My Duda

My Duda
Eps 83



Makasih untuk semua dukungan yang kalian kasih, dalam bentuk apapun itu.


Lope U sekebon♡


.


.


.


.


.


"Lo ngapain ke ruangan Pak bos, udah gua bilangin orangnya lagi sibuk nggak mau diganggu, ngeyel banget sih! Dasar cewek kegatelan!" Bentak wanita itu sambil menghempas tangan Ghea dengan kasar.


Ghea mah nggak terkejut dapet bentakkan kek gitu, tapi dia kan kasian ama telinga anaknya yang terkontaminasi sama suara laknat itu.


Sampe kaget loh si bocil, kasian kan.


Sebelum melancarkan aksinya, Ghea menutup kedua telinga anaknya rapat-rapat kemudian..


"Ga usah bacot!! Lu mau gua bantai!!!"


Srepet


Ghea menjegal kaki wanita itu, kemudian sebelah tangannya ia gunakan untuk menarik lengan wanita itu dan memelintirnya kebelakang.


Waduhh udah pro ini mah.


"Arghh SIALAN lepasin gua!!" Bentak wanita meringis kesakitan. Tau nggak kenapa? Dengan santainya Ghea menginjak tuh paha mak lampir yang sengaja diekspos.


Wow sih kamu Ghe.


Bersamaan dengan pintu ruangan direktur yang terbuka dari dalam, hingga menampakkan sosok pria berbadan tegap keluar dari sana, Gavin!


"Ini ada apa?" Ucap Gavin bingung menatap kedua wanita didepannya yang tengah berkelahi, tapi Ghea yang unggul disini.


Mengetahui Gavin ada didepannya, mak lampir mencari kesempatan untuk mencari perhatian Gavin.


"Awww pak kaki saya diinjek sama cewek ini, sakit pak tolong bantuin saya hiks hiks." Ucap Si mak lampir itu sambil memperlihatkan tangis buaya nya.


Ghea hanya diam menatap jengah drama mak lampir itu dengan kaki yang masih menginjak kuat paha wanita itu.


"Sayang lepa-


"Apa!! kamu mau belain dia ketimbang istri sama anak kamu sendiri!! Belain sana, ambil bungkus sana bawa pulang!!" Seru Ghea dengan tegas.


Si mak lampir terkejut saat mendengar pengakuan Ghea, ia tak mengira jika wanita yang bentak adalah bosnya. Tapi udah nanggung dramanya, jadi lanjutin aja pikirnya.


"Bukan gitu sayang, kasian dia kesakitan." Ucap Gavin.


"Mommyh." Guman Gathan sambil menggeliatkan tubuhnya dalam gendongan Ghea.


"Shuttt tidur lagi okey, ntar mommy bangunin kalo udah sampe rumah." Ucap Ghea sambil menepuk-nepuk punggung kecil milik putranya itu.


"Kita nggak jadi makan siang bareng, aku mau pulang ke rumah bunda sama Gathan. Kamu makan siang aja sama ni lampir!" Seru Ghea emosi, tapi emosinya kalem ye kan.


"No no, jangan gitu yank." Seru Gavin menahan Ghea yang ingin beranjak meninggalkan kantornya.


"Kamu masih nggak percaya? punya CCTV kan? liat sendiri sana kelakuan karyawan kamu yang nggak ada sopan santun ini!" Seru Ghea menunjuk beberapa sudut lorong yang dilengkapi oleh CCTV.


Nah iya! buruan Cek dah.


"KAMU PERGI DARI SINI!!! JANGAN TUNJUKIN WAJAH KAMU DIDEPAN SAYA, ISTRI SAYA, MAUPUN ANAK SAYA!!! JABATAN KAMU SAYA TURUNIN, PERGII!!" Bentak Gavin.


"T-tapi pak saya nggak tau kalo dia istri bapak." Ucap lampir sambil melirik Ghea.


"Mau istri saya atau bukan, kamu tetep nggak boleh berperilaku seperti itu. Sekarang pergi dari sini dan segera temui Reza tanyakan apa jabatan kamu selanjutnya, atau pergi dari perusahan ini dengan tangan kosong!" Seru Gavin.


Gavin masih punya hati ye, nggak langsung dipecat. Minimal jadi OB setahun dulu lah wkwkwk.


"Tapi pak-


"PERGI SAYA BILANG!" Seru Gavin.


Makanya jangan gatel tante.


"Awas aja lo cewek gatel!" Gerutu lampir melirik Ghea, sepertinya akan ada acara balas dendam selanjutnya.


"APA? MAU BAKU HANTAM LAGI, SOK MAJU!!" Tantang Ghea dengan sangarnya.


"Sayang udah." Ucap Gavin menenangkan.


Si Mak lampir buru-buru menjauh dari jangkauan Ghea, lama-lama deket ama Ghea bisa-bisa dia dicincang beneran ama Si Ghea.


Mana Ghea udah ngeluarin emosi 45, bisa gawat kalo masih mau lanjut perang.


Menang kagak, babak belur iye.


Kini tinggal Gavin dan Ghea juga Gathan yang ada didepan ruangan direktur, alias ruangan Gavin.


Gavin mau deketin Ghea pun ada rasa takut, karna kelihatannya Ghea masih dipengaruhi rasa emosi.


"Say-


"APA!" Seru Ghea.


"Masuk dulu yank." Ucap Gavin.


Ghea mengibaskan rambutnya diudara karna gerah, kemudian setelah itu baru ia masuk kedalam ruangan suaminya.


"Sayang kok Gathan kamu gendong, sini biar sana aku aja." Ucap Gavin.


"Ya suka-suka aku, orang Gathan anak aku emang kenapa!" Sewot Ghea sambil membenarkan posisi tidur putranya.


"Nggak papa yank." Guman Gavin pelan.


Udah capek nemenin bocil disekolah, giliran sampe kantor suaminya ada bibit pelakor yang menguji kesabaran.


Bukannya Ghea ngeluh atau nggak ikhlas nemenin Gathan lomba, namanya juga manusia bisa capek juga kali, dikira robot.


You're strong Ghe!!


"Aku pesenin makanan ya, kita makan siang disini." Ucap Gavin.


"Hm." Balas Ghea cuek.


Ngambek kan bini lu, udah tau lagi bunting pake acara nggak percayaan segala, mancing emosi semua heran.


Gavin merasa cemburu saat melihat isterinya sibuk menghujani wajah Gathan dengan kecupan manis bertubi-tubi.


Hareudang-hareudang....


"Ngapain liat-liat! Buruan pesen makan siang sana, katanya mau pesen makanan." Seru Ghea tanpa menatap suaminya, tapi ia tau kalo suaminya itu tengah sibuk memperhatikannya.


Gavin nggak tahan, nggak kuat, nggak bisa. Gavin pengen kiss, pengen peyuk, pengen disayang.


Gavin ikut bergabung duduk di sofa bersama Ghea, tanpa aba-aba Gavin langsung memeluk tubuh Ghea dari samping dan menyandarkan kepalanya dibahu Ghea.


"Elusin kepala aku kayak Gathan yank." Ucap Gavin dengan manja.


"Huhhhhh......my big baby boy!"


.


.


.


.


.


.


.


.