
.
.
.
.
.
.
"Kok nggak sampe-sampe sih, katanya abis magrib pasti udah sampe." Guman Ghea sambil mondar mandir didepan teras.
"Halo tante?"
"Iya kenapa sayang?"
"Ini pesenan Ghea kok nggak sampe-sampe ya?"
"Oh bentar lagi sampe kok, kamu sabar ya, lima menitan lagi juga sampe."
"Oh gitu ya tan, yaudah deh Ghe tungguin aja. Makasih Tante."
"Iya sayang sama-sama."
Kalian pasti masih ingat emaknya Bagas yang ngasih hadiah baju haram buat Ghea. Karna Ghea bingung membeli pakaian haram dimana, akhirnya ia berkonsultasi ke emaknya Bagas.
Dan bener aja langsung dikasih tau nama tokonya dong, bahkan ngerekomendasiin beberapa potong pakaian buat Ghea.
"PERMISI PAKETT." Seru mas kurir dari depan rumah Gavin.
"Iya." Balas Ghea menyahuti, wanita itu lantas membuka pintu pagar rumahnya guna menemui mas kurir tersebut.
"Mbak Ghea ya?'' Tanya mas kurir.
"Iya mas saya sendiri." Balas Ghea.
"Oh ini pesenan mbak, bisa tolong tanda tangan sini ya mbak." Ucap mas kurir. Ghea pun mengikuti arahan mas kurir itu untuk tanda tangan penerimaan barang.
"Oke makasih mbak Ghea, tadi pembayaran urah via transfer ya, kalo gitu saya duluan permisi." Ucap Mas kurir.
"Oke mas makasih." Balas Ghea.
Ini tempat beli baju nya di toko offline tapi melayani jasa antar, jadi ada layanan 24 jam gitu.
Ya kira-kira semua itu lah yang direkomendasikan oleh emaknya Bagas. Karna bingung mau milih mana, alhasil Ghea pun mengambil semuanya. Kebayang satu lemari isinya gituan semua, Pak Gavin betah dirumah lah.
"Saat nya beraksi Ghe!!" Seru Ghea menyemangati dirinya.
Ghea segera masuk kedalam rumah kemudian menaiki tangga menuju kamarnya. Hal yang pertama ia lakukan adalah mencoba satu persatu pakaian yang ia beli tadi.
"Njir malah keliatan kek kupu-kupu malem gua." Guman Ghea sambil menatap penampilannya dipantulan cermin kamarnya.
''Udahlah gua mau siap-siap dulu, ntar keburu paksu pulang lagi." Guman Ghea.
Akhirnya Ghea pun memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, mandi dengan waktu cukup lama, mungkin Ghea melakukan acara mandi kembang tujuh rupa hehe.
Hampir satu jam berada dikamar mandi, akhirnya Ghea pun keluar dari kamar mandi dengan tubuh dililit jubah mandi dengan rambut basah yang dibungkus handuk kecil.
"Syalalalalalala.......
Ghea bersenandung kecil sambil mengeringkan rambut nya menggunakan handuk.
Ia sangat antusias untuk melihat reaksi suaminya saat pulang nanti.
Apakah diseret masuk kedalam kamar dulu? Atau langsung buka-bukaan?
Setelah selesai mempersiapkan penampilannya untuk malam ini, tak lupa Ghea menyiapkan makan malam untuk suaminya. Malam ini ia sengaja untuk tidak mengaktifkan ponselnya supaya kejutannya berjalan dengan sempurna.
Ditempat lain, Gavin merasa gelisah karna ia tak bisa menghubungi ponsel istrinya.
"Ayo lah sayang, masa nggak aktif sih nomornya." Guman Gavin dengan cemas-cemas.
"Satya juga nih malah nggak diangkat." Gerutu Gavin.
"Semoga kalian nggak kenapa-napa." Guman Gavin.
...________________________...
Malam hari pukul 22.00 waktu setempat, masih belum ada tanda-tanda kepulangan Gavin.
Namun Ghea tak putus asa, wanita itu masih senantiasa menunggu kepulangan suaminya ditemani secangkir kopi. Gaun tipis yang melekat di tubuhnya membuat Ghea merasa agak kedinginan.
"Ini si daddy kemana dulu sih, lama bener nggak sampe-sampe." Gerutu Ghea.
Tinnn Tinnn
...Itu yang dipake Ghea malem ini....
Tokkk
Tokkk
Tokkk
"Sayang aku pulang." Seru Gavin dari luar.
"Sayang buka pintunya aku udah pulang." Seru Gavin lagi sambil mengetuk pintu berulang kali.
Ceklek
Muncullah sosok yang ia rindukan selama 6 hari ini, yaitu Ghea.
"I miss you." Seru Gavin, pria itu sudah bersiap untuk memeluk tubuh Ghea namun Ghea menghindar.
"Kenapa?" Tanya Gavin sambil mengeryitkan dahinya.
"Kamu belum mandi, mandi dulu ntar baru peluk aku okey." Balas Ghea.
"Aku masih wangi kok, tadi aku mandi dulu loh sebelum pulang." Seru Gavin.
"Give me a hug." Ucap Gavin sambil merentangkan kedua tangannya.
"Come here i will hug you." Balas Ghea. Gavin dengan sejuta rasa rindunya pun langsung menghambur memeluk tubuh Ghea.
"Pake sampo apa mom, harum banget." Guman Gavin sambil menduselkan wajahnya pada ceruk leher Ghea.
"Sampo sama kayak punya kamu, dad." Jawab Ghea.
Gavin nggak liat kalo Ghea pake baju haram, karna Ghea memakai jubah untuk menutupi gaun laknatnya itu.
"Kamu potong rambut juga ya?" Tanya Gavin sambil menatap penampilan rambut pendek Ghea.
"Iya gimana, cocok nggak?" Balas Ghea.
"Makin cantik malah." Jawab Gavin dengan senyum manisnya.
"Yuk masuk diluar dingin." Ucap Ghea. Keduanya pun masuk kedalam rumah beriringan, tak lupa Ghea membawakan tas kerja suaminya dan Gavin membawa baju gantinya yang dia simpan didalam koper mini.
"Kamu baru mandi ya? kok masih pake bathrobe?" Tanya Gavin pada istrinya, namun Ghea hanya membalasnya dengan senyuman tipis dan hal itu membuat Gavin bingung.
Ghea mendudukan tubuhnya diatas pangkuan Gavin, tak lupa wanita itu melingkarkan kedua tangan nya pada leher Gavin.
Haduh deg-degan gua ueyyyy!!!! plis tolong lanjutin kalian!
"Aku punya hadiah buat kamu, coba tebak." Seru Ghea pada Gavin.
"Hadiah apa?" Tanya Gavin sambil merengkuh pinggang Ghea.
Ghea pun membuka jubah mandi yang melekat pada tubuhnya didepan Gavin secara langsung.
"Astagfirullah!"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bang Sat udah up silahkan baca, jan lupa like koment and vote.
makasih!