
Gathan termenung sambil mengendarai mobil nya menuju rumah. Semua penumpangnya telah terlelap menyisakan dirinya dan kesunyian malam.
maniak cilok lagi galau.
"Dad, udah sampe nih." Ujar Gathan membangunkan Pak Gavin yang masih terlelap.
"Dad."
"Ah iya son, udah sampe ya?" Balas Pak Gavin sambil mengerjapkan matanya.
Gathan mengangguk, kemudian memilih turun terlebih dahulu untuk menurunkan barang-barang bawaan kedua orang tuanya. Sedangkan didalam Pak Gavin langsung membangunkan istrinya dan mengatakan kalau mereka sudah sampai di rumah.
"Gathan tolong angkatin tamu mommy ya, kasian anaknya kecapekan." Kata Bu Ghea.
"Kenapa nggak dibangunin aja mom?" Tanya Gathan.
"Handsome, ganggu orang tidur itu tidak baik. Buruan diangkat, gabungin sama Glory sana " titah Bu Ghea memerintah.
"Tapi mom-" Gathan tak jadi protes karena Bu Ghea sudah mengangkat sendal jepit nya. Mau tak mau Gathan menuruti perintah mommy nya.
Diangkatlah tubuh mungil gadis itu. Gathan membawanya masuk sambil menggendongnya ala-ala bridal. Ia merebahkan tubuh gadis itu tepat disamping Glory .
Ketahuilah, gadis yang tengah tertidur lelap itu adalah gadis yang akhir-akhir ini membuat Gathan uring-uringan. Siapa lagi kalau bukan Alea.
Mungkin Alea tak mengenali Gathan karena laki-laki mengenakan baju tertutup dengan topi yang tersemat dikepalanya, dan masker yang menutupi sebagian wajahnya. Tapi Gathan tau betul, jika oleh-oleh yang dibawa mom-nya itu adalah Alea. Si rubah ekor sembilan.
Gathan tak habis pikir, Bisa-bisanya gadis itu pergi berlibur ke luar negeri dan menikmati hari-hari yang menyenangkan sedangkan ia disini frustasi memikirkan Alea?
Apakah ini yang disebut kasmaran?
Rasanya Gathan pengen makan cilok ditemenin sama Uncle Satya.
__________
Morning~
"Hoaamm...morning world." Alea terbangun dari tidurnya di pagi hari yang penuh suka cita. Gadis itu menguap lebar sambil meregangkan otot-otot nya yang terasa pegal.
"Morning kak."
"H-halo kamu siapa ya?" Tanya Alea.
Glory tersenyum ramah dan mendekati Alea, "Aku Glory, anaknya mommy Ghea yang dulu video call. Salken ya, kak."
"Oh iya, kamu yang itu ya ternyata. Salken too, aku Alea." Mereka berjabat tangan dan cipika cipiki ala gadis-gadis sekarang.
"Oh iya ini udah jam berapa ya? Terus semalem yang jawaban kesini siapa, kamu tau nggak Glo?" Tanya Alea. Rasanya tak mungkin ia berjalan sendirian dalam keadaan tidur.
"Em Glo nggak tau sih, semalem Glo udah bobok soalnya hehe." Ujar Glory sambil menyengir lebar. "Terus tadi pas Glo bangun buat subuh, tiba-tiba kakak udah bobok disamping Glory." sambungnya.
"Digendong om daddy kali ya?" Guman Alea.
"Kayaknya sih kak." Timpal Glory.
"Eh katanya kamu punya saudara cowok-cowok ya? Mereka ganteng-ganteng nggak sih? Kenalin satu dong ke aku." Ucap Alea sambil berbisik-bisik pelan.
Glory tersenyum lebar, kemudian menganggukan kepalanya antusias. "Kakak Glory ada 3, cowo semua. Yang sepasang itu kembar, namanya Kak Ghavi sama Kak Gheva. Kak Ghavi itu cuek banget tapi aslinya perhatian, kalo Kak Gheva itu cerewet banget kayak mom." Cerita Glory. Jarang-jarang anak gadis bu Ghea yang satu ini bercerita panjang lebar kepada orang lain, terlebih yang baru ia kenal.
Alea mangut-mangut, tertarik untuk mendengarkan cerita selanjutnya. "Yang sebiji lagi, namanya siapa?"
"Yang satu namanya itu bang-"
Tok tok tok
"Girls, udah bangun belum? Matahari ngajak ketemuan nih."
"Udah mom." Sahut Glory dari dalam.
"Okey, mommy tunggu dibawah. Buruan turun ya, langsung ke ruang makan!" Seru Bu Ghea.
"Okey Mom."
____________
TBC