My Duda

My Duda
Eps 73



Sebelum baca langsung like ya supaya nggak kelupaan, soalnya ini part spesial buat kalian okey.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


"Mom, Athan ada home works mom." Seru Gathan.


"PR apa sayang, sini kasih liat ke mommy." Ucap Ghea.


Yaps, malam ini Gavin, Ghea dan Gathan tengah berkumpul diruang tengah bersama sambil mengerjakan tugas dan pekerjaan masing-masing.


Gavin disibukkan dengan dokumen-dokumen kantornya, Ghea disibukkan oleh tugas kampusnya yang menumpuk kek dosa. Dan Gathan, bocah itu ternyata ada PR dari sekolah, entah PR apa yang pasti itu tak akan sulit jika dikerjakan bersama Ghea, karna Ghea memiliki berbagai cara dan metode untuk membuat Gathan paham dengan materi pelajarannya.


"Hitung-hitungan toh." Guman Ghea.


"Caranya gampang sayang 9-7 kan."


"Jadi gini, kalo misal Gathan punya apel sembilan terus diminta Uncle Satya tujuh, sisanya berapa?" Ucap Ghea.


"Jarinya sembilan dikeluarin." Ucap Ghea dengan sabar membantu Gathan mengeluarkan hari-hari kecilnya.


Kalo ama emak mah pake perasaan, beda lagi kalo belajar sama bapak, auto di slebet ama penggaris kalo nggak paham-paham.


Btw itu pengalaman saya ye.


"Sembilan mommy?" Ucap Gathan.


"Iya, terus dikurangi tujuh. Coba jarinya ditekuk tujuh biji." Ucap Ghea, mengikuti arahan Ghea, Gathan pun menekuk satu persatu jarinya sebanyak tujuh jari.


"Sudah?" Tanya Gathan.


"Sisanya berapa coba? Gathan hitung yang berdiri ada berapa?" Ucap Ghea.


"Dua mommy." Jawab Gathan.


"Aaaaa!!! anak mommy pinter banget sih, siapa sih mommy nya." Seru Ghea sambil menguyel-uyel kedua pipi gemoy milik Gathan.


"Mommy Ghea. " Balas Gathan, hadiah pelukan hangat Ghea berikan kepada Gathan.


Kasih sayang itu penting, sekecil apapun usahanya, para orang tua harus mengapresiasi usaha anak-anaknya. Jangan ketika anak-anak gagal, malah kalian banding-bandingin ama anak tetangga yang lebih unggul.


Pengalaman lagi pengalaman lagi.


Karna pada dasarnya semua anak akan mengalami fase dimana yang goblok menjadi pinter. Nggak usah ngeluh sama seberapa lama waktunya, syukuri aja dan usaha itu penting, juga dukungan orang-orang disekitar anak.


Yakin pasti bisa!


Semangat!


"Pelukan pada nggak ajak-ajak daddy, nih." Ucap Gavin pura-pura merajuk.


"Yang bantuin Athan kan mommy bukan daddy." Ucap Gathan.


"Kan mommy istrinya daddy." Ucap Gavin tak mau kalah.


"Kan mommy, mommy nya Athan." Balas Gathan.


"Ish udah-udah sini peluk mommy bareng-bareng." Ucap Ghea kemudian merengkuh kedua pria beda generasi itu bersamaan dengan hangat.


Uwuuw banget nggak tuh.


"Love You Sayang." Ucap Gavin diakhiri dengan memberi kecupan manis di pipi Ghea.


"Love You juga sayang nya Athan." Ucap Gathan ikut-ikutan juga memberi kecupan singkat pada pipi Ghea bagian sebelah.


"No sayang ya, Gathan harus panggil mommy." Seru Gavin.


"Tapi daddy boleh panggil sayang, Athan juga boleh dong. Ya kan mommy." Ucap Gathan.


"Daddy kan udah besar, Gathan kan masih kecil. Jadi harus panggil mommy." Ucap Gavin.


"Kok gitu? Athan udah besar udah bisa pup sendiri, bolehkan mommy sayang?" Ucap Gathan.


