
.
.
.
.
.
Gavin juga istri dan anaknya akhirnya melaksanakan makan siang bersama di GALAXY GROUP. Agak aneh sih hawanya, soalnya Ghea sibuk sendiri sama Gathan, Gavin dikacangin.
"Sayang, kamu masih marah sama aku?" Ucap Gavin memulai pembicaraan dengan istrinya.
"Pikir aja sendiri!" Ketus Ghea.
Nah kan dugaan Gavin bener, ternyata istrinya lagi kesel sama dia.
"Tapi kan yang bikin salah bukan aku yank, masa aku yang kena imbasnya." Protes Gavin tak terima karna didiamkan oleh istrinya.
"Kan dia kerja digaji sama kamu, yaudah kesalahan dia tanggung jawab kamu, dia kan karyawan kamu!" Sewot Ghea sambil terus menyuapi Gathan dengan makanan.
"Daddy lagi maem jangan sambil ngomong, ntar keselek sakit loh tenggorokan daddy." Tegur si kecil Gathan.
"Dengerin tuh apa kata anak kamu!" Seru Ghea.
Gavin hanya menekuk wajahnya kesal, entahlah kenapa mood bapak Gavin akhir-akhir ini nggak jelas banget kek perawan dateng bulan.
Usai makan siang, mereka memilih beristirahat diruangan Gavin sambil menunggu nasi yang mereka makan melorot ke usus dua belas jari. Sedangkan Ghea masih memangku sepiring buah segar yang dipotong dadu.
"Daddy." panggil Gathan dengan suara manja, bocil itu sengaja mendekati Daddy nya dan minta dipangku.
"Jagoan daddy kenapa hm? oh iya tadi gimana lomba nya, Gathan menang nggak?" Tanya Gavin.
"Menang daddy, Athan menang lomba lari ya kan mommy." Celoteh Gathan bercerita dengan antusias.
"Dapet hadiah apa tadi anak daddy nih, sini dong kasih liat ke daddy. " Ucap Gavin.
"Athan mau mintak hadiah ke daddy, kata mommy boleh minta ke daddy. Boleh ya daddy?" Ucap Gathan dengan sedikit merayu.
Nah bisa nih, Gavin bisa manfaatin anaknya supaya mau bujuk Ghea agar kelar ngambeknya.
"Gathan mau hadiah dari daddy?" bisik Gavin pelan, bocah tampan itu nampak menganggukkan kepalanya dengan semangat.
Gavin terlihat membisikkan sesuatu pada telinga putranya, Ghea hanya meliriknya sekilas tak begitu perduli dengan tingkah suaminya.
"Okey?" Ucap Gavin.
"Okey daddy, Athan mau dibeliin sepeda ya daddy." Balas Gathan.
"Oh anak daddy pengen belajar naik sepeda toh, oke-oke daddy pastiin ntar pas kita sampe rumah sepeda Gathan udah ada dirumah." Seru Gavin.
"Beneran ya daddy, janji?" Seru Gathan sambil mengangkat jari kelingking mungilnya.
"Janji!" Balas Gavin.
"Yeayyy makasih daddy." Ucap Gathan dengan girang dan memeluk tubuh Gavin dengan erat. Bapak ma anak kalo lagi akur mah cakep enak dilihat, giliran lagi nggak akur udah kayak kucing ma tikus, heran.
"Mommy Athan mau nonton upin ipin dikamar daddy, boleh ya?" izin si bocil pada emaknya.
"Mommy ikut nonton okey." wanita itu sudah siap beranjak sambil memegang piring berisikan buah, tapi ditahan oleh Gavin.
"Sayang aku mau ngomong sama kamu bentar." Seru Gavin menahan Ghea, dan akhirnya wanita itu kembali terduduk diatas sofa lagi.
"Mommy Athan pergi dulu, muachh."
Bocah itu lalu berlari riang menuju ruangan pribadi milik ayahnya. Kini tinggal Gavin dan Ghea yang ada disana, diem-diem bae.
"Sayang." Panggil Gavin.
"Hm?" Balas Ghea sambil menikmati makanannya.
"Maafin aku." Ucap Gavin.
Entah kenapa mood suami ma istri akhir-akhir ini pada bentrok, biasanya yang satu sensitif banget yang satu kalem. Tapi kali ini pada sensitif semua, heran.
"Aku nggak tau kalo dia kasar sama kamu yank." Ucap Gavin menyesal.
Gavin terus membujuk istrinya agar tak mendiamkannya, namun sia-sia karna Ghea sama sekali tak menggubris ucapan.
Ghea lagi males ngomong tapi lancar ngunyah.
"Apa sih dad!!" Seru Ghea berdecak kesal.
"Sayanggg." Rengek Gavin.
"Apa!" Seru Ghea.
