My Duda

My Duda
Eps 60



.


.


.


.


.


Setelah selesai berbelanja kebutuhan dapur di supermarket, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah Gavin, yang sekarang menjadi rumah Ghea juga.


"Udah sampe?" Tanya Ghea saat Gavin menghentikan laju mobil yang dikendarainya disebuah perumahan elit disana. Ukurannya tak terlalu besar dan bisa dibilang minimalis namun terlihat elegan.


Ghea udah pernah ke rumah Gavin ya dulu~



🐵:kok nggak kaya CEO2 yang rumahnya gede thor?


🦍:terserah saya, kan yang ngarang saya!


#skip baper ya


Back to Gavin and Ghea~


"Udah sampe yank, maaf rumahnya nggak terlalu besar. Dalam waktu dekat ini, aku bakal cariin rumah yang lebih besar kok buat kita tinggal nanti, biar kita nyaman." Ucap Gavin.


"Ini mah cukup buat kita bertiga doang, kelihatannya nyaman juga. Pindahnya besok-besok aja kalo rumah udah sesek karna kecebong-kecebong kamu yang lari-larian dirumah." Balas Ghea.


"Hah kecebong aku? berarti mulai aktif produksi dong." Ucap Gavin menimpali dengan senyum merekah.


"Ini aja kecebong kamu masih nempel sama aku, gimana mau produksi kecebong lagi!" Seru Ghea sambil memperlihatkan si bocil yang tertidur dipelukannya.


"Susah kalo gini mah." Gerutu Gavin.


"Turun nih?" Tanya Ghea.


"Iya ayo turun, kamu bisa kan bawa Gathan ke dalem? biar aku yang bawa barang-barang sama belanjaan masuk." Ucap Gavin.


"Bisalah." Balas Ghea dengan enteng, emang aslinya enteng kan.


Sebelum Ghea turun dari mobil, Gavin menyerahkan kunci rumahnya terlebih dahulu agar tak lama menunggunya. Ghea pun turun dari mobil sambil menggendong Gathan.


Maklum si bocil capek, abis kelayapan sama Uncle nya tadi pagi.


Sampainya didalam rumah ya gitu nggak perlu di jelasin lagi.


Pukul 17.00 waktu setempat, Ghea membangunkan putranya yang masih tertidur. Kata emak kalo tidur sore-sore nggak baik, jadi harus dibangungin.


"Hei my baby boy ayo bangun udah sore loh." Ucap Ghea lembut sambil membelai wajah tampan putranya.


"Eum mommy Athan ngantuk." Guman Gathan dengan suara pelan.


"Uluh-uluh anak Mommy yang paling ganteng bangun yuk mandi dulu yuk udah sore nih." Ucap Ghea lagi, wanita itu mencoba menegakkan tubuh Gathan agar bangkit dari posisi rebahan.


"Ayo dong sayang bangun." Ucap Ghea sambil menepuk-nepuk panta* montok milik Gathan.


Montok Nggak Tuh.


"Mommy Athan kangen sama Uncle Satya." Ucap Gathan dengan nada sedikit merengek.


Gini nih kalo udah dapet emak, manjanya langsung keluar. Dimaklumi aja ya dari lahir kan nggak dapet kasih sayang dari sosok emak.


Jadi bersyukurlah kalian yang masih bisa ketemu sama ibu kalian.


"Iya yuk bangun dulu, mommy bantu Gathan mandi." Ucap Ghea.


"Heum mommy." Guman Gathan.


Usai memandikan Gathan dan mengganti pakaian bocah itu, Ghea langsung mengajak Gathan untuk ikut bergabung dengan daddy nya diruang tengah.


"Jagoan daddy udah wangi nih, abis mandi ya?" Ucap Gavin menyambut kedatangan putranya.


"Iya dong dad, udah mandi dimandiin mommy." Ucap Ghea sambil menaruh Gathan duduk diatas sofa.


"Daddy udah mandi?" Tanya Ghea beralih pada sang suami.


"Udah mom." Balas Gavin.


"Yaudah kalian tunggu sini, mommy mau siap-siap bikin makan malem buat kalian sambil nunggu maghrib. Jangan diganggu ya, ini butuh konsentrasi khusus. Jangan pada jail, terutama daddy, anaknya jangan DIGANGGUIN." Ucap Ghea mengingatkan kedua pria beda generasi itu.


"Yes mom." Balas Gavin dan Gathan sambil menganggukkan kepalanya.


Ghea pun beranjak menuju dapur. Ini adalah kali pertamanya memasak makanan untuk keluarga kecilnya, harus enak, sehat, dan bergizi!


"Gathan haus nggak boy?" Tanya Gavin pada putranya.


"Haus daddy, mahu susu pisang yaaa?" Pinta Gathan pada daddy nya.


"Bentar daddy ambilin, kamu tunggu disini oke. Jangan kemana-mana, ntar daddy bawain snack juga." Balas Gavin, padahal ada tujuan terselubung dalam hal itu.


