My Duda

My Duda
MD Pt 2 (Gathan)



"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam!" Gathan sedikit menjauhkan telinganya dari hpnya saat mendengar suara cempreng itu.


"Dengan siapa ya?" Tanya Gathan.


"Ini Alea bang, calon ibu dari anak-anaknya bang Gathan kelak!"


Sampai sini Gathan paham, pemilik suara cempreng itu adalah Alea si gadis bar-bar. Gathan tak habis pikir, bagaimana bisa gadis itu memperoleh nomor ponselnya padahal ia sendiri juga tidak pernah memberikannya. Apakah gadis itu punya skill untuk melacak data pribadi orang lain? Sungguh penuh misteri.


"Ada apa nelfon saya?"


"Tolong jemputin Lea disekolah dong, Lea nggak bawa motor tadi." Suaranya terdengar begitu halus dari biasanya.


"Nggak bisa, saya lagi diluar. Lagian kamu siapa nyuruh-nyuruh saya, ibu bukan, sodara bukan, kerabat jauh juga bukan. Jangan minta tolong ke saya!"


Alea berdecak kesal, gadis itu padahal ingin menunjukan penampilan barunya kepada Gathan.


"Diluar mana sih, kasih tau coba ntar siapa tau deket-deket sekolahan Lea." Ujar Alea yang sepertinya tak akan kehabisan akal agar Gathan mau menemuinya.


"Saya kasih tau kamu juga kamu nggak bakal tau dimana lokasinya." Balas Gathan dengan malas. Ia memilih menyeruput kopi yang ia pesan sambil meladeni ocehan Alea.


"Tinggal ngomong apa susahnya sih!" Seru Alea.


"Cafe Rembulan, jalan cempaka. So?"


"Itu tuh depan sekolah Lea, bang. Masa sekolah segede gaban nggak liat, nengok ke seberang coba!"


Gathan langsung mengedarkan pandangannya ke seberang jalan, disana ada sebuah bangunan sekolah. Benar, itu benar-benar sebuah bangunan sekolahan. Ah, kenapa dunia sesempit ini Tuhan? batin Gathan.


"B-bukan yang itu, yang cabang lain maksud saya." Kilah Gathan dengan cepat.


"Halah boong, itu bang Gathan deket jendela Lea lihat. Lea samperin ya, bay!"


Tutt


Panggilan terputus secara sepihak, Gathan segera meraih buku menu untuk menutupi wajahnya. Semoga saja kali ini Tuhan berkehendak kepadanya. Untuk hari ini saja, ia berharap tidak bertemu gadis bar-bar itu.


Sedangkan didalam cafe itu sudah ada Alea yang mencari keberadaan Gathan, pandangannya tertuju pada seseorang yang tengah duduk didekat jendela sambil menutup wajahnya dengan buku menu. Dan yang membuat Alea yakin jika itu adalah Gathan, adalah karena posisi buku itu terbaik. Mana ada orang sadar membaca buku dengan posisi terbalik, kecuali sedang panik biasanya.


"Bang Gathan, yuhuu." Sapa Alea saat sudah berada dihadapan laki-laki itu.


"Hai." Sapa Alea dengan gaya manis.


"H-hai." Balas Gathan dengan terbata.


Dilihat dari penampilannya, Alea begitu berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Atasan crop, dan rok span kini berubah menjadi seragam sekolah dengan ukuran normal sesuai badan, tidak terlalu kecil, ataupun terlalu besar, pas.


"Kamu Alea?" Tanya Gathan masih tak percaya dengan penampilan baru gadis dihadapannya itu.


"Heum, calon makmumnya bang Gathan." Jawab gadis itu sambil mendudukan tubuhnya didepan Gathan.


"Kamu kesambet apa sampe ganti gaya penampilan gini?" Tanya Gathan terheran.


"Gimana, cantik nggak?" Tanya Alea dengan berharap-harap.


"Ehm, sama aja sih. Tapi ada kemajuan dikit buat berubah lebih baik."



...Before...



...After...


"Ah jadi malu." Ujar Alea sambil menutup mulutnya yang tertawa kecil.


Gadis dihadapan Gathan ini benar-benar berubah drastis. Dari segi tampilan bahkan sampai pola tingkah laku.


"Tapi ini nggak lagi khilaf terus balik sesat lagi kan?" Tanya Gathan mewanti-wanti.


"Enggak lah, ini teori memikat calon imam." Jawab Alea.


"Bener-bener nge-fans banget sama saya ya?" Ucap Gathan, dan dengan antusias Alea menganggukan kepalanya.


___________


TBC


Yuk sedekah yuk