
.
.
.
.
.
Masih berada di fase hamil ya bund.
Kuyy lah.
Karena kehamilan Ghea sudah masuk golongan hamil tua, otomatis para orang tua sangat memperhatikan kegiatan Ghea.
Dan bunda juga mengusulkan untuk sementara Ghea agar tinggal dirumah bunda dulu hingga sang baby lahir. Bukan tanpa alasan, jika Ghea tinggal dirumah Gavin sendiri bumil itu sering mengeluh kesepian, apalagi sekarang ia hanya diperbolehkan kuliah jarak jauh, ditambah lagi Gavin tak bisa setiap saat stay di dekat Ghea karna memang harus ke kantor dan Gathan yang harus sekolah Dipagi hari.
Dan untuk Mamah Wina sendiri tak mempermasalahkan hal itu, jika ia rindu dengan mantunya ia juga bisa berkunjung ke rumah besannya bukan.
Jadi keputusan disepakati oleh kedua belah pihak keluarga.
Dan jangan lupakan, kedua belah pihak keluarga Ghea maupun Gavin juga belum mengetahui jika baby yang dikandung Ghea adalah twins.
Itu akan menjadi kejutan terbesar nanti.
"Mommyhhh.....!!!! Athan pulang!"
Suara yang sudah tak asing lagi bagi Ghea, dengan senang hati ia menyambut kepulangan putranya dari sekolah itu.
"Hai baby boy, gimana sekolahnya lancar?"
Hampir setiap hari Ghea menanyakan hal itu kepada Gathan, wanita itu ingin agar putranya selalu berbagi cerita tentang kegiatan sekolah nya supaya ia bisa memberi arahan, bimbingan, dan masukan untuk memotivasi putranya.
"Iya mommy, Athan belajar banyak tadi." ucap Gathan dengan semangat.
"Oh ya, belajar apa tadi?" Tanya Ghea sambil menggandeng tangan mungil putranya dan membawanya masuk kedalam rumah.
"Gambar mommy, tadi Athan dapet bintang 9 dari miss." Jawab Gathan.
"Wow berarti gambarnya Gathan bagus dong." ujar Ghea menimpali. Bocah itu hanya menganggukkan kepalanya dengan malu-malu membalas ucapan ibunya.
"Opa mana ya?" tanya Ghea.
"Opa belum turun mobil, mommy."
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Ayah bawa apa tuh?" Tanya Ghea.
"Bawa rujak nih, kan tadi adek minta dibawain rujak sama ayah." jawab Ayah Juan. Ayah meletakkan bungkusan plastik berisikan rujak buah itu diatas meja ruang tamu.
"Oh iya Ghe sampe lupa, wahh kelihatannya seger banget ya yahh. Makasih yahh. " Ucap Ghea.
"Sama-sama, bunda mu dimana dek?"
"Bunda lagi siap-siap masak buat makan siang ntar yah . " jawab Ghea.
"Oh yaudah, ayah nyusul bundamu dulu kalo gitu, jangan lupa dimakan rujaknya ya biar sehat dedek bayi nya." ujar Ayah.
"Siap komandan!" balas Ghea dengan sikap hormat.
"Gathan ganti baju dulu yuk, mommy temenin." Ucap Ghea.
"Ayo mommy!" seru Gathan.
Bocah itu dengan hati-hati menggandeng tangan mommy nya dan menuntunnya menuju kamar Ghea. Dulu Ghea menepati kamar yang terletak dilantai atas, namun kini kondisi nya yang tengah hamil tua mengharuskan ia untuk tidak terlalu sering naik turun tangga untuk menghindari suatu hal yang tak diinginkan.
stay safe itu penting.
"Adek tadi nakal mommy?" tanya Gathan sambil membelai lembut perut Ghea yang membuncit.
"Nggak dong, adek kan sayang sama mommy, jadi adek nggak rewel. Adek tadi nungguin Gathan pulang sekolah loh, mau di kiss Kakak katanya." balas Ghea.
"Wah beneran mommy? adek nungguin Athan?" Tanya Gathan.
"Iya beneran, suerr."
"Adekk, adek kangen kakak yaa? Kak Athan juga kangen tauu, sekarang kak Athan udah pulang sekolah loh jadi bisa ngajak adek ngobrol." Oceh Gathan mengajak bicara janin yang ada didalam perut Ghea.
