My Duda

My Duda
Eps 41



2 hari kemudian~


Wedding day~


(Langsung w skip biar cepet hehe)


Happy reading all♡


.


.


.


Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Tepat hari ini akan dilangsungkan acara pernikahan Ghea dan Gavin.


Kedua belah pihak sangat excited menyambut hari ini. Namun dibalik kebahagian ini, ada hati seorang kakak yang rapuh saat melihat sang adik akan dipersunting pria. Siapa lagi kalo bukan, SATYA.


"Huaaaa bundaaa, monyet kok cantik banget sih. Satya nggak rela kalo monyet kesayangan Tya mau nikah, bund bisa ditunda nggak sih sampe Satya bisa ngelupain si monyet ini?" rengek Satya.


"Udah bunda ingetin, kalo manggil adiknya yang bener bang. Ghea anak orang bukan monyet!" Seru Bunda mengingatkan.


Satya bukannya mengurus persiapan akad adiknya, kini ia malah menempel pada adiknya yang tengah sibuk dirias oleh MUA.


Untuk acara akadnya nanti, Ghea mengenakan setelan kebaya dengan rambut di sanggul gaya modern.


Dan acara akad diselenggarakan di kediaman Ghea sendiri, baru acara resepsinya mereka adakan di salah satu hotel yang sudah mereka sepakati untuk dijadikan tempat acara resepsi.


Para hadirin tamu undangan yang ikut menjadi saksi akad nikah pernikahan Gavin dan Ghea hanya terdiri dari beberapa kerabat keluarga saja. Tapi kalo kerabatnya orang kaya pasti nggak cuma satu dua tiga orang saja, pastilah lumayan banyak.



(kira'' gitu ya penampilan Ghea. Ingat itu cuma penampilan outfit Ghea, bukan visual Ghea) 👆


..._____________...


"Lu bisa geseran nggak sih, risih gua deket-deket ama lu!" Tandas Ghea yang sudah tak bisa membendung rasa kesalnya pada abangnya. Satya benar-benar tak mau lepas dari adiknya, jarang-jarang kan adik kakak itu terlihat akrab.


"Ghea lu kalo didandanin lumayan cakep ya, jangan cakep-cakep napa." Gerutu Satya mengomentari make up diwajah adiknya.


"Lu ini kenape dah? heran gua lama-lama! Gua yang nikah kok lu yang terlalu WOAH, sih? Lu kalo pengen dapet kayak gua ya cari jodoh sana, buruan dihalalin jangan diem-diem bae." Seru Ghea dengan sewot. Tanpa sadar Ghea sudah buka kartu rahasia abangnya yang ia ketahui beberapa hari lalu.


"Abang udah punya pacar? Ih kok nggak dikenalin ke bunda sih, cerita dong kayak gimana calon mantu bunda yang selanjutnya, pasti cantik dan lemah lembut kan?" Tanya Bunda Citra ikut nimbrung.


"Ghea lu bener-bener kek monyet, nggak ada cakep-cakepnya. Nyesel gua udah muji lu ampe terbang ke awan-awan." Batin Satya menggerutu kesal.


"Nggak ada kok bund." Balas Satya dengan pelan.


"Kalo ada apa-apa diomongin sama keluarga ya, ganteng nya bunda. Jangan dipendem sendiri, nggak baik." Sambung bunda Citra secara tiba-tiba, seolah mengetahui suatu hal yang putranya sembunyikan darinya.


Insting emak memanglah tajam!


"Iya bunda." Balas Satya sambil mengangguk patuh.


"Gheeaaa, ih kamu nikah nggak ngomong ya sama tante. Tante bisa loh bantu-bantu kamu. Aduh aduh cantik banget ponakan tante yang satu ini, ih tante liat loh calon kamu tadi dibawah udah nyampe sama rombongannya. Ganteng banget Ghea, kamu bisa pinter gitu ya milih suami, siapa sih yang ngajarin." Cerocos tante Mita yang notabene adalah mamah dari Bagas. Beda banget sama anaknya, kalo anaknya mah pembawaannya kalem.


"Hehe." Hanya itu yang Ghea ucapkan atas kehebohan mamah nya Bagas.


"Ohh iya Bagas nggak kesini, tan?" tanya Ghea.


"Tante nggak tau ih tuh anak kemana, kamu tau nggak Bagas tuh sering keluar rumah akhir-akhir ini, punya pacar baru kali ya?" Ucap tante Mita. Ghea hanya menyunggingkan senyumannya menanggapi ucapan tantenya. Bagaimana reaksi tante Mita kalo Bagas punya pacar modelan Ara yang manja dan bucin nya naudzubillah. Kita tunggu saja.


