
Jangan lupa like sama koment ye.
.
.
.
.
.
.
"Sayang celananya lepas sekalian." Ucap Ghea. Yang mulanya memejamkan matanya, Gavin langsung membuka matanya lebar-lebar. Pria itu terkejot dengan permintaan istrinya.
"Sayang, ini aku udah coba nahan loh, jangan sampe kelepasan ya!" Seru Gavin memperingati.
"Kelepasan apa?" Tanya Ghea sambil menggesek-gesekan kepalanya pada dada bidang milik Gavin.
"Aku nggak mungkin kan langsung nerkam kamu bulet-bulet tanpa arahan dari dokter, kamu lagi hamil muda. Besok kita konsultasi ke dokter, ya." Jelas Gavin.
"Daddy pengen?" Tanya Ghea sambil menatap wajah tampan suaminya.
"Pengen apa?" Balas Gavin.
Ya pengen itu! ahik ahik.
"Jenguk debay?" Ucap Ghea.
"Enggak lah ngada-ngada kamu, ayo tidur!" Seru Gavin. Tapi sebenernya didalam lubuk hati yang paling dalam dan terpencil milik Gavin, ada rasa ingin untuk menikmati tubuh istrinya itu.
"Yakin dad?" Ucap Ghea.
"Hm." Balas Gavin dengan deheman.
Jiwa ingin mengerjai suaminya menjadi meningkat, sepertinya sebelum tidur Ghea akan mengajak suaminya untuk bermain-main terlebih dahulu.
Ghea keluar dari dekapan Gavin yang ada ditubuhnya, wanita itu mendudukan tubuhnya diatas kasur disamping suaminya.
"Mau ngapain, yank?" Tanya Gavin menatap heran istrinya.
"Gerah dad, mau buka baju aja." Ucap Ghea. Wanita itu lantas melepas kaos polos yang melekat di tubuhnya. Dan akhirnya tubuh bagian atas milik Ghea benar-benar polos tanpa sehelai benang pun, karna wanita itu tak memakai brฤ saat akan tidur.
Gavin hanya bisa menatap tubuh Ghea sambil menelan ludahnya kasar. Makin kesini, tubuh Ghea makin aduhay.
"Lagi nggak pengen kan?" Ucap Ghea, dengan cepat Gavin menggelengkan kepalanya.
"Serius?"
"Iya." Balas Gavin.
"Yaudah." Ucap Ghea enteng. Dengan santai wanita itu melepas hot pants yang ia kenakan, bukan hanya hot pants nya aja yang dilepas, tapi cd nya sekalian dong biar afdol.
"Selamat malam daddy, mimpi indah ya!" Seru Ghea. Tanpa rasa bersalah, Ghea langsung memeluk Gavin dengan tubuh bugilnya.
Kelewatan Nih Si Monyet!
"Astaga!" Batin Gavin prustasi. Sepertinya istrinya ini sengaja memancing hasratnya.
Apalagi kedua buah pepaya california milik Ghea bergesekan langsung dengan kulit dada bidangnya. Beuhh sensasinya pengen jungkir balik tuh.
Ditambah lagi Ghea sengaja menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Gavin, nggak kebayang tuh betapa tengangnya Pak Gavin.
Sabarrrrrr....
"Sayang." Ucap Gavin.
"Hm?" Balas Ghea.
"Kalo tidur mulutnya diem ya, jangan gigit sana gigit sini, apalagi leher aku kamu jilatan. Aku cium nanti!" Seru Gavin memperingati Ghea yang berulah.
"Hehe, tapi seru loh dad. " Balas Ghea terkekeh.
"Seru apanya astaga, kamu mancing aku loh yank." Seru Gavin. Pria itu langsung membalikkan tubuh Ghea menjadi telentang dan menindihnya.
"Mancing apanya, hm?" Balas Ghea sambil mengecup leher suaminya. Gavin hanya mampu merem melek menerima sentuhan Ghea.
