My Duda

My Duda
Eps 65



.


.


.


Lanjut Gass ye kan.


Gavin mengubah posisi telentangnya menjadi miring menghadap Ghea. Keduanya sama-sama memeluk dari depan, sensasinya serrrr nggak bisa di jelasin, kecuali kalian udah pernah. Bisa tolong dijelaskan untuk kaum awam seperti saya😌


"Dingin banget, dad." Guman Ghea sambil menduselkan wajahnya pada dada bidang Gavin.


"Mau yang anget-anget nggak?" Ucap Gavin, kini tangannya sudah terjun bebas menjamah tubuh bohay Ghea.


Asekkk


"Hm, apa?" Balas Ghea.


Sreekkk!!!


Nah kan kejadian juga, robek nggak tuh.


"Dad, what are you doing!" Pekik Ghea.


Gimana nggak kaget, orang tuh baju haram langsung ditarik ama Mas Gavin, robek dah tuh baju. Auroot nya terumbar wkwk.


"Sayang kan nggak ada Gathan, jadi.....


"Gua udah tau nih ujungnya kemana." batin Ghea waspada.


"I want you to night. " Ucap Gavin dengan suara serak, nggak tau sih seraknya kek mana intinya ya udah diujung wkwk. Gavin sudah merapatkan tubuhnya pada tubuh Ghea, ya nemplok gitu lah pokoknya.


"Eh? kalem dong ganteng!" Seru Ghea sambil mendorong pelan tubuh kekar suaminya.


Kebanyakan tingkah lu Ghea, aslinya mah Ghea mau juga kalo diajak enak-enak, jujur lu!


"Kita udah nggak itu sejak malem resepsi loh." ucap Gavin, ya emang bener soalnya kan pas dirumah bunda Gathan ikut tidur bertiga.


"Besok kamu kerja loh, aku juga ngampus kalo begadang bisa-bisa kita telat bangun." Ucap Ghea dengan lembut, tak lupa belaian lembut ia berikan pada rahang tegas milik Gavin.


"Cuma bentar kok, ini kan belom terlalu malem." Balas Gavin, Gavin tuh udah sabar, baik, penyayang, ganteng, nggak banyak nuntut, pengertian lagi. Siapa sih yang nggak pengen punya suami kek Gavin.


Nah Ghea nih bukannya mau nolak atau gimana, ya sebenernya mah masih ada rasa malu-malu kucing garong gitu, namanya juga pengantin baru ye kan.


"Tapi jangan sampe larut malem ya?" Tanya Ghea.


"Janji." Balas Gavin.


"Yuk Gas Lah!" Seru Ghea.


Gavin mendongakkan kepalanya menatap Ghea kemudian berkata, "Begadang?" tanyanya, Ghea hanya mengangguk sebagai jawaban.


Gavin pun langsung bangkit dari kasur, kemudian ia kembali menormalkan suhu udara di kamarnya, setelah itu mematikan semua lampu, mengaktifkan peredam suara, kemudian yang terakhir melompat ke atas kasur dengan senang dan riang.


"Jadi kamu sengaja bikin udaranya jadi dingin?" Seru Ghea sambil menatap tajam Gavin yang sudah berada diatas tubuhnya.


"Hm." Balas Gavin, gimana mau konsen orang perhatiannya teralihkan sama dua gundukan mont0k didepan mata. Seperti biasa awal kegiatan panas diawali dengan isep-isepan dulu, terus gigit-gigitan, lanjut lah yang utama yaitu masuk goa rimba.


#Canda Goa


..._____________...


"Dad, jangan dalem-dalem sampe tengahnya aja." Pinta Ghea sambil mencengkeram kedua bahu Gavin.


"Emang masih sakit?" Balas Gavin sambil terus memompa tubuhnya.


"Lumayan." Balas Ghea pelan.


"Tapi katanya kalo dalem malah bikin nggak sakit, mom. Soalnya sering keluar masuk." Ucap Gavin menyakinkan, itu cuma alesannya aja. Padahal mah dalam hati pengen di mentokin ampe dalem tuh si Gavin.


"Uhhhh pelan-pelan dad."


Bukannya memperlambat gerakannya, Gavin malah mempercepat gerakannya tentu hal itu membuat tubuh Ghea terguncang hebat.


"Faster uhhh." Racau Ghea.


Nah kan hati ama mulut emang gak bisa diajak kerja sama.


Gavin terus membolak-balik tubuh Ghea, dah kek ikan asap tuh Ghea.


"Aku mau kamu yang main." Ucap Gavin dengan nafas tersenggal-senggal. Pria memposisikan dirinya dibawah dan Ghea duduk diatas tubuhnya. Tau lah gimana posisinya.


"You nggak akan pernah lupa sama permainanku malam ini, dad!" Seru Ghea dengan mantap.


Nah nantang, ntar nggak bisa jalan nanges.


"Buktiin lah." Balas Gavin sambil meremas kedua gundukan mont0k yang menggelantung manja didada Ghea.


"As your wish. " Ucap Ghea.


Wanita itu memposisikan tubuhnya senyaman mungkin, dengan kedua tangan bertumpu pada dada bidang Gavin, Dan akhirnya ....


Jleb


"Ahhhhhhh.....


Batang Gavin benar-benar masuk kedalam Goa milik Ghea sepenuhnya. Ghea merem melek tuh, kalo didiemin rasanya ngganjel kalo digoyang nusuk-nusuk tuh pasti.


"Kalo kamu diemin malah sakit sayang." Ucap Gavin sambil menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik Ghea.


Perlahan tapi pasti, Ghea mulai menggerakkan pinggulnya. Gaya yang satu ini bener-bener nusuk sampe dalem dah, pikir Ghea ya bukan pikir othor.


Sambil menikmati permainan istrinya, Gavin terus memainkan kedua buah dada milik Ghea. Mungkin sekarang bentuknya udah beda, karna dipahat terus sama Gavin jadi lebih berisi ye kan.


"Sayang kalo aku lagi kerja kamu diem dong, masa bawah iya atas iya!" Seru Ghea.


"Biar komplit mom." Balas Gavin.


Tak terasa waktu terus berjalan, hari sudah menunjukan hampir tengah malam. Ghea mempercepat gerakannya supaya acara maen kuda-kudaannya cepet selesai.


"Lebih cepet mom!" Seru Gavin.


"Ini udah cepet dad!" Balas Ghea.


Keduanya sama-sama mempercepat tempo permainannya. Kebayang nggak tuh tabrakan keras banget, sama-sama ngegas.


"I'm done ahhhhh...." Racau Ghea. Tubuhnya kini sudah ambruk diatas tubuh Gavin usai mendapat pelepasan.


"I will always remember this night." Ucap Gavin sambil mengecup bibir Ghea.


(Aku akan selalu mengiingat malam ini)


"Emm."


"Makasih, kamu emang istri terbaik for me." Ucap Gavin lagi sambil mengusap peluh yang membasahi kening istrinya.


Terutuk bapak-bapak kalo abis dapet pelayanan ++ dari para istri jangan lupa bilang makasih ya wkwk.


"Em capek, nyeri juga huhhh." Guman Ghea.


"Jam berapa, dad?" Tanya Ghea.


"12 tepat." jawab Gavin.


"J-jadi kita main tiga jam lebih?" Guman Ghea tak percaya, ternyata ia memilik energi badak guys.


"No No yang main kamu aja sih, aku mah diem aja menikmati hehe." Balas Gavin.


Kan emang bener Ghea lu yang goyang terus tadi!


.


.


.


.