
.
.
.
.
.
Ni maap2 ye sebelumnya karna ga up berabad-abad, bukannye ape. Gimana ye, ya gitu saya ada urusan di luar dunia perhaluan, belom lagi nih kemaren saya sakit gigi+ sariawan. Buset dah bukan maen sensasinya beuhhh cenat cenut semriwing gitu.
Mari kita lanjut~
Sejenak kita lupakan kegiatan bocil dan pamannya kemaren, mari kita mulai dengan lembaran baru.
Hari ini Gavin sengaja merengek rengek layaknya seorang bayi besar yang tak ingin ditinggalkan ibunya keluar rumah. Hal itu sengaja ia lakukan agar Ghea mengurungkan niatnya untuk keluar rumah menuju rumah sakit.
"Astaga, kalian ini kenapa sih? Dari tadi pada nempel semua heran, takut banget mommy pergi jauh." Gerutu Ghea berdecak kesal dengan kelakuan suaminya dan putranya yang sedari tadi selalu mengekorinya.
"Gathan duduk di sofa!" titah Ghea pada anaknya.
"Kata daddy nanti mommy pergi." Ucap Gathan masih setia memeluk kaki Ghea.
"Nggak sayang, mommy nggak pergi." Ucap Ghea dengan lembut dan halus penuh kasih sayang.
"Ndak mau, mau gini aja." kekeh Gathan yang enggan melepaskan tubuh Ghea, hingga membuat Ghea harus menghela nafas sabar.
"Ini lagi satu, lepas dad!" Seru Ghea sambil memukul lengan Gavin yang melingkar di perutnya, jangan lupakan dagu Gavin yang menopang pada pundak Ghea.
Jadi posisinya tuh ada dibawah tangga, nah masih pada berdiri gitu. Si bapak Gavin meluk istrinya dari belakang, dan Si Bocil meluk kakinya Ghea. Bisa dibayangkan betapa jengkelnya Ghea, untung Ghea sayang sama mereka ye kan.
"Mom, bobok siang aja yukk, diluar panas loh. Ntar kalo kamu keluar bisa item kulitnya, panas banget soalnya ." Ucap Gavin membujuk Ghea agar tak jadi keluar.
"Iya mommy, Athan juga ngantuk pengen bobok siang. Yuk bobok yukk." Ajak Gathan ikut-ikutan. Tanpa disadari tangan Gathan dan Gavin melakukan tos tanpa sepengetahuan Ghea.
"Gathan bobok sendiri okey?" Seru Gavin.
"Ndak okey!" Balas Gathan sambil menggelengkan kepalanya.
"Kan kamu udah besar boy." Ucap Gavin.
"Tapi kan -
"Udah ayo tidur, katanya ngantuk tapi malah debat!" potong Ghea. Wanita itu langsung mengangkat tubuh Gathan dan menggendongnya lalu membawanya menaiki anak tangga menuju kamarnya.
"Pokoknya nggak ada alesan lagi buat nolak, nanti abis ashar kira kerumah sakit jenguk temen mommy, sekarang tidur." Titah Ghea kepada suami dan putranya.
"Nggak usah pada ngambek, madep sini tidurnya!" Seru Ghea. Gavin dan Gathan pun serentak langsung membalikkan tubuh mereka menghadap ibu negara.
Seperti biasa si bocil langsung menguasai emaknya, bocah itu langsung menghambur masuk kedalam dekapan Ghea.
Setelah bocil dipastikan udah tidur, kini giliran pak Gavin yang bertugas memindahkan Gathan ke kamarnya sendiri. Baru setelah itu jatahnya untuk kelon sama Ghea. Pria itu langsung meringsek masuk kedalam pelukan Ghea.
Manja banget elah!
"Mom." Guman Gavin sambil menduselkan kepalanya dilipatan leher Ghea.
"Hm?" balas Ghea.
"Mau-
"Mimi?" potong Ghea terlebih dahulu.
Gleg
"Eum, boleh?" Tanya Gavin hati-hati.
"Boleh." balas Ghea.
Dengan semangat 45 Gavin langsung menyambar bibir ranum milik Ghea.
Eh lah kok bibir tong?
Dari bibir turun ke dagu, disusul ke leher, baru dah ke dada, jadi musti urut ya bunda. Ghea hanya pasrah saat lidah Gavin dengan lihainya mengeksplor mulutnya. Tapi tak bisa Ghea pungkiri, bibir Gavin juga candu baginya.
Reflek Ghea meremas rambut Gavin saat bibir Gavin menghisap area lehernya, sepertinya Gavin sudah hafal betul titik lemah Ghea yaitu bagian leher dan cuping telinga.
Gavin menyudahi acara tegang-tegangannya dan sekarang mulutnya sudah berlabuh pada salah satu buah dada milik Ghea.
"Pelan-pelan aja, abis ini langsung tidur ya." Ucap Ghea sambil mengusap lembut kepala Gavin.
''Heum." Balas Gavin sambil menganggukkan kepalanya dengan patuh.
Huhh!
____________
"Duh anak mommy ganteng banget sih, sini kiss dulu dong." seru Ghea pada Gathan. Dengan muka ditekuk Gathan tetap memberikan kecupan manis dikedua sisi pipi milik mommynya.
