
.
.
.
.
.
Morning bunda home~
"Mommy, mau naik itu." Ucap Gathan sambil menunjuk-nunjuk motor Ghea yang terparkir rapi di garasi, kebetulan saat itu tengah Ghea panasi.
"Gathan mau naik motor?" Tanya Ghea pada putranya.
"Iya mommy." Jawab Gathan dengan antusias.
Jadi tadi triple G habis jalan-jalan keliling komplek, bisa dibilang jogging gitu.
Dan untuk Gathan, semalam bocah itu akhirnya ikut makan mie bareng emak dan babe nya. Kemudian setelah makan mie, mereka duduk sebentar sambil menonton kartun, nunggu mie nya melorot ke lambung dulu baru tidur. Dan saat tidur, Gathan benar-benar tak melepaskan Ghea, bocah itu menguasai mommynya sendiri. Gathan tak membiarkan daddy nya ikut memeluk Ghea, maka dari itu Gathan memeluk tubuh Ghea dengan erat.
Nasib~
"Kenapa yank?" Tanya Gavin yang baru saja datang menghampiri keduanya.
"Gathan mau naik motor ku." Ucap Ghea.
"Motor trail mu itu?" Tanya Gavin.
"Iya." Jawab Ghea.
"Motor kamu ada dua? beli baru ya?" Tanya Gavin sambil melihat-lihat kedua motor trail milik Ghea.
"Nggak beli kok, ini dikasih temen." Jawab Ghea.
"Temen?" beo Gavin.
"Iya temen."
"Cowok apa cewek?" Tanya Gavin, kini aura-aura cembokor sudah terlihat.
"Cowok yank." Jawab Ghea seadanya.
"Temen kok ngasih motor segala, aku tau banget ini nggak murah. Kalian deket ya? balikin aja lah, ntar aku ganti yang lebih bagus." Ucap Gavin dengan merengut.
"Astaga yank, ini bukan dari gebetan aku. Itu hadiah dari Bagas, kamu tau kan Bagas yang kemaren dateng ke acara resepsi kita, yang sama cewe comel kemaren. Lagian Bagas itu sepupu aku sendiri tau nggak." Jelas Ghea panjang lebar.
"Tapi kan tetep aja dia cowok." Balas Gavin masih tak terima.
"Udah punya pacar, yank. Ara, namanya Ara yang kemaren dateng ke acara resepsi kita." Balas Ghea lagi.
"Huffttt...emang Nggak bisa di balikin lagi gitu?" Tanya Gavin.
"Enggak bisa, udah nyaman berdua soalnya." Jawab Ghea sambil menunjuk kedua motornya.
"Yaudah." Balas Gavin sambil memeluk tubuh Ghea dari belakang.
"Daddy, ngapain?" Suara melengking itu menyadarkan kegiatan Gavin. Seketika pria itu pun langsung melepas pelukannya dari tubuh Ghea, kemudian beralih menatap putranya yang ternyata juga tengah menatapnya dengan tatapan tajam.
"Hehe maaf ya, daddy lupa." Ucap Gavin sambil nyengir.
Jadi gini setelah kejadian semalam, Gathan melarang keras Gavin agar tidak memeluk Ghea. Gavin kira itu hanya gertakan dari anaknya, dan pria itu mencoba memeluk tubuh Ghea, namun apa yang ia dapat? Bukan pelukan hangat dari Ghea, tapi gigitan dari Gathan yang ia dapatkan.
Gavin adalah ayah yang tersakiti~
"Sabar ya, dad." Ucap Ghea sambil terkekeh kecil, Gavin hanya menghela nafas dengan muka lecek.
"Mommy naik ya?" Pinta Gathan sambil memeluk kedua kaki Ghea.
"Iya, nanti jalan-jalan naik motor, sama uncle Satya juga. Tapi sekarang mandi dulu sama sarapan, jalan-jalan nya nanti, oke." Ucap Ghea menjelaskan sambil mengusap kepala Gathan.
"Iya mommy. " Ucap Gathan dengan riang.
"Ayo masuk, bersih-bersih dulu." Ajak Ghea, kedua pria beda generasi itu pun mengekori Ghea untuk masuk kedalam rumah.
...______________________...
Usai makan~
"Nggak mau sama Uncle, mau sama mommy." rengek Gathan yang sudah bersiap untuk menangis.
Kini Gavin, Ghea, Gathan, dan Satya sudah stand by didepan rumah dengan pakaian santainya. Sesuai keinginan Gathan, hari ini Ghea akan mengajak Satya ikut serta dalam acara jalan-jalan pake motor.
