
.
.
.
.
.
"Dad, bentar lagi baby nya lahirkan." ujar Ghea memulai pembicaraan. Setelah selesai dengan adegan ahik-ahik kemudian bersih-bersih dikamar mandi, pasutri itu kini bersiap untuk tidur. Namun sebelumnya mereka memilih untuk mengobrol terlebih dahulu.
"Iya sayang, bentar lagi mereka lagi. Jadi nggak sabar aku nungguin mereka lahir, pasti rumah bakal tambah rame kan." balas Gavin sambil mengusap-usap perut buncit Ghea dengan lembut.
Seperti biasa, kini saat perut Ghea disentuh lembut oleh tangan Gavin, janin yang ada didalam perut Ghea akan memberi tendangan-tendangan kecil seolah membalas perlakuan daddy nya.
"Aktif banget ya mereka." ucap Gavin.
"Aktif lah orang abis kamu jenguk." balas Ghea membuat Pak Gavin terkekeh kecil.
"Sehat-sehat ya kesayangan daddy, daddy nggak sabar nungguin kalian lahir." seru Gavin.
"Iya daddy." balas Ghea dengan menirukan suara anak kecil.
"Yaudah sekarang tidur ya, udah malem. Besok ada kelas online kan?" tanya Gavin.
"Iya dad, tapi dad aku bosen tau dirumah terus." rengek Ghea pada suaminya.
"Kapan-kapan kita refreshing ke danau gimana? Ajak yang lain juga." tawar Gavin.
"Serius ya, janji." seru Ghea.
"Janji sayang." balas Gavin.
"Yeayy makasih dad." seru Ghea.
"Sama-sama sayang."
Kondisi kamar Ghea beda lagi dengan kamar Satya, dimana jika dikamar Ghea diisi ketenangan dan kenyamanan, lain halnya dikamar Satya.
Kamarnya menjadi amburadul ra karuan parak'e dikarenakan bocil yang tidak bisa tidur dengan tenang alias rusuh. Berbagai gaya tidur bocah itu lakukan, dari posisi tengkurap, nyungsep, tubuh hampir jatuh ke lantai, dan yang terakhir posisi miring dengan pantat yang berada tepat didepan wajah Satya.
Wow emejing.
Jangan sampe si bocil tiba-tiba kentut ya, bisa mampus Bang sat.
Brettt
Dan akhirnya gas terpendam milik Gathan lolos juga.
"Bau ape nih?" Dan bodohnya Satya malah mengendus-endus pantat keponakannya itu.
"Uncle Satya hikss...."
"Bocil kentut ya?" seru Satya.
"Hikss...Perut Athan sakitt, mau ikut mommy huaaa.."
"Mau poop?" Tanya Satya.
"Hikss iyaa Uncle, perut Athan sakit mau pup." ucap Gathan.
"Blom keluar kan pup nya?" Tanya Satya cemas-cemas, bisa-bisa sprei tayo kesayangannya kotor terkena pup Gathan.
"Belum hiks Uncle.. "
"Yaudah yuk pup dulu Uncle temenin." seru Satya.
Nggak mungkin kan dia bangunin Ghea atau suaminya, kalo bangunin Ghea kasian perutnya udah gede masa suruh bolak balik naek turun, kalo bangunin yang laki otomatis Ghea juga ikut kebangun. Jadi pilihan yang tepat adalah menyelesaikan misi nemenin Gathan pup sendiri.
"Udah jangan nangis Cil, LAKIKK inget nggak boleh nangis." seru Satya. Ia tau jika ponakannya itu takut jika ia marahi, namun ia tak sekejam itu memarahi anak kecil karna hal sepele.
Duh calon bapak nih, senggol dong.
"Makanya jangan ngikut-ngikut emak lu makan seblak, diare kan." Ucap Satya.
Si bocil masih duduk anteng diatas closet, sedangkan Satya memilih menunggu dipojok kamar mandi sambil duduk diatas kursi kecil disana.
"Udah?"
"Udah Uncle." balas Gathan.
"Sini cebok dulu." seru Satya.
Dengan telaten Satya membantu Gathan untuk cebok, mungkin hal ini cocok untuk persiapan jika ia memiliki anak anak nanti.
"Masih mau pup nggak?" Tanya Satya .
"Endak Uncle." balas Gathan. Kini tubuh bocah itu tengah digendong oleh Satya, kedua tangan mungilnya mencengkeram bahu sang paman.
"Tidur lagi ya." Gathan mengangguk.
Setelah selesai dengan acara pup nya, kini Satya kembali menemani Gathan tidur. Kini Gathan dapat tidur dengan nyaman karena tak ada rasa mengganggu dalam tubuhnya.
Tak lama bocah itu kembali terlelap sambil memeluk tubuh pamannya.
Couple goals banget wkwkwk.
__________________
Babay.
edisi gabut mon maap daripada nganggur.