Gawat nih, udah mulai ganas Si Ghea.
"Aku tau, makanya kamu mau nikahin aku." Balas Ghea dengan bangga.
"And I Love You." Ucap Gavin, tanpa berlama-lama pria itu langsung menyambar bibir milik Ghea dan memberikannya lumatฤn lembut hingga membuat keduanya terbuai dan saling bertukar saliva.
Malam panjang dimulai guys!
Lidah keduanya saling membelit juga bibir yang saling mengecap. Sambil memejamkan kedua matanya, Ghea menikmati ciuman bibir bersama suaminya.
"Sebenernya aku pengen, tapi aku nggak mau nyakitin dedek bayi kita." Ucap Gavin setelah selesai acara berciuman panas tadi.
"Lakuin pelan-pelan aja dad." Jawab Ghea meyakinkan.
"Kamu yakin ini nggak bakal nyakitin baby kita?" Tanya Gavin sambil menatap wajah elok Ghea.
"Trust me." Ucap Ghea. Gavin beralih menatap perut datar Ghea dimana disitulah tempat bersemayamnya buah hatinya dengan Ghea.
"Baby, daddy jenguk bentar ya. Kamu jangan rewel diperut mommy." Ucap Gavin, tak lupa mengecup perut datar Ghea.
"Geli hihihi." Ucap Ghea. Gavin tersenyum melihat reaksi Ghea, istrinya sangat lucu dan menggemaskan, tapi kadang agresif juga.
Gavin kembali menyambar bibir milik Ghea, sambil berciuman Ghea membantu Gavin melepas celana piyama yang masih melekat di tubuhnya.
Polos!! sekarang keduanya benar-benar bertubuh polos!
"Daddy datang baby." Guman Gavin, pria itu mendorong benda pusakanya agar masuk kedalam Goa kenikmatan milik Ghea.
Dengan sekali hentakan pelan, benda tumpul itu bersemayam sempurna dimilik Ghea.
"Uhhhh...
"Kok masih agak sempit ya, mom?" Tanya Gavin sambil memaju-mundurkan pinggulnya.
"Punya aku mah udah longgar, dad! Kamunya aja yang nambah gede, uhhhh....dorong dad!" Seru Ghea diiringi desahan nikmat.
Desahan dan erangan keduanya saling bersautan satu sama lain. Ruangan itu menjadi saksi penjengukan adik Gathan.
Dorongan semakin dalam namun tetap Gavin lakukan dengan pelan dan perlahan, tentu ia takut akan terjadi apa-apa dengan janin yang ada dalam kandungan istrinya.
"Awhhhhh...." Erang Ghea saat merasakan sodokan Gavin membentur dinding rahimnya.
Ngilu njirrr, jangan dibayangin!
"Nikmat?" Tanya Gavin disela acara dorong-mendorong benda pusakanya didalam goa milik Ghea.
"Eum...nikmat, apalagi sampe mentok gitu, dad uhh....." Balas Ghea sambil menggigit bibir bawahnya menahan rasa nikmat yang tiada tara.
"Mendesahlah, suara kamu bagus." Ucap Gavin.
"Ahhhh..... Daddy agak cepetin, pliss." Rengek Ghea memohon.
"No, kita main aman aja yank." Balas Gavin. Ghea yang merasa tak puas dengan permainan suaminya segera membalik posisi permainan mereka, dimana ia yang akan memimpin permainan ini.
Bukannya Gavin nggak LAKIKK, dia kan khawatir ama calon anaknya. Takutnya kalo goyangnya terlalu bersemangat, dedek bayinya malah ikut kegoncang. Kan kasian.
"Daddy diem, biar aku aja yang main." Seru Ghea.
Dan pada akhirnya Gavin pun diperkosa oleh istrinya sendiri.
Jangan lupa like ya, masak yang ngefavoritin tembus 12 rebu yang ngelike cuma segelintir orang aja.๐๐๐
.
.
.
.
.
.
.
.
.