"Sayang nggak boleh boncengan bertiga nanti ditilang pak polisi, harus berdua sayang." Ucap Ghea .
"Aelah Nyet, timbang keliling komplek aje pake banyak drama. Lu mending bertiga aja pake satu motor, nggak usah ajak gua. Gua nih mau nyantai aja kagak bisa, heran gua." Cibir Satya sambil menatap malas sang adik.
"Wah udah bosen nyimpen rahasia lu? pengen gua bongkar ke bunda sekarang? oke!" Seru Ghea.
"Ngancem mulu lu mah, heran gua. Ayo dah Cil, sama Uncle aja, nyak sama babe lu mau pacaran pasti tuh." Ucap Satya.
Hehe Satya tau aja, ya kan:")
"Ntar Uncle beliin cilok segerobak dah." Ucap Satya sedikit merayu.
"Cilok?" Guman Gathan.
Nah kan Gathan udah ketagihan sama cilok.
"Iya cilok, ntar Uncle beliin yang ada isi telor dinosaurus nya." Ucap Satya lagi, bener-bener ngibulin ponakan sendiri Si Satya.
"Beneran Uncle?" Tanya Gathan memastikan ucapan pamannya itu tidak bualan belaka.
"Benaran, Cil. Ntar kamu bisa milih isiannya, ada telor dinosaurus, telor burung unta, telur buaya pun ada." Balas Satya.
Satya tuh jahilnya bener-bener ampun dah!!!
"Athan ikut Uncle Satya, mommy." Ucap Gathan.
"Nah anak mommy emang pinter, ntar ciloknya ditagih ke Uncle ya." Ucap Ghea pada Gathan.
"Yes, mommy." Balas Gathan.
"Berangkat sekarang?" Tanya Gavin.
"Iya, yuk." Balas Ghea.
Mereka pun mengendarai motor trail milik Ghea, Ghea dibonceng Gavin dan Gathan sudah duduk anteng dijok depan motor yang Satya kendarai.
"Nggak bisa, nggak bener nih, nggak kuat gua. Kalo lama-lama kayak gini terus, bisa-bisa gua beneran diangkat jadi babysitter nya si bocil. Si Ghea ama lakinya bener-bener ya!" Batin Satya menggerutu.
"Anaknya siapa, yang ngurus siapa!"
...______________________...
"Satya pasti marah tuh yank, kamu jadiin babysitter Gathan." Ucap Gavin sambil mengendarai motor.
"Biarin aja, biar pengalaman hehe." Balas Ghea, wanita itu memeluk pinggang suaminya dengan erat sambil memeluk punggung Gavin.
"Enak banget kalo dipeluk gini." Ucap Gavin sambil memegang tangan Ghea yang melingkar dipinggangnya.
"Iya dong, apalagi dipeluk sama mommy kan." Balas Ghea sambil terkekeh.
"Hahahaha, bisa aja kamu. Semalem aku tidur dingin banget loh, yank." Ucap Gavin.
"Kenapa bisa kayak gitu, kan pake selimut." Ucap Ghea.
"Nggak dipeluk kamu." Jawab Gavin.
"Idih nipu, terus selama lima tahun ini kamu kan tidur sendiri, masa gitu aja dingin." Ucap Ghea.
"Udah nggak dingin, kan diangetin sama kamu, hehe." Jawab Gavin.
Tau kan maksud diangetin, intinya yang anget, enak, mantap! Hanya orang tertentu yang paham, wkwkwk.
Satya yang mengendarai motor dibelakang Ghea dan Gavin hanya bisa menggerutu. Kesabarannya benar-benar diuji oleh sang adik.
Dengan kesal pria itu lantas membelokkan motornya ke jalan lain.
"Uncle kenapa kesini, daddy sama mommy disana Uncle." Ucap Gathan memprotes .
"Bentar Cil, beli pop ice dulu, Uncle haus. Kamu mau beli cilok kan, nah iya harus kesana kalo beli cilok." Ucap Satya.
Seorang CEO beli "pop ice" pengen ngakak, tapi itu Satya. Satya kan ada aja tingkahnya!
"Oke Uncle." Balas Gathan.
Satya pun akhirnya melajukan motornya menuju ke tempat para pedagang street food.
Sedangkan Gavin dan Ghea, saya tak tau lah mereka kemana.
Buat calonnya Satya nanti, harus punya stok kesabaran yang banyak buat ngadepin si biang rusuk yang satu ini.
Pindahnya ntar sore ya....
.
.
.
.
.
.
.
Nyasar nggak?