My Duda

My Duda
Eps 67



.


.


.


"Halo?"


"Haloo, siapa?"


"Sayang ini aku suami kamu, masa lupa sih." Ucap Gavin disebrang sana.


"Ooo suami saya toh, masih inget punya istri sama anak dirumah pak?" Balas Ghea.


"Sayang ih aku serius loh ini." Gerutu Gavin.


"Iya ada apa?" Tanya Ghea.


"Nggak papa, cuma mau ngasih kabar aja. Kamu udah makan? Gathan dimana?" Tanya Gavin.


"Gathan masih bobok siang, aku baru aja abis makan siang. Kamu udah makan belom?" Ucap Ghea.


"Belum sempet, yang." Jawab Gavin.


"Kenapa belum makan siang, buruan makan ntar perut kamu sakit, yang." Ucap Ghea.


"Nggak enak kalo nggak sama kamu." Ucap Gavin.


"Bisa aja ngerayu nya, gimana kerjaan kamu? Udah diurus orang yang gelapin dana perusahaan kamu?" Tanya Ghea.


"Lagi dimintai pertanggung jawaban oleh pihak berwajib." Jawab Gavin.


"Berarti kamu bisa langsung pulang dong?" Tanya Ghea, aura-aura kebahagiaan muncul diraut wajahnya.


"Nah masalahnya itu, kayaknya aku bakal pulang dua hari lagi, malem minggu yang kayaknya." Jelas Gavin. Aura kebahagiaan seketika langsung berubah menjadi suram.


"Kenapa kayak gitu? kan udah kelar urusannya. Kamu mau ngapain lagi disana, katanya cuma lima hari. Cowok mah gitu, nggak bisa dipegang omongannya!" Seru Ghea.


"Aku kan bilangnya lima dan hari paling lambat seminggu, yang. Aku minta maaf, aku usahain pulang cepet deh kalo gitu." Ucap Gavin.


"Jangan mengadi-ngadi, kerja sih kerja. Jangan lupa istirahat, nggak usah terlalu banyak mikir ntar malah jadi beban, toh udah ada polisi kan yang bantuin ngurusin masalah kantor kamu." Seru Ghea.


"Oke kalo gitu." Balas Gavin.


"Setelah selesai urusannya pulang ya." Ucap Ghea. Sepertinya Ghea benar-benar rindu dengan Gavin, makanya menyuruh Gavin untuk pulang dengan segera.


"Iya sayang, aku langsung pulang kok. Love You My Wife, bye."


"Love You Too My Husband, jangan lupa makan siang, semangat kerjanya, Bye." Balas Ghea.


Ini adalah hari ke-4 kepergian Gavin ke luar Kota. Selama 4 hari ini Ghea mengurus Gathan dan rumah sendirian. Untung lah Gathan tipikal anak yang mudah diatur dan tidak banyak rewel, apalagi kalo sama Ghea.


Yuk bisa yuk!!!


"Mommyh." Terdengar suara serak khas bangun tidur memanggil Ghea. Ternyata putra tampannya bangun dari tidur. Dengan kondisi setengah sadar, Gathan turun dari kasur kemudian berjalan menghampiri Ghea yang duduk di sofa.


"Anak mommy udah bangun, gimana tidurnya nyenyak?" Tanya Ghea sambil merapikan rambut Gathan.


"Eum." Guman Gathan tak jelas. Bocil itu merangkak naik keatas sofa kemudian membaringkan kepalanya di paha sang mommy.


"Mommy, daddy pulangnya kapan?" Tanya Gathan pada mommy nya.


"Bentar lagi daddy pulang sayang, kamu udah nggak sabar ya main sama daddy, hm?" Ucap Ghea.


"Tapi besok weekend Athan mahu diajak Uncle bobok dirumah oma sama opa, mommy." Ucap Gathan bercerita.


"Wah oh ya?" Guman Ghea.


"Yes mommy." Balas Gathan.


"Gathan mau bobok sama Uncle Satya dirumahnya oma sama opa?" Tanya Ghea pada putranya.


"Mahu mommy, bolehkan?" Tanya bocah itu.


"Boleh sayang, mommy bolehin kok." Jawab Ghea. Sepertinya akan ada udang dibalik rempeyek.


Kan Gathan weekend (anggep aje 2 hari yaitu Sabtu ama minggu) sama Satya nih. Nah Si Gavin kan balik malem minggu, otomatis cuma Ghea yang ada dirumah ye kan.


Kesempatan buat nyicil debay tuh mereka berdua. Kemaren aja bisa nyampe 3 jam, kalo nanti berapa lama tuh durasinya? Udah aman ga ada bocil , malem minggu pula. Jangan disia-sia kan ye kan, pasti sampe pagi tuh.


..._______________________________...


Sabtu~


Ntar malem Bang Gapin pulang, malem minggu kan.


Entah Ghea kesambet apaan, khusus hari ini ia menyempatkan diri untuk berkunjung kesalah satu tempat salon ternama langganan Ara. Sepertinya emak satu anak itu ingin permak penampilan supaya makin hot.


Mungkin dalam acara menyambut kepulangan Paksu.


"Rambutnya mau dipotong model gimana