"Satya disini? Nggak dibawah nemenin ayah?" Tanya Om Putra pada Satya. Om Putra adalah papanya Bagas.


"Hehe disini aja om, nemenin adek." Jawab Satya dengan sopan.


"Emang akadnya udah mau dimulai mas?" Tanya Mamah Citra pada Om Putra.


"Iya, bentar lagi mulai. Jadi Ghea buruan diselesain ya make up nya, ini bentar lagi juga mau dimulai kayaknya. Jam 10 pas nanti mulai." Jawab Om Putra.


"Om, sama tante turun dulu ya. Mau jadi saksi akad suami kamu dibawah." Sambung Om Putra lagi.


"Iya om, doain biar lancar ya." Balas Ghea.


Di lantai bawah~


"Bisa!!" Jawab mereka serentak.


Kini Gavin sudah duduk berhadapan langsung dengan ayah Juan, juga ada pak penghulu dan beberapa saksi termasuk kedua orang tuanya. Penampilan gagah dengan balutan jas melekat ditubuhnya membuat ketampanan Gavin semakin bertambah, tak heran banyak ibu-ibu berteriak histeris saat menyambut kedatangannya tadi.


"Mohon tenang ya, jangan ribut. Akan segera kita mulai acara akad nikahnya." Sambung pak penghulu lagi.


"Silahkan pak, dijabat tangan calon mantunya." Ucap Pak penghulu mempersilahkan Ayah Juan.


Ayah Juan menjabat tangan Gavin dengan mantap. Gavin terlihat biasa saja, tapi sebenarnya jantungnya tengah maraton. Padahal ini bukan kali pertamanya ia melakukan prosesi akad nikah. Tapi tak bisa dipungkiri hatinya sangat gugup.


"Daddy semangat." Ucap Gathan dengan suara pelan sambil mengepalkan kedua tangan kecilnya diudara, seolah memberi semangat ayahnya.


Gavin menoleh sebentar ke arah putra kecilnya sambil tersenyum, Gathan duduk anteng disampingnya sambil dipangku oleh Mamah Wina.


"Nggak udah terlalu tegang, relax aja." Bisik Papah Harry. Gavin hanya menganggukkan kepala nya sebagai balasan.


"Silahkan dimulai."


"Bismillah hirohman nirohim, Saya nikahkan dan kawinkan engkau Ananda Gavin Andreas bin Harry Santoso dengan putriku Adinda Ghea Sashi Kirana binti Juan Putra dengan mas kawin seperangkat alat sholat, dan seperangkat perhiasan, juga uang tunai senilai 1 M dibayar tunai!" Ucap Ayah Juan dengan lantang.


Jangan salfok sama mas *****kawinnya***** ya, itu cuma halu othor aja:)


"Saya terima nikah dan kawinnya Ghea Sashi Kirana binti Juan Putra dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!" Dalam satu kali tarikan nafas Gavin mampu mengucapkan kalimat itu dengan lancar.


"Bagaimana para saksi, sah?"


"SAH!!!!!"


"Alhamdulillah........


Pak penghulu memimpin doa untuk kebahagian pasutri baru itu.


"*Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih.”


"Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya*."


"Amin, amin ya rabbal alamin."


"Selamat memulai rumah tangga yang baru ya, nak." Ucap Mamah Wina sambil mengelus lengan putranya.


"Iya, mah." Balas Gavin sambil tersenyum.


"Mempelai wanitanya bisa dibawa turun, silahkan." ujar pak penghulu.


_______________


"Adek jangan nangis dong, kamu sekarang udah jadi istri orang. Baik-baik ya sama suaminya, bunda tau kamu nangis karena terharu. Tapi itu ntar make up nya belepotan sayang, nangis nya ditahan ya." Ucap Bunda Citra sambil membelai wajah Ghea.


"Speechless bunda, tolong ngertiin Ghea."


"'Iya sayang, bunda ngertiin kok."


"Monyet, lu pokoknya harus pegangan tangan gue! Gue bakal nuntun lu nyampe bawah, inget jangan malu-maluin, jalannya yang kalem!" Ucap Satya memperingati adiknya.


"Iya iya elah, ribet bener lu!" Seru Ghea.


.


.


.


.


.


.


Eh sumpah gua bingung mau buat part apa, maap ga nyambung banget. Maap ngecewain, serius gua kek, bukannya nggak niat buat, tapi ya gitu. Kalian Bisa skip kalo nggak suka🙏🙏🙏


sorry~