My Duda

My Duda
MD Pt 2 (Gathan )



Seminggu setelah kedatangan Alea ke kantornya, sampai saat ini gadis bar-bar tak ada menampakkan batang hidungnya dihadapan Gathan.


Gathan sendiri juga merasa aneh dengan dirinya. Akhir-akhir ini bayangan Alea terus memenuhi otaknya, tapi walau begitu ia tetap beranggapan itu hal itu hanya perasaanya saja.


"Bang Gathan. " Panggil Glory sambil menghampiri kakak tertuanya.


"Kenapa, hm?" Balas Gathan.


"Kemaren Glory digangguin sama orang." Adunya.


"Digangguin sama siapa?" Celetuk Gheva ikut penasaran.


Ketiga anak laki-laki Bu Ghea dan Pak Gavin itu sangat protektif terhadap adik perempuan satu-satunya yang mereka miliki itu. Jadi tak heran jika mereka langsung tanggap jika adiknya mengadu suatu hal.


"Sama temennya kak Noah." Jawab Glory.


"Temennya kan banyak sayang, yang mana. Pas kemaren di acara nikahannya Kak Noah ya?" Glory menganggukan kepalanya membenarkan ucapan salah satu kakaknya.


"Kemaren banyak sih temennya kak Noah yang dateng, kamu tau ciri-cirinya nggak? Kamu kemaren diapain emang, nggak aneh-aneh kan?"


"Nggak diapa-apain, tapi kemaren itu mepet-mepet terus sama Glory, terus sempet ngaku-ngaku sama temen-temen Glory kalo dia itu pacarnya Glory." Adu Glory merengut kesal.


"Udah nggak usah kamu tanggepin selama dia nggak aneh-aneh atau nyentuh kamu. Kalo dia gangguin kamu lagi, langsung bilang ke kakak, paham?" Seru Gathan. Glory segera menganggukkan kepalanya paham mendengar pesan dari kakaknya.


"Mommy kemana, kak?"


Mereka berempat celingukan mencari keberadaan mommy dan daddy-nya yang tiba-tiba hilang bagai ditelan bumi setelah makan malam tadi. Biasanya mereka akan berkumpul diruang tengah untuk menonton tv atau sekedar mengobrol antara orang tua dan anak.


"Udah tidur kali. " Ujar Gathan sambil melirik pintu kamar kedua orang tuanya yang sudah tertutup rapat.


Ditengah keheranan keempat anak manusia itu, mereka dapat melihat mommy dan daddy-nya baru keluar dari kamar.


"Night, kesayangan mommy." Sapa Ghea sambil memberikan kecupan singkat pada kening masing-masing anaknya.


"Mom, okey?" Tanya Glory begitu penasaran dengan kondisi mommy nya. Yang membuat anak itu heran, kenapa malam-malam seperti ini rambut mommy dan daddy-nya sudah basah saja.


"Of course, baby." Balas Ghea. Walau Ghea berkata baik-baik saja, wanita itu merasa kesulitan untuk ikut duduk bergabung dengan anak-anaknya. Bahkan Ghea harus dibantu Glory untuk duduk.


"Why?" Ucap Gavin saat mendapatkan tatapan mengerikan dari ketiga putranya.


Gavin hanya mampu menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, perbuatannya diketahui oleh ketiga putranya.


"Kasih jeda lah, dad. Masa tiap hari ngadon mulu, mentang-mentang sekarang nggak ada kerjaan, sekarang kerjaannya ngadon mulu." Ujar Ghavi ikut menambahkan.


"Iya iya, mulai sekarang daddy kasih jeda jadi tiga kali sehari." Ucap Gavin.


"Dih tiga hari sekali, dikata minum obat apa. Emang biasanya sehari daddy berapa kali?" Tanya Gheva yang malah ikut penasaran.


"Biasanya sih everytime." Jawab Gavin tenang.


"DADDY!!!" Pekik mereka bertiga.


Nafas Gavin tercekat karena lehernya diapit oleh lengan kekar putra keduanya. Walau Ghavi terkesan dingin dan cuek, jika menyangkut keselamatan mommy nya, siapapun akan ia lawan.


"Nah ini nih, ini harus dimusnahkan." Ujar Gheva sambil berusaha mengeksekusi junior Gavin yang masih bersembunyi dibalik celananya.


"Momm!!!! Anakmu mom!!" Teriak Gavin panik.


"Bang Gathan ambilin golok bang, atau mesin gergaji. Biar Gepa potong anu nya daddy. "


"Sayang." Rengek Gavin tak kuat melawan tenaga ketiga putranya.


Sedangkan Ghea dan Glory disana cekikikan melihat Gavin dinistai oleh Gathan dan saudara kembarnya.


"Udah udah, jangan gitu, kasian daddy. Gathan, twins duduk sini." Seru Ghea.


Gavin selamat, akhirnya terlepas dari siksaan ketiga putranya.


"Awas macam-macam." Ancam Gheva menatap tajam daddy-nya.


Gavin hanya mampu meneguk ludahnya kasar, pria itu langsung bersembunyi di balik tubuh istrinya.


___________


TBC.