
"Om awas om, Lea mau ketemu bang Gathan om." Rengek Alea kepada pria berbadan kekar yang menjaga pintu ruangan Gathan.
Pria itu tetap tak bergeming, tubuhnya tetap berada ditengah-tengah pintu, menghadang Alea agar tidak bisa masuk.
"Om mah jahat sama Lea, bukain dong om." Seru Alea lagi.
"BANG GATHAN, LEA DILUAR BANG. TOLONG BUKAIN PINTUNYA."
"BANG, BUKAIN PINTUNYA."
"ABANG, INI LEA."
"Dek, sebaiknya jangan membuat kerusuhan disini. Ini masih jam kerja, bos juga lagi sibuk. Mending kamu keluar, dan pulang dari sini." Ujar pria itu.
Namun Alea masih tak mau menyerah, ia bersikukuh untuk bisa masuk dan menemui Gathan.
"Kalo om nggak mau bukain, Lea bakal nungguin disini sampe Bang Gathan keluar, titik!"
Ditengah percekcokan antara Lea dan penjaga pintu itu, tiba-tiba pintu ruangan Gathan terbuka. Keluar seorang pria dan wanita yang tidak Alea kenali. Yang pria penampilan nya normal, tapi kenapa yang wanita seperti wanita penggoda. Ada apa gerangan?
Bodyguard tadi sedikit menyingkirkan tubuhnya dari pintu agar memberi akses jalan bagi kedua tamu Gathan agar bisa keluar.
"Eh ada burung puyuh!" Seru Alea sambil menunjuk salah satu titik. Saat bodyguard Gathan lengah, dengan mudah ia masuk menerobos pintu ruangan Gathan.
"Dek dek, jangan masuk. Aduh bakal dimarahin sama si bos ini mah."
Bodyguard itu tak bisa masuk karena pintu sudah dikunci Alea dari dalam. Tenyata Alea lumayan licik juga.
"Bang Gathan, yang tadi kesini siapa!" Seru Alea dengan perasan dongkol. Ia tak suka jika ada wanita lain mendekati Gathan.
"K-kamu? Kamu kenapa bisa masuk ke sini? Bodyguard saya mana?" Gathan nampak shock saat mendapati Alea bisa masuk ke dalam ruangannya.
"Nggak penting, yang Lea tanyain siapa cewek yang nemuin abang tadi!" Seru Alea lagi. Gadis itu tak akan berhenti bertanya sampai ia mendapatkan jawaban yang ia mau.
"Bukan siapa-siapa, nggak penting. Mana kuncinya, kembalikan ke saya." Seru Gathan.
"Nggak mau!" Alea menyembunyikan kunci itu dibelakang tubuhnya.
Dan akhirnya terjadi adegan rebut merebut, Alea terus mengelak saat Gathan mencoba mengambil kunci yang ada didalam genggaman tangan nya itu.
"Kasih ke saya, Alea." Seru Gathan dalam mode serius. Emosinya sukses dipancing oleh Alea, si gadis bar-bar.
"Kesiniin buruan."
Saat Gathan ingin merampas benda kecil itu dari tangan Alea, dengan gerakan cepat Alea segera memasukkan kunci itu ke dalam bajunya, lebih tepatnya ke dalam bra yang ia kenakan.
Senjata ampuh kaum betina.
"Alea??! Astaga, kenapa kamu masukin situ, arghhh!" Decak Gathan mulai frustasi dengan tingkah Alea.
"Sengaja, biar bang Gathan nggak bisa ngambil. Wleek."
"Oh jadi gitu cara main kamu?" Ucap Gathan dengan tenang.
"Iya kenapa, pasti nggak bisa ambil ya. Ambil dong kalo berani!?." Tantang Alea.
"Jangan nyesel, saya juga bisa berbuat nekat." Ucap Gathan. Dengan gerakan lambat, ia mencondongkan tubuhnya pada wajah Alea.
"M-mau ngapain?!" Seru Alea terbata-bata.
"Ngambil kunci, apalagi?" Balas Gathan.
"NGGAKK!!!" Alea mendorong tubuh kekar Gathan kemudian segera mengeluarkan kunci dari dalam bajunya, setelah ia tangannya reflek melempar kunci itu ke arah jendela.
"Hei, Alea what are you doing? Astaga, kuncinya kenapa kamu lempar Alea!!" pekik Gathan dengan panik.
"Hah? Alea nggak tau. Aduh kok jatuh? Terus gimana dong?" Guman Alea ikut panik sambil menggigit ujung-ujung kukunya.
"Ini semua gara-gara kamu!" Tuding Gathan menunjuk Alea.
"Enggak, salah bang Gathan aja. Cewe selalu benar ya!" Sanggah Alea.
"Astagfirullah." Guman Gathan beristihgfar sambil mengelus dada pelan.
"Sekarang kamu lompat terus ambil kuncinya." Perintah Gathan.
"Lompat, 10 lantai? Yang bener aja. Abang mau nyuruh Lea mati!"
____________
TBC