Tau kenapa Gathan kesel?
Gimana nggak kesel, nih ya bisa-bisanya Ghea mengambil kesempatan untuk memainkan burung kecil Gathan saat bocah itu sedang mandi tadi.
"Marah nih sama mommy, ngambek nih?" Tanya Ghea pura-pura merajuk.
"Yaudah mommy sama daddy aja kalo gitu." sambung Ghea, sontak Gathan langsung bergerak cepat memeluk leher Ghea sambil berucap, "Ndak mommy, Athan ndak marah loh sama mommy. Athan sayang sama mommy kok." Ucap bocah tampan itu dengan suara mendayu-dayu.
"Sayangnya mommy uhhhh pengen tak hihhh." gemas Ghea.
"Badan aku kayaknya nggak enak deh mom." keluh Gavin sambil memijat kening nya.
"Yaudah sekalian aja check up dirumah sakit." balas Ghea.
Gavin membelalakan matanya, rencananya gagal!
"Makanya nggak usah boong!" Seru Ghea.
"Gathan tunggu dibawah okey, daddy mau ngomong sebentar sama mommy. " Ucap Gavin pada Gathan.
"Yes daddy, bye mommy." Ucap Gathan. Bocah itu berjalan riang keluar dari kamar kedua orang tuanya.
"Mom, ngapain sih kita capek-capek ngurusin dia dirumah sakit? lagian nggak ada gunanya juga, toh nggak ada manfaatnya buat kita. Mending kita Quality time bareng Gathan atau ayah bunda atau bisa sama mamah papah, kan sekeluarga juga bisa." ucap Gavin.
"Kamu ini nggak ada peri kemanusiaannya ya, orang lagi sakit bukannya disemangatin buat sehat heran deh." balas Ghea mendumel.
Jadi nih gini ya gess, sebagai manusia yang baik dan peduli terhadap sesama. Ghea niatnya mau jenguk mantannya Pak Gavin. Bukannya apa, waktu itu nggak jadi dateng kan soalnya ada acara ke kantor Bang Sat nah sampe sekarang nggak jadi-jadi, maklum pada sibuk kerja sama kuliah.
Niatnya hari ini mau jenguk mumpung agak free.
Duh Ghea baek bener dah, berhati mulia berparas cantek pula.
Mantan istri nggak selalu punya niat buruk ya bund, tobat boleh kali ya.
"Bukannya gitu, dia aja nggak perduli sama kita ngapain kita perduli sama dia? Oke buat aku nggak papa, tapi Gathan nggak perlu lah tau dia segala." ucap Gavin.
"Dia udah nyesel ganteng, semua orang berhak dapet kesempatan kedua buat berubah." ucap Ghea dengan menepuk pelan pipi suaminya.
"Kamu terlalu baik tau nggak." guman Gavin sambil memeluk tubuh Ghea dan menenggelamkan wajahnya dilipatan leher Ghea.
Manja mode on.
"Tapi nanti kalo dia ngelakuin hal yang aneh-aneh sama kamu gimana?" Tanya Gavin penuh kekhawatiran.
"It's okey aku adepin." balas Ghea.
"You're pregnant sayang, jangan bahayain diri sendiri sama baby kita." ucap Gavin.
"Kan ada kamu gimana sih." ucap Ghea.
"Sayang." panggil Gavin.
"Apa?" balas Ghea.
"Bukannya anak dibawah 12 tahun dilarang jenguk pasien yang abis kemo ya?" ucap Gavin .
Oh tidak, kenapa Ghea bisa melupakan hal itu?
"Astaga I forgot, dad." guman Ghea.
"Ibu hamil juga jangan jenguk dulu." ucap Gavin.
"Jadi kita pending?" Ucap Ghea.
"Iya sayang, besok aja kalo kamu udah lahiran sekalian." ucap Gavin.
"Eum yaudah kalo gitu." balas Ghea.
"Lagian tau sakit pake acara ngajak ketemu segala, nggak mikir apa dia?" dumel Gavin.
"Dia nggak tau kali, aku juga lupa.''
"Kan ada dokternya, digaji buat apa coba masa gitu aja nggak tau!"
"Semuanya mendadak, mungkin dia pikir harapan buat sembuh kecil. Makanya dia negatif thinking dan buru-buru pengen ketemu sama Gathan, mau minta maaf mungkin. Udah ya jangan ngedumel terus, kita doain aja yang terbaik buat kedepannya nanti." ucap Ghea dengan lembut.
"Tapi Gathan belum tau kan kalo dia ibu kandungnya?" Ghea menggeleng dengan senyum tipisnya, kemudian berkata " Tapi besok Gathan juga tau ."
"Nggak tau juga nggak papa."
"Udah ah aku mau bikin puding sama Gathan aja, pengen makan puding aku tuh." Ucap bumil itu
"Aku bantuin yaa." Balas Gavin.
"Ayo."
_______________________
Tunggu kabar baik aja ye.
Maap ya jarang up, maap banget.
Maap banget kalo bosen, duh jadi nggak berani baca komen2 kalian kan wkwk.
Tenang aj ntar diselang-seling ama cerita bang Sat, bayyy.