"Kamu mah marah terus daritadi." Guman Gavin sambil mencuri kesempatan merebahkan kepalanya diatas paha mulus Ghea yang dibalut celana kulot. Gavin membuka kancing kemeja Ghea yang digunakan sebagai outer hingga menampakkan t shirt crop milik Ghea, disana ia bisa melihat sebagian perut Ghea yang tak tertutupi oleh t shirt.
"Adek nggak rewel kan, mom?" Tanya Gavin sambil mengecupi perut Ghea.
"Nggak." Jawab Ghea singkat.
"Kesayangan daddy, bilangin ke mommy kalian dong kalo marah sama Daddy jangan lama-lama, kasian daddy." Ucap Gavin mengajak bicara janin yang ada didalam perut Ghea.
Eh bentar, ada yang salah?
"Aku rasa disini ada lebih dari satu mom, yakin deh percaya sama aku." Ucap Gavin dengan yakin.
"Sok tau banget kamu ini." Cibir Ghea.
"Nanti kita cek ke dokter ya, mumpung rada longgar jadwal aku." Ucap Gavin, Ghea hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Kamu udah maafin aku kan!" Seru Gavin dengan senyum mengembang.
"Ngga-
Cup
Cup
Cup
"I Love You." Ucap Gavin sambil mengapit kedua pipi Ghea yang makin berisi.
"Love You Too!"
Gavin langsung menyerang bibir Ghea dengan bibirnya, keduanya terlihat menikmati ciuman itu hingga tak sadar dengan kondisi sekitar.
Ciuman makin memanas hingga Gavin kelepasan mau nindih tubuh Ghea, untung dengan sigap Ghea mendorong tubuh Suaminya itu, bisa berabe kalo keliatan si bocil.
"Kebiasaan nyosor mulu heran!" Seru Ghea mengomeli suaminya.
"Ahhh aku kangen banget sama kamu yank, tadi sebenarnya pas tau kamu udah ada didepan mau langsung aku peluk, eh kamu lagi emosi." Ucap Gavin sambil memeluk erat tubuh Ghea dan menyandarkan kepalanya Ghea didada bidangnya.
"Gara-gara karyawan kamu tuh mancing emosi!" Seru Ghea.
"Ngomong-ngomong, itu orang kerja bagian apa? asisten kamu, atau sekertaris kamu, kok begitu banget penampakkannya. " Sambung Ghea.
yaelah Ghea, lu kata setan pake acara penampakkan.
"Em iya gitu, baru pertama kerja sih dia, tapi nggak papa lah udah aku turunin jabatan dia. Dari awal aja udah keliatan kelakuannya, kalo di terusin ntar makin berabe lagi, apalagi ada yang cemburuin." Jelas Gavin.
"Siapa yang cemburu?" Tanya Ghea mendongak menatap Gavin.
"Istri aku lah, siapa lagi." Jawab Gavin sambil menoel pipi Ghea.
"Pasti tiap hari kamu cuci mata ya liatin dia." Seru Ghea menyindir.
"Mana ada, enggak lah. Palingan kalo aku pengen cuci mata cukup liatin foto telanjang kamu aja, itu udah cukup hahahaha." Jawab Gavin sambil terkekeh.
"Ih kapan kamu ngambil gambarnya, kok aku nggak liat!? sini kasih liat biar aku hapus." Seru Ghea.
"No no no nggak bisa, ini buat penyemangat aku mom kalo lagi nggak semangat. Liat tubuh kamu aja udah lebih dari cukup tau nggak yank." Ucap Gavin.
"Kamu diem-diem mesum ya!" Seru Ghea.
"Mesum sama kamu doang kok." Balas Gavin .
"Yank, nyoba disofa enak kali ya." Ucap Gavin secara tiba-tiba. Ghea melirik suaminya yang ternyata juga tengah menatapnya dengan tatapan menggoda hingga membuat dirinya bergidik ngeri.
"Bisa encok kali kalo main disini!" Gerutu Ghea.
"Posisi aman aja yank." Ucap Gavin meyakinkan.
"Nggak ada! Disini masih ada Gathan noh!" Seru Ghea memperingatkan.
"Bakal aku amanin yank tenang aja."
Tangan Gavin sudah berada didalam baju Ghea, sudah mulai bekerja melakukan sesuatu. Entah apa yang dilakukan pria itu, yang pasti sudah sukses membuat Ghea merem melek.
"Jangan disini ....uhhh...
"Yakin nggak lanjut?" Tanya Gavin menggoda Ghea.
"Apaan mainnya pake tangan, nggak LAKIK!!" Seru Ghea meremehkan.
"Jangan nyesel ya!" Balas Gavin.
"Nggak akan wleekk!"
"Awas nanti kalo minta berhenti."
Gavin mulai mencari posisi aman dan nyaman untuk melakukan kegiatan selanjutnya, tapi bentar deh..
"Daddy ipad nya mati?"
.
.
.
.
.
.
Ada sedikit clue untuk part selanjutnya yaitu Gavin and Ghea kerumah sakit dan ketemu sama someone.
siapa? gua juga ga tau-_-