"Yes daddy." Balas Gathan.


Gavin kemudian berjalan menuju dapur, sebenarnya tujuan utamanya bukan mengambilkan susu pisang untuk putranya, tapi ia ke dapur untuk menemui emaknya Gathan yaitu Ghea.


Terlihat disana Ghea tengah serius mengolah berbagai macam bahan-bahan masakan yang ada di dapur. Gavin pun melangkahkan kakinya mendekati sang istri, niatnya mah mau bikin kejutan gitu pake peluk-peluk dari belakang pas istrinya lagi masak, tapi..


"Mau ngapain kesini?" Tanya Ghea tanpa menoleh pada suaminya yang sudah berada tepat dibelakangnya.


"Hehe kok kamu tau sih." Seru Gavin sambil terkekeh kecil, walau sudah ketahuan Gavin tetap memeluk pinggang Ghea dari belakang dengan dagu nya yang ia topang di bahu Ghea.


Awalnya hanya sekedar pelukan biasa, tapi lama-lama tangan Gavin mulai aktif mengelus perut rata Ghea dan hal itu tentunya membuat sensasi yang nano-nano bagi Ghea.


"Lagi masak loh yank." Ucap Ghea memperingati suaminya.


"Aku cuma liatin doang kok. " Balas Gavin.


"Liatin apanya, orang dari tadi tangan kamu usil, tuh bibir ngapain lagi tiup-tiup leher aku! Udah sana ah jangan ganggu aku!" Seru Ghea sambil mendorong tubuh suaminya agar menjauh darinya.


"Sayang jahat banget sih kamu." Ucap Gavin dengan nada merengek.


"DADDY SUSU PISANG ATHAN MANA?" Teriak Si bocil Gathan dari ruang tengah.


"Nah itu udah dipanggil sama anaknya, udah sana buruan ambilin susu pisangnya. Udah ada dikulkas kok." Ucap Ghea pada Gavin.


"Hm yaudah, bye mom." Ucap Gavin, namun sebelum ia benar-benar pergi Gavin mencuri kesempatan untuk mengecup dan menghisap bibir montok milik Ghea.


"Bener-bener ya!" Sentak Ghea kesal.


..._________________________...


"Udah wudhu belum?" Seru Ghea sambil menengok kamarnya dari bawah.


"Udah mom." Jawab Gavin dan Gathan bersama.


"Tungguin bentar ya, mommy beresin dapur bentar!" Seru Ghea lagi.


"Iyaaa!!" Balas mereka.


Setelah selesai membereskan kekacauan di dapur, Ghea segera naik keatas menuju kamarnya dimana suami dan anaknya tengah menunggu untuk melaksanakan sholat maghrib bersama.


Gathan diperbolehkan Gavin ikut Sholat bersama, karna bagaimana pun belajar tentang agama sejak dini itu penting. Walau kenyataannya Gathan belum lancar bacaan-bacaan sholat fardu sehari-sehari, tapi setidaknya bocah itu mau untuk berlatih.


"Yang jadi imam siapa nih, Gathan ya?" Seru Ghea menggoda putranya.


"No mom, Athan masih kecil. Jadi imamnya daddy, ya kan dad?" Balas Gathan.


"Yaudah iya, ayo buruan sholat jangan tunda-tunda nggak baik." Seru Gavin.


Ketiganya pun akhirnya melaksanakan ibadah sholat Maghrib berjamaah.


Harmonis sekali epribdeh.


Meja makan~


Saat yang ditunggu-tunggu dan paling mendebarkan bagi Ghea dimana makanan yang ia masak akan segera dimakan oleh suami dan anaknya.


Gavin dan Gathan saling melirik usai memasukan sesuap makanan kedalam mulut mereka masing-masing.


"Gimana gimana, enak kan?" Tanya Ghea dengan sejuta rasa penasaran.


"Emm gini sayang...


"Apa? Nggak enak ya? Yahh...padahal udah ngeluarin sejuta jurus masak yang diajarin bunda loh aku, masa rasanya nggak enak sih." Guman Ghea bersedih.


"No mommy, ini enak sekali. Besok kalo Athan ke sekolah bekalnya pake ini ya mommy!"Seru Gathan.


"Tapi daddy bilang?"


"Bukan gitu maksud aku yank, maksud aku gini loh ini masakan kamu enak banget. Bener sama apa yang dibilang sama Gathan, aku juga mau dong dibawain bekal kayak gini." Ucap Gavin panjang lebar.


"Aaaaaa kalian sweet banget, makasih loh pujiannya!" Seru Ghea dengan rasa gembira.


Masakan pertama berhasil!


.


.


.


.


.


Kok dikit thor? Ya nanti saya lanjut lagi pas mereka mau tidur, apakah ada adegan enak-enak atau cuma bobok doang? Stay tuned.


Maap lama up