"Wah kapan Athan punya adik mommy, temen-temen Athan cerita-cerita tentang adik mereka. Katanya adik mereka lucu dan menggemaskan, Athan juga pengen punya adik mommy. Athan mau 3 ya mommy!" Seru Gathan dengan antusias .


Anjir 3, dikira anak kucing kali ya sekali mbrojol keluar 3.


Nah kan kejebak ama omongan sendiri, lu mancing sih Ghe!


"Gathan kan udah besar, jadi sekarang sering-sering tidur di kamar yang udah daddy siapin ya. Ntar adik-adik Gathan biar mommy sama daddy yang buatin." Ucap Gavin merayu putranya.


Tentu kalian tau kan pasti ada udang dibalik bakwan.


"Athan mau ikut buat, dad biar cepet jadi adik-adik Athan." Ucap Gathan


"Harus orang-orang dewasa yang buat boy." Ucap Gavin.


"Yahhh Athan ndak bisa ikut." Guman bocah itu sambil menghela napas sedih.


"Udah-udah bahas adiknya lain kali aja, sayang buruan diselesain PR nya kayak yang mommy ajarin tadi. Dan kamu dad, buruan dikelarin kerjaannya ini udah malem, waktunya kalian tidur. Besok pada sekolah sama ngantor kan, jangan sampe pada molor kalo mommy bangunin, ngerti!" Seru Ghea.


"Ngerti mom." Ucap Gavin dan Gathan bersamaan.


...___________________...


Morning Gavin Home


"Gathan bangun boy, udah pagi." Panggil Gavin sambil mengguncang pelan tubuh kecil putranya.


Semalam Gathan benar-benar tidur sendiri dikamar yang terletak disamping kamar Gavin dan Ghea.


"Daddy , mommy mana?" Guman bocah itu sambil mengucek kedua bola matanya.


"Jangan dikucek ntar malah sakit, ayo bangun terus mandi ya daddy bantuin." Ucap Gavin.


"Mommy mana daddy?" Tanya Gathan lagi.


"Mommy lagi nggak enak badan sayang, yuk buruan mandi ntar kamu telat ke sekolah loh." Ucap Gavin.


Gathan menganggukkan kepalanya dengan patuh, bocah itu akhirnya digendong oleh Gavin karna kesadarannya belum terkumpul sempurna.


Saat tengah disibukkan memandikan Gathan dikamar mandi, Gavin mendengar suara istrinya dari kamar sebelah.


Hoek Hoek


"Daddy, mommy dad?" Seru Gathan.


"Aduh bentar-bentar rambutnya dibilas dulu ya." Ucap Gavin, pria itu dengan cekatan membilas rambut putranya yang baru ia keramasi.


Setelah selesai memandikan Gathan, Gavin langsung melilitkan handuk pada tubuh Gathan. Kemudian menggendong Gathan dan membawanya menuju kamarnya.


"Gathan duduk sini ya, daddy mau temuin mommy dulu." Ucap Gavin sambil mendudukan tubuh Gathan diatas kasur miliknya.


Setelah itu, Gavin segera masuk kedalam kamar mandi guna melihat kondisi istrinya.


"Masih mual lagi, mom?" Tanya Gavin sambil memijat tengkuk Ghea.


"Masih dad. " Balas Ghea dengan suara lemas.


"Ayo aku bantu ke kasur." Ucap Gavin, baru saja berjalan satu langkah Ghea kembali berlari menuju wasatafel guna memuntahkan semua isi dalam perutnya.


"Astaga mom, kamu kenapa sampe lemes gini sih?" Tanya Gavin, tanpa aba-aba Gavin langsung menggendong tubuh Ghea ala bridal keluar dari kamar mandi.


"Daddy, mommy kenapa?" Tanya Gathan yang ternyata menunggu didepan pintu kamar mandi sedari tadi.


"Astaga boy, kenapa handuknya kamu lepas. Burung kamu ntar terbang loh itu!" Seru Gavin saat mendapati keberadaan Gathan didepannya dengan tubuh bugil.


Ghea tertawa dalam keadaan lemas, candaan suaminya tadi membuatnya sedikit bertenaga.


"Mommy ketawa dad." Seru Gathan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.