"Adek juga kangen sama kakak." balas Ghea dengan menirukan suara anak kecil, hal itu membuat Gathan tertawa kecil.
"Nanti Gathan mau ikut mommy nggak?" Tanya Ghea sambil memakaikan pakaian rumahan pada tubuh Gathan.
"Mommy mau ajak Athan kemana?" balas Gathan, kedua tangannya nampak bertumpu pada kedua bahu Ghea.
"Beli snack di supermarket, gimana mau ikut?"
"Mau-mau myhh." balas Gathan dengan semangat.
"Okey."
Drettt drettt drettt
"Bentar ya, mommy angkat telfon daddy dulu." ucap Ghea. Gathan mengangguk dan memilih duduk anteng diatas kasur Ghea.
"Assalamualaikum dad."
"Waalaikumsalam sayang."
"Tumben telfon, ada apa hmm?"
"Emang nggak boleh telpon kamu, kangen tau." dengan wajah lesu Gavin berucap demikian.
"Ya boleh lah, gimana tadi rapatnya lancar?"tanya Ghea.
"Lancar alhamdulilah. " jawab Gavin.
"Oh syukur dong."
"Gathan udah pulang mom?" Tanya Gavin.
Ghea pun mengarahkan kamera ponselnya kepada sang putra hingga nampaklah Gathan dilayar ponsel Gavin.
"Halloo daddy!" seru Gathan sambil melambaikan tangannya.
"Hai boy, gimana sekolahnya hm?"
"Seru daddy." jawab Gathan.
"Jagoan daddy semangat ya belajarnya, biar bisa bantuin daddy kerja dikantor hahaha."
"Dih emang Gathan mau nerusin kerjaan kamu, ganteng gini cocok nya jadi dokter tau nggak dad." balas Ghea, si bocil aja nggak paham besok gede dia mau jadi apa. Eh para emak dan bapaknya udah pusing mikirin itu.
"Emang cita-cita Gathan kalo besar mau jadi apa?"
"Cita-cita Athan? eumm... ndak tau, Athan mau jadi anaknya mommy aja." jawab bocah itu dengan lugu nya.
"Anak daddy enggak?" Tanya Gavin.
"Anak daddy juga, tapi banyakkan mommy, ya kan mommy." seru Gathan dengan bergelayut manja pada lengan mommy nya.
"Mana bisa gitu, harusnya lebih banyakkan daddy tau." seru Gavin.
"Udah deh ngalah aja, orang aku yang menang." timpal Ghea.
"Anak mommy sama daddy yang adil."
"Daddy nanti beli susu pisang yaaa?"
"Iya nanti kita beli susu pisang yang banyak buat Gathan."
"Horeee makasih daddy!!!"
___________________
"Hati-hati ya belanjanya, jangan bawa yang berat-berat inget."
Itu adalah salah satu kalimat yang diucapkan Bunda saat Ghea berpamitan untuk keluar ke super market. Bayangkan ke supermarket aja sekhawatir itu, apalagi keluar jauh.
Selain orang tua yang sayang terhadap anak-anaknya, bunda juga orang tua yang sangat perhatian dengan hal-hal kecil yang menyangkut urusan anak-anaknya.
Dan kini Ghea juga suami dan anaknya sudah berada disalah satu supermarket terdekat didaerah tempat tinggalnya.
Ghea sibuk mencari bahan-bahan kebutuhan rumah, sedangkan Gathan asik nongkrong diatas troli, dan pak Gavin bertugas mendorong keranjang troli tersebut.
"Abang tadi pesen apa ya?" Guman Ghea mencoba mengingat-ingat pesanan abangnya itu.
"Deodorant yang." jawab Gavin.
"Astaga serius deodorant? malu-maluin banget sih nitip begituan." guman Ghea.
"Nggak papa beliin sekalian aja, kasian dia kan jarang dirumah, mana sempet ngurusin kebutuhan sendiri." balas Gavin.
"Maka dari itu disuruh cepet nikah biar ada yang ngurusin." ucap Ghea.
"Kayak aku nggak sih." Ucap Gavin kemudian mengecup bibir ranum istrinya.
Giliran ditempat umum langsung sosor, didepan mertua malu-malu kucing garong lu bang.
Yaile.
"Nanti dedeknya mau dijenguk." bisik Ghea tepat di telinga Gavin.
"Of course baby." balas Gavin sambil mengerlingkan sebelah matanya.
_____________
Babay.