
.
.
.
.
.
.
Setelah mengatur posisi senyaman mungkin dan sedemikian rupa, lebih tepatnya posisi Ghea nemplok di badan Pak Gavin. Cerita pun dimulai.
"Aku ketemu mom kandungnya Gathan, dad." Ucap Ghea.
Nah loh.
"Siapa?!" Seru Gavin meminta Ghea untuk melakukan siaran ulang ucapannya. Mungkin rada terkejot kali ye.
"Mommy kandungnya Gathan dad, ih masa nggak jelas." Seru Ghea berdecak kesal.
"Mommynya Gathan kan cuma kamu, dan emang kamu, dan Gathan pasti taunya kamu doang mommy nya, ya kan. Nggak ada ya mommy nya Gathan diluaran sana!" Seru Gavin.
"Udah dibilangin mommy kandungnya Gathan masih aja nggak ngerti, mantan kamu dad!" Seru Ghea, wanita itu berniat beranjak dari pangkuan Gavin. Namun dengan cepat Pak Gavin menarik tubuh Ghea kemudian kembali memeluk tubuh Ghea dan membenamkan wajah Ghea didada bidangnya.
"Dia nggak pantes disebut mommy, yang pantes kamu." Guman Gavin.
"Tapi dia tetep ibunya Gathan dad." Balas Ghea.
"Mommy nya Gathan cuma kamu sayang." Ucap Gavin sambil mengecupi bahu polos Ghea.
"Tapi kan aku cuma mommy sambungnya Gathan dad." Balas Ghea kemudian melingkarkan kedua tangannya di leher Gavin.
"Tapi Gathan sayang sama kamu." Balas Gavin.
"I know, but besok kalo Gathan besar pasti paham kan masalah ginian. Kamu nggak ada niatan buat ngasih tau kebenarannya, mumpung dia masih anak-anak. Gimana pun juga , besar nanti dia bakal nyari ibu yang udah ngelahirin dia kan dad." Ucap Ghea.
"Sebenernya kenapa sih mom? Dia gangguin kamu, atau ngancem aneh-aneh ke kamu sama Gathan?" Tanya Gavin.
"DAD!!!" Pekik Ghea.
"Kenapa?" Tanya Gavin pura-pura tak mengerti.
"Kenapa kamu masukin lagi!!" Seru Ghea.
"Bukan aku mom yang masukin, masuk sendiri itu tadi. Udah ya biarin aja, lagian nggak digerakin kok." Balas Gavin dengan entengnya.
"Dimasukin tapi nggak digerakin, kamu mana tau kalo rasanya cenat-cenut uhhh...." Gerutu Ghea dengan leguhan kecil menahan rasa nikmat yang menerobos tiada tara.
Assudahlah mari kita mulai.
Flasback ~
Seorang Dokter pria yang membawa Gathan tadi mengajak Ghea ke sebuah taman bermain yang terletak tak jauh dari sekolahan Gathan.
"Dimana orangnya?" Tanya Ghea to the point.
"Orangnya disana." Tunjuk dokter itu pada seorang wanita yang duduk diatas kursi roda yang tak jauh dari bangku taman.
"Gathan ikut mommy, oke." Seru Ghea.
"Yes mommy." Balas Gathan.
Ghea pun menggandeng tangan mungil Gathan kemudian berjalan menghampiri wanita itu.
"Permisi?" Seru Ghea. Tak tunggu lama, wanita yang duduk diatas kursi roda itu langsung menoleh kan kepalanya ke arah sumber suara Ghea.
"Hai." Ucap nya tersenyum, wanita itu memandangi wajah Ghea dan Gathan bergantian.
Serasi sekali mereka, mungkin itu yang ada didalam pikirannya.
"Boleh bicara sebentar?" Tanya Ghea, Ghea masih ragu mendekati wanita itu. Karna sepertinya wanita itu adalah pasien penyakit berat, kita nggak tau itu bisa menular apa nggak. Ya jaga-jaga kan boleh.
"Silahkan duduk." Balasnya dengan ramah.
Ghea pun akhirnya duduk diujung bangku sambil memangku tubuh Gathan. Sebelum memulai pembicaraan yang serius, Ghea menyerahkan hp nya kepada Gathan. Wanita itu memutar acara kartun si kembar botak di hpnya untuk Gathan agar anak itu tak bosan, juga menyematkan sepasang earphone dikedua telinga putranya.
Ya intinya biar Gathan nggak denger obrolan mereka nanti.
Ghea masih nggak percaya kalo nitipin Gathan ke orang lain, apalagi dokter kampret tadi.
"Kamu bisa pergi dulu nggak? saya mau bicara sama pasien kamu." Ucap Ghea pada dokter tadi.
"Tapi...
"Oke aku pergi." Balas dokter itu. Kini tinggal Ghea, Gathan, juga seorang pasien wanita tadi.
"Saya Ghea, siapa nama kamu?" Tanya Ghea memulai pembicaraan.
"Saya Viona." Jawab wanita itu.
"Oh salam kenal Viona." Balas Ghea, Viona hanya menganggukkan kepalanya dengan senyuman tipis.
Duh respect banget dah ama si Ghea, nggak asal semprot aja, maen kalem kalo si Ghea mah.
"Sakit apa?" Tanya Ghea.
"Kanker serviks." Jawabnya.
Ghea terkejut bukan maen, wanita disebelahnya ternyata menderita kanker serviks. Bahaya ga sih?
"Eum gini, saya to the point aja ya. Tujuan Kamu nemuin anak saya buat apa? ada yang perlu dibicarain?" Tanya Ghea.
"Besok terapi terakhir saya, saya pengen nebus kesalahan saya dimasa lalu. Kalo besok nggak menghasilkan apa-apa, saya harap setelah saya pergi saya bisa tenang karna dapat bertemu dengannya untuk terakhir kalinya." Ucap Viona.
"Kamu tau kalo besok terapi terakhir, tapi kamu malah keluyuran diluaran sana? Kamu nggak mikir dampaknya, bukan cuma kamu doang yang kena tapi orang lain juga bisa. Dokter kamu nggak ngasih percerahan ke kamu gitu? Bahaya tau nggak." Seru Ghea.
"Maaf, sekali lagi saya minta maaf. Ini bukan kesalahan David, ini murni kesalahan saya yang memaksa dia untuk mempertemukan saya dan anak kamu." Balas Viona menyesal.
"Dari sini saya bisa simpulin, kamu pasti ada hubungan sama anak saya. Kamu siapa?" Tanya Ghea.
Viona menolehkan kepalanya pada Ghea kemudian menggelengkan kepalanya pelan.
"Bukan, saya bukan siapa-siapa anak kamu." Jawab Viona.
"Terus kenapa kamu ketemu sama anak saya?" Tanya Ghea.
"Saya suka sama anak-anak." Jawab Viona.
"Tapi kenapa musti anak saya? kenapa nggak anak kamu sendiri atau anak orang lain?" Tanya Ghea.
"Sa-
"Perlu kamu ketahui, walau Gathan bukan anak kandung saya, saya tetep sayangin dia selayaknya anak kandung saya. Saya bukan tipikal wanita yang rela membuang anaknya demi suatu hal, apalagi hal dunia. Saya juga bukan orang bego, saya tau siapa kamu. Kita main kalem aja, kamu ngomong sama saya atau ngomong langsung sama suami saya." Ucap Ghea.
"Jangan-jangan, jangan omongin apapun sama mas Gavin. Cukup antara kita saja yang tau, saya mohon. Saya cuma pengen tau gimana keadaan permata yang saya sia-siain dulu. Saya yakin hidup bersama kamu bakal bikin dia bahagia, udah itu aja." Jawab Viona.
Jadi bisa kita simpulkan jika mbak Viona adalah mantan istri dari bapak Gavin dan emak kandungnya Athan.
"Mas Gavin?" Ucap Ghea menyipitkan matanya. Ada rasa tak rela jika wanita lain memanggil suaminya seperti itu.
"Maksud saya suami kamu, Gavin." Balas Viona.
"Intinya?" Ucap Ghea.
"Besok kamu bisa bawa Gathan ke rumah sakit buat ketemu sama saya? Untuk yang terakhir, karna setelah itu saya berpasrah pada Tuhan tentang penyakit saya ini. Setelah itu saya nggak akan ganggu kalian lagi" Ucap Viona.
"Saya nggak bisa ngambil keputusan sepihak, suami saya juga harus tau karna Gathan juga anaknya. Kamu berdoa aja supaya masalah ini selesai dengan baik, kalo emang dengan adanya Gathan disekitar kamu bikin kamu semangat untuk sembuh, mungkin akan saya usahakan. Dan ketika kamu sembuh mungkin kamu bisa menemui Gathan lagi, nggak ada manusia yang pengen mati sia-sia, apalagi masih ada urusan dunia yang belum selesai." Jelas Ghea panjang lebar.
Viona menatap Ghea dengan bola mata berkaca-kaca, wanita itu tak menyangka jika masih ada orang sebaik Ghea didunia ini.
"Terima kasih Ghea, terima kasih karna mau ngasih kesempatan buat saya." Ucap Viona tulus.
"Sama-sama." Balas Ghea.
"Mommy ganti nobita, mom." Seru Gathan sambil menunjuk ponsel Ghea.
Rukun-rukun ya kalian berdua.
.
Flasback Off~
Jangan ada kata pelakor diantara kita okey.
Ndak og
.
.
.
.
.
.