My Duda

My Duda
Eps 109



.


.


.


.


.


Yuhuu mom Ghea and family back nih!!


Sebelumnya Teressa sudah mengkonfirmasi terlebih dahulu bahwa ia akan datang ke rumah sakit membawa makanan, sehingga bunda tidak perlu membeli makanan lagi diluar.


"Dad, ada yang ngetuk pintu tolong dibukain dong." ucap Ghea pada suaminya. Pagi itu terdengar suara ketukan pintu pada ruang rawat Ghea, dan Ghea pun membangunkan suaminya yang masih tertidur pulas disampingnya.


"Biar mamah aja yang buka sayang, suami mu kecapekan kayaknya." ucap Mamah Wina.


"Makasih ya mah." Mamah Wina membalasnya dengan anggukan kepala, kemudian Wanita paruh baya itu berjalan ke depan membuka pintu.


Ceklek


Entah siapa orang yang ada diluar sana, yang pasti kedatangannya tak disambut dengan hangat oleh Mamah Wina. Nenek dari Gathan itu terlihat menatap benci seseorang dihadapannya itu.


"Mau apa kamu kesini!" seru Mamah Wina dengan raut wajah berapi-api menahan emosi yang membuncah diubun-ubun.


"Saya kesini mau ngucapin selamat buat kelahiran anak-anak Ghea." jawabnya dengan suara rendah.


"Menantu saya nggak perlu ucapan selamat dari kamu. Tolong jangan usik kebahagiaan putra saya dan keluarga nya, jangan membuat keributan disini. Pergi!" usir Mamah Wina.


"Tolong izinkan saya bertemu dengan Ghea, saya hanya ingin menyapa dan mengucapkan selamat untuknya." mohon wanita itu.


Orang-orang didalam yang mendengar keributan itu segera keluar melihat kericuhan itu, termasuk Gavin. Pria itu bangun dari acara tidurnya, karna terusik dengan kegaduhan disana.


"Sayang, ada apa sih rame-rame?" tanya Gavin dengan mata mengerjap-ngerjap menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam indra penglihatannya.


"Nggak tau dad, coba cek kedepan dulu." ucap Ghea.


Dengan nyawa yang belum terkumpul sepenuhnya, Gavin terpaksa bangun dari brankar Ghea.


"Ada apa sih mah pagi-pagi udah ribut aja, lagi dirumah sakit juga." keluh Gavin saat mendengar suara ibunya tengah marah-marah.


"Liat dia! Dia dateng lagi ke kehidupan kamu, Vin. Mamah pesen sama kamu, jangan sampe kamu luluh sama tipu muslihat dia! Dia mau keluarga kamu hancur Vin." seru Mamah Wina menatap benci wanita dihadapannya itu.


Sedangkan kedua orang tua Ghea memilih diam tak ikut campur, karna memang hal itu bukan wewenangnya.


"Bukan gitu mah, Vio nggak ada niatan buruk sama keluarga baru mas Gavin. Vio cuma mau jenguk Ghea aja nggak lebih, Vio udah janji sama Ghea mah." bela wanita itu.


Remember Viona? Yap emak kandungnya Gathan. Wanita itu nekad ingin menjenguk Ghea padahal ia tau betul resikonya bertemu dengan orang-orang dari masa lalu nya.


Tapi assudahlah.


Kita clear in sekalian di part ini.


"Saya bukan mamah kamu, dan kamu bukan anggota keluarga saya lagi!" seru Mamah Wina.


"Jangan emosi mah." tegur Papah Harry pada istrinya namun tak dihiraukan oleh Mamah Wina karna wanita itu sudah terlanjur emosi.


"Lebih baik kamu pergi dari sini Viona, jangan memancing amarah mamah saya yang berakibat akan membuat keributan dirumah sakit. Tolong mengertilah." seru Pak Gavin dengan suara rendah namun penuh penegasan.


Sepertinya Pak Gavin lagi ga mood buat teriak-teriak, jadi maen kalem aja.


"T-tapi mas aku-


"Pergilah, Gathan tidak ada disini, dan jangan usik kebahagiaan anakku juga istriku apapun alasan mu. Dan satu lagi, aku bukan mas mu jadi berhentilah memanggilku dengan sebutan itu!"


"Tapi aku ibunya."


"Gathan tak perlu memiliki ibu sepertimu!"


"Aku yang melahirkannya!!" wanita itu mulai meneteskan air mata nya. Rasanya sungguh bodoh saat dulu ia meninggalkan keluarga kecilnya demi sebuah kesenganan dunia.


"Heh kau yang melahirkannya? Benar, Benar kau yang melahirkannya!! Dan kau juga yang menelantarkan bayimu demi UANG, UANG, DAN UANG!!! KAU-.!! WANITA SIALAN!!!" bentak Gavin dengan suara lantang sambil menunjuk emak kandungnya Gathan.


"Astagfirullah nak, istighfar Vin jangan emosi gini Ya Allah." guman Bunda sambil menenangkan emosi menantunya itu.


Gavin mengatur nafas dan kembali menyebut nama Allah dalam dirinya, tubuhnya akan lebih tenang dengan hal itu.


"Aku sekarang tidak membutuhkan uang!!!''


"Heh apa maksudmu?" seru Gavin dengan mata memincing menatap tajam wanita dihadapannya itu.


"Aku hanya ingin Gathan mengenaliku, tak lebih. Tolong jangan jauhkan aku dari anakku, aku mohon." pinta Viona dengan memohon.


Gavin masih diam mencari kejujuran dari wajah ibu kandung Gathan itu.


Nggak semua mantan minta balikan ya sodaraa, jangan salah sangka mulu:)


Tak mungkin juga Viona meminta rujuk kepada Gavin, sedangkan Gavin sudah memiliki keluarga baru bersama Ghea. Ditambah lagi Viona menyadari jika dirinya tidaklah pantas untuk Gavin.


Jadi introspeksi diri itu penting.


"Sayang."


Semua pandangan tertuju pada pemilik suara lembut itu, didapati Ghea tengah berjalan keluar dengan perlahan dan menjadikan tembok sebagai rambatan, tubuhnya masih sakit untuk digerakkan.


Lenyap sudah amarah Gavin saat melihat wajah teduh istrinya, selain candu juga menenangkan. Ditariklah tubuh lemah itu dalam dekapannya.


"Kenapa keluar hm?" tanya Gavin dengan lembut.


"Kamu kenapa teriak-teriak sih, si adek kaget tau nggak." seru Ghea dengan bibir cemberut.


"Maaf."


Ghea pun mengalihkan pandangannya pada sekitarnya, kalo dilihat dari raut wajahnya semua menampilkan ekspresi tegang.


Ada apa, pikirnya.


"Eh, Viona ya?" seru Ghea.


Wanita itu hanya menganggukkan kepalanya pelan.


"Ih maaf ya dulu nggak bisa ketemuin kamu sama Gathan, aku juga lagi hamil. Gimana sekarang kondisi kamu, udah sehat kan?" Bu Ghea terus mengoceh bahkan melepas pelukan suaminya dan malah menghampiri Viona namun Gavin terlebih dahulu mencekalnya.


"Jangan."


Namun Ghea tak menghiraukan teguran suaminya.


"Selamat ya udah sembuh, mulai sekarang harus jaga kesehatan pokoknya." ucap Ghea sambil memeluk tubuh Viona dan dibalas oleh wanita itu.


Bahkan Ghea seperduli itu kepada orang lain, apalagi Gathan yang kini sudah menjadi anak sambungnya? pikir Nyai Viona.


Oh tentu, Bu Ghea menyayangi semua anak-anak serta diperlakukan adil dan makmur.


"Terima kasih Ghea, selamat untuk kelahiran anakmu, apakah semua lancar?" balas Viona.


"Tentu saja, putraku sangat tampan seperti ayah dan kakaknya. Kamu mau lihat?"


Belum sempat Viona menjawab, Gavin menyela nya terlebih dahulu.


"Tidak, aku tidak mengijinkannya bertemu anak-anak ku!" tegas Pak Gavin.


"Tapi kenapa, dad?" tanya Ghea menoleh pada suaminya.


"Tolong, sekali ini saja menurutlah. Ini untuk kebaikan keluarga kita sayang." lirih Gavin memohon agar Ghea menuruti ucapannya.


"Maaf ya Vi, lain waktu mungkin kita bisa ketemu dan sharing-sharing story." ucap Ghea, Gavin menghela nafas lega karna istrinya menuruti ucapan nya.


"Aku mengerti." balas Viona tersenyum tulus.


"Jadi sekarang pergilah, istriku butuh istirahat banyak untuk memulihkan kondisi nya, jangan menambah beban pikiran untuk istriku." seru Gavin.


"Maaf untuk keributan yang terjadi, tujuanku datang kesini bukan untuk ini sebenarnya. Hanya satu permintaan ku, biarkan Gathan mengetahui jika aku ibu kandung nya." ucap Viona sebelum pergi dari ruangan itu.


"Tentu saja, kamu kan ibu kandungnya." Bukan Gavin atau yang lain yang menjawab, namun Ghea.


"Tapi sabar ya, Gathan masih anak-anak. Mungkin kalo udah dewasa kita bisa jelasin pelan-pelan, untuk sekarang biarin Gathan nikmati masa kanak-kanaknya, lagi seneng-senengnya soalnya." sambung Ghea lagi.


"Terima kasih banyak Ghea, Terima Kasih." ucap Viona dengan tulus.


Done ya, ga ada pelakor dari pihak mantan. Akur-akur dah kalian.


___________________


Selanjutnya bakal ada Satya and The gengs bocil, pasti seru bukan?


Ntar malem malem kayaknya up, jangan bobo dulu ya:)


Babay.


Eh sek2, ameh cerito diluk.


Gimana ye, jadi gini tiap karakter piksi kan beda2 tergantung yang nyiptain mau dibuat gimana.


Yang gua heran nih bnyak yang ngetik koment gini, nih beberapa ane tulis.


Kok CEO gitu? Kok orang kaya begitu? Kok orang berpendidikan gitu? Tiga faktor ini sih yang paling sering muncul diawal. Ada yang bilang nggak sopan sama orang tua, its okey.


Intinya mah tiap orang beda karakter, nggak bisa disamakan sama orang sebelah. Dan emang mereka 'harus' seperti itu? Musti satu arah doang? kan nggak gitu braderr.


Dan salah satu nya keluarga Bunda Citra, ya emang gitu walau anak2nya suka rusuh tetep aja tau batasan, nggak war banget. Kalo untuk becandaan yang katanya terlalu gimana, selama nggak ada yang sakit hati kenapa musti emosi? Mereka ngelakuin semua semata-mata agar hubungan antar keluarga semakin hangat dan harmonis, bukan mengarah yg negatip.


Dan untuk orang kaya, orang kaya harus yang gimana sih? Nggak ngerti akudehh..kan Aku miskin😭😭😭😭


Canda☺️☺️


Astagfirullah nggak bersyukur banget aku ini Ya Allah😭☺️


Ntar malem jangan lupa loh ya.


Babay bestiee🤗🤗🤗