My Duda

My Duda
Eps 76



.


.


.


.


.


.


.


Setelah seharian berkeliling mencari sosok mie ayam pake swiwi (sayap) bagian kanan, akhirnya Satya mendapatkan makanan tersebut.


Namun membutuhkan sedikit perjuangan untuk mendapatkannya, karna Satya harus membujuk pedagang itu agar mau membuatkan porsi khusus untuknya, yaitu mie ayam dilengkapi topping ayam bagian sayap kanan. Bahkan Satya sendiri yang memastikan jika daging ayam yang digunakan adalah sayap bagian kanan.


Karna Satya liat sendiri si abangnya motong tu sayap dari tubuh bohay ayamnya. Dari proses motong ayam sampe ayamnya dimasak sendiri, baru ditambah mie. Satya liat semuanya!


Jadi cukup makan waktu yang lama!


"Bang bisa dipercepat nggak? ini saya udah diteror ama yang pesen bang." Ucap Satya pada pemilik warung mie ayam tersebut.


"Ya sabar dong, lagian pesenan lu aneh-aneh pake acara milih sayap kanan. Lu kata gua pengamat daging ayam bisa ngapalin bagian-bagian ayam!" Seru penjual mie ayam itu dengan sewot.


"Ye santai bang, kan udah gua kasih lebih yang tadi." Balas Satya.


Horang kaya mah bebas.


"Nih pesenan lu udah jadi, laen kali mampir lagi ye!" Seru penjual mie ayam itu sambil menyerahkan kantong plastik kresek berisikan mie ayam pesanan Satya.


"Lu suruh mampir lagi tapi lu sewot mulu dari tadi, ah elah!" Gerutu Satya.


"Kalo pelanggan kayak lu mah gua layanin sepenuh hati, apalagi tip nya gede." Ucap penjual mie ayam itu.


"Dih duit mulu lu yang digedein, sedekah woy!" Seru Satya.


Kenapa lu malah berdebat ama tukang mie ayam sih Bang Sat!!!


"Gua buka donasi noh bang didepan, buat panti asuhan yang mau dibangun. Jangan lupa nyumbang ye." Seru penjual mie ayam itu. Satya pun menoleh kedepan gerobak, dan benar saja disana disedikan kotak amal bertuliskan donasi untuk pembangunan panti asuhan.


"Iye-iye." Balas Satya.


Gavin Home


"Abangg!" Seru Ghea sambil berlari kecil menghampiri Satya. Saat mengetahui Satya telah sampai dirumah suaminya, Ghea langsung keluar dari kamarnya guna menghampiri abangnya.


"Jangan lari-lari!" Seru Satya memperingati.


"Hehe, mana pesenan Ghe?" Ucap Ghea sambil menengadahkan tangannya didepan dada.


"Nih, mie ayam pake sayap yang bagian kanan." Ucap Satya.


"Waaahhh makasih abang, Gathan ayo makan sama mommy ya!" Seru Ghea. Gathan yang bernotabene anak yang patuh, hanya menuruti ucapan Ghea. Ghea dan Gathan bergandengan tangan menuju dapur.


"Itu porsinya emang segitu bang?" Tanya Bunda Citra pada Satya. Bunda agak heran karna porsi mie ayam yang dibawakan Satya lumayan banyak.


"Iya bund, sengaja dilebihin ama yang jual." Jawab Satya.


"DAD." Panggil Ghea pada suaminya.


"Iyaaa bentar pipis, mom." Balas Gavin setengah berteriak.


Tak lama kemudian Gavin keluar dari kamar mandi dapur, pria itu lantas menghampiri istrinya.


"Kenapa, hm?" Tanya Gavin mengusap rambut Ghea.


"Cobain dulu nih, aaaaaa. " Ucap Ghea sambil menyodorkan mie ayam didepan mulut Gavin.


"Gimana?" Tanya Ghea.


"Enak kok, enak banget malahan." Balas Gavin.


"Waaah berarti ini buat aku sama Gathan aja ya, kamu beli lagi sama abang kalo pengen!" Seru Ghea.


"Sayang tapi itu kan banyak, bagi aku juga ya, aku pengen loh." Ucap Gavin memelas.


"Beli yang baru aja dad, ini buat aku sama Gathan aja." Balas Ghea.


Gavin kemudian menengok sebentar menatap abang iparnya.


"Apa!" Seru Satya.


"Satya, saya juga pengen." Ucap Gavin lirih.


"Astaga istri sama suami sama aja, sama-sama nyusahin orang!" Gerutu Satya.


"Bantuin orang dapet pahala bang." Ucap Bunda sambil terkikik menertawai putranya.


"Yang paha kiri ya Satya, plis." Ucap Gavin.


Kapan Satya bahagianya Arghhhhhh...


...______________________...


"Mommy puas-puasin dulu ya nak guling-gulingnya, mumpung kamu masih kecil diperut mommy." Guman Ghea, wanita itu kini tengah tengkurap diatas kasur sambil menonton film barat melalui pad milik suaminya.


Kalo nanya bocil dimane, bocil udah bobok ye besok sekolah.


Kalo si bapak Gapin lagi diruang kerja, ada beberapa berkas yang harus diurus untuk kepentingan kantor.


Ceklek


"Sayang kamu udah tidur?" Tanya Gavin saat memasuki kamarnya.


Ghea menengok sebentar menatap suaminya.


"Belum, dad." Balas Ghea kemudian kembali melanjutkan acara nonton film nya.


"Astagfirullah Sayang!!! kamu jangan tengkurep gitu ah, itu kasian anak aku! Astaga kejepit yank baby kita, ayo sini miring aja." Seru Gavin panik dan heboh.


Udah kek emak-emak kan.


Gavin membalikkan posisi tidur Ghea yang semula tengkurap menjadi miring, bahkan pria itu sudah pasang badan agar Ghea tidur miring dengan posisi memeluk tubuhnya saja.


"Aku belum selesai nonton loh dad. " Ucap Ghea merengek.


"Udah nontonnya dilanjut besok aja, sekarang tidur udah malem." Seru Gavin, pria itu merebut pad miliknya dari tangan Ghea dan meletakkannya diatas nakas.


"Dad." Panggil Ghea.


"Tidur!" Seru Gavin.


"Daddy ih dengerin dulu." Seru Ghea.


"Apa." Balas Gavin.


"Bajunya dibuka aja, aku pengen cium aroma tubuh kamu, dad." Ucap Ghea.


"Tapi kan ding-


"Ayo buka dad." Ucap Ghea dengan tangan yang sudah bersiap melepaskan kancing piyama milik Suaminya.


"Dilepas aja kancingnya ya, nggak usah dibuka semua bajunya, kalo malem suka dingin sayang." Ucap Gavin, Ghea menganggukkan kepala nya dengan antusias.


"Hm." Guman Ghea sambil memeluk tubuh Gavin dan menghirup aroma tubuh Gavin yang sekarang candu untuknya.


"Good night, daddy." Guman Ghea.


"Too baby." Balas Gavin kemudian mengecup kening Ghea. Keduanya pun berangkat menyelami alam bawah sadar dengan berpelukan hangat.


"Sayang celananya lepas sekalian." Ucap Ghea.


Sabar ya, kamu bisa kok:)


Semangat untuk debay!


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.