa tas nya mommy."
"Thanks boy." balas Gavin sambil menyerahkan barang itu.
"Kalian bertiga stay dirumah dulu sebelum Uncle Satya, atau Kak Noah, atau juga opa dan kakek jemput, paham?" pesan Gavin pada ketiga putranya.
"Paham dad." jawab mereka sambil mengaggukan kepalanya.
"Good, Kak adiknya dijagain ya. Jangan kemana-mana dulu sebelum ada yang jemput kalian." pesan Gavin pada putra sulungnya.
"Yes dad." jawab Gathan.
__________
"Dad bisa diem nggak sih, duduk anteng kan bisa. Pusing tau lihat kamu mondar-mandir mulu kaya setrika." gerutu Ghea.
Ia yang akan melahirkan, tapi suaminya yang tegang dan kelihatan gugup. Padahal ini bukan kalo pertama Gavin menemaninya untuk lahiran.
Pak Gapin lagi parno.
"Mom, aku khawatir tau masa kamu nggak lengkap-lengkap pembukaannya. Ini udah kelamaan, ntar si adek keluar dulu gimana? emang masih bisa nahan, ngeri tau." oceh Gavin panjang lebar.
"Diem!"
Akhirnya Gavin diam dan memilih duduk di kursi menemani istrinya yang masih terbaring diatas brankar. Jemarinya masih setia menggenggam jemari Ghea, bahkan enggan melepasnya.
Tak lama kemudian dokter masuk dan suster mengkonfirmasi jika pembukaan Bu Ghea sudah lengkap.
"Dok, pembukaan pasien sudah lengkap."
"Baiklah, sekarang langsung ambil tindakan agar sang bayi segera keluar."
Semua persiapan dilakukan sebelum proses mengejan terjadi, Bu Ghea diinstruksikan untuk mengatur nafas dan relax.
"Nanti kalo saya bilang dorong, ibu mengejan yang kuat ya. Kerahkan semua tenaga." seru dokter itu dan Ghea langsung menganggukkan kepala cepat.
Demi apapun, Bu Ghea sudah tidak tahan lagi. Bayinya terus berontak ingin segera melihat indahnya dunia.
"Aduhhh nggak kuatt!!!" jerit Bu Ghea. Dan yang menjadi korban sasaran Ghea adalah Pak Gavin. Leher Gavin ditarik kuat oleh Ghea.
Hm sabar dad, demi bebi gel nih.
"Tarik nafas dari hidung, kemudian hembuskan dari mulut secara perlahan."
"Huuuuuhhhhh.....
"Sekarang bu, dorong sekuat mungkin."
Saat akan mengejan, Ghea semakin menarik leher suaminya dengan erat. Kemudian barulah ia mengejan. Dikerahkan lah semua energi yang ia dapat dari makan siang nya tadi untuk mengeluarkan sang jabang bayi dari dalam perutnya.
"AKHHHHHHHHHHH....
"Oek...oek..
Wow emejing.
Bu Ghea strong sekali!!!!
Cuma ada di fiksi nih yang beginian.
"Ahhhh...
"Wah sekali dorongan bayinya langsung keluar dok." seru suster itu tak percaya.
"Iya sus, tolong bayinya segera dibersihkan dulu."
Finally bayi cantik mereka sudah lahir didunia. Akhirnya ada princess kecil didalam keluarga kecil Bu Ghea dan Pak Gavin.
Setelah bayi cantik itu di adzani, Ghea langsung memberikan asi untuk putri kecilnya itu. Bayi itu nampak manis dengan lesung pipi di kedua pipinya.
Aishh pasti jadi ratu setelah Bu Ghea nih.
"Thank you mom, kamu hebat banget." seru Gavin sembari mengecupi wajah istri dan putri kecilnya yang baru lahir itu.
"Bayi kita cantik kaya kamu." puji Pak Gavin.
Bahkan pria itu mengabaikan beberapa luka cakaran yang menggores lehernya akibat Bu Ghea yang terlalu semangat mengejan tadi. It's okey, yang penting bayi mereka sekarang sudah hadir didunia.
"Tapi aku mau boy lagi satu." seru Ghea.
"Hah? seriously?" tanya Gavin tak percaya.
Sebenernya mah nggak papa punya anak banyak, katanya nambah rejeki loh.
Yuk ngadon lagi yukk.
"Heum dad, biar boy nya lima terus kita bikin tim basket. Pasti seru banget!!!" seru Ghea dengan semangat antusias.
Nggak ngerti lagi, Pak Gavin cuma mampu geleng-geleng denger alesan istrinya. Suka ngadi-ngadi emang.
"Up to you, baby." balas Pak Gavin.
Brakk
Pintu terdorong kuat dari luar, siapa lagi kalo bukan Bunda Citra. Bunda tuh suka gemes ama Ghea dan Pak Gavin. Bisa-bisanya ngasih kabar beginian telat, Bunda kan juga pengen liat Ghea ngejen teriak-teriak gitu pas ngelahirin cucunya.
"Kalian ya kebiasaan kalo mau lahiran tungguin bunda dulu bentar kan bisa, Bisa-bisanya ngasih kabar pas udah nyampe rumah sakit. Pengen tak hihhh deh kalian!" omel Bunda .
"Bunda tenang." ucap Teressa menenangkan sang mertua.
Amarah Bunda langsung reda saat melihat bayi manis dalam dekapan Ghea. Aishh gemoy sekali, pikirnya.
"Ya ampun cucu oma nih cantik sekali hm. Uluh-uluh princess oma nih."
"Bunda!" protes Ghea tak terima saat sang putri langsung diambil alih oleh Bunda Citra.
"Lihat deh jeng, cucu kita cantik banget ih kayak Ghea pas kecil." oceh bunda sambil menujukkan wajah sang cucu pas bu besan.
"Cantik banget ya, cucu-cucu kita emang produk unggul nih." balas Mamah Wina.
"Ini namanya siapa nih yang bontot?" tanya Bunda Citra.
"Glory Stephane Isabella." Ucap Gavin.
Pas lagi hamil si Glory, Bu Ghea tuh lagi demen-demennya sama aktor-aktris western gitu. Jadi dia minta anaknya nanti dibikinin nama ala-ala barat gitu.
Tak lama kemudian, datanglah anggota LAKIK SQUAD yang datang menyusul. Kalian tentu tau siapa saja anggotanya, terdiri dari Uncle tercinta siapa lagi kalo bukan Uncle Satya, kemudian Noah Cs, disusul Gathan Bro, dan tentunya para twins boy.
LAKIK!
"Mommy liat deh Gepa bawa apa." seru Gheva dengan semangat menghampiri ibunya.
"Taraaaaa, ice cream strawberry special buat mommy." seru anak itu. Sebuah cone es krim berisi es krim rasa stroberi yang ia buat khusus untuk mommynya.
"Buat mommy?"
"Yes!"
"Ahh sweet banget sih gantengnya mommy nih."
"Gepa juga ada hadiah buat princess loh." seru Gheva lagi. Bocah itu nampak menghampiri paman dan kakak sepupunya Kemudian mengambil sesuatu barang.
Orang kaya semua brand mah diangkut, buset dah.
"Mommy suka kan sama hadiahnya." seru Gheva.
"Ya ampun ini lucu-lucu banget bajunya, ih makasih ya LAKIK SQUAD udah mau beliin baju-baju comel buat si princess." seru Ghea dengan senang.
"Tapi kan Princess masih kecil, ya?" guman Ghea.
"Ya disimpan dulu kek, timbun dulu kek, ntar kalo gede kan bisa dipake." seru Satya.
"Mommy." panggil Gheva dengan suara mendayu-dayu. Mulut nya sangat fasih mengeluarkan kata-kata manis jika ada maunya.
"Hm kenapa sayang?" balas Ghea.
"Gepa mau ngomong jujur sama mommy, tapi mommy jangan marah ya??"
"Ngomong apa dulu nih??"
"But mommy janji dulu jangan marah." ucap Gheva.
"Oke-oke sekarang ngomong sama mommy, Gheva mau jujur apa hm?"
"Eum-
"He wants to say kalau kemarin lusa disekolah dia nyium cewe yang duduk disamping bangkunya, dan dia pengen ngajak anak itu buat jadi pacarnya, but dia ditolak. Mungkin mommy bakal disuruh buat bujuk anak itu, mommy emang mau??" jelas Ghavi panjang lebar. Semua orang tak percaya mendengar penjelasan anak itu. Bagaimana mungkin Gheva yang masih bocil mau pacar-pacaran?
"Wow didikan Satya emang keren!!!! bravo!!!" seru Satya tepukau, terkejut, ter woahhh. Nggak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
"Gheva bener yang diomongin kakak?" tanya Ghea menatap penuh selidik wajah putranya itu. Sedangkan Gheva sendiri, anak itu sudah gemeteran takut di omel ama emaknya.
"Bukan gitu loh mom-
"Yang ngajarin pacar-pacaran siapa? mommy nggak pernah ngajarin Gheva kayak gitu ya!" seru Ghea. Gheva masih diam sambil melirik pamannya meminta bantuan.
"Kalo Gheva nggak jujur, mommy bakal pindahin sekolah Gheva ke asrama khusus cowo biar nggak ketemu sama cewe-cewe apalagi sampe cium-cium gitu, nanti dihukum sama Allah mau?"
"Mom jangan dimarahin dulu, biar dijelasin sama anaknya." seru Gavin menengahi.
__________
"Gepa nggak sengaja loh mom pas cup itu, Gepa mau minta maap tapi dia nggak mau maapan sama Gepa, makanya Gepa mau minta tolong sama mommy. Kata mommy kan kalo ada salah harus minta maap, Gepa salah Mmyh?"
"Tadi yang kakak bilang?"
"Gepa nggak ngajak pacaran, Gepa mau minta maap ih!" lama-lama Gheva emosi sendiri karna tak ada yang percaya dengan ucapannya.
"But, dia bikin surat cinta buat anak itu! Alay!" cibir Ghavi.
"Itu bukan surat cinta, itu surat minta maap kakakkk!!! Ih Gepa sebel, Gepa nggak mau main sama kakak lagi!" rajuk anak itu.
"I don't care!" balas Ghavi dengan malas.
"Shutttt, sekarang stop diem jangan debat lagi. Kalo kalian masih berantem, mommy nggak akan ngizinin kalian buat ketemu sama adek, mau?"
"No!"
Walau sering terjadi percekcokan, Bu Ghea masih bisa mengatasinya. Bayangkan saja rumah sepi tanpa adu mulut antara kedua putra nya, pasti akan sangat sepi.
Ghea juga merasa sangat beruntung dikelilingi orang-orang baik seperti keluarganya dan keluarga Gavin. Begitu juga sebaliknya, keduanya saling menerima satu sama lain dan berakhir hidup bahagia dengan jalan yang mereka pilih bersama.
...End....
...____...
..._____...
..._____...
Karna saya tidak pandai merangkai kalimat, untuk perpisahan kali ini saya ucapkan 'Babay'
Untuk ekstra part belum tau juga, ntar kalo ada dikabarin. Selanjutnya mau di pokusin ke lapak Bang Sat biar cepet kelar juga.
Oh iya..
Mau bilang makasih buat kalian semua yang baca dari awal-akhir. Maap bilamana ada banyak kekurangan, saya juga masih noob buat cerita tapi bersyukur sih ada yang suka. Makasih juga buat yang udah ninggalin jejak dan ngasih dukungan, makasih juga buat kalian yang sering naikin mood dengan koment2 lawak dan lucu.
Kalian segalanya buat saya, dan udah saya anggep seperti keluarga onlen semoga kalian juga sama, thanks bestie buat semuanya.
Sehat-sehat ya dimanapun kalian berada.
Salam author, babay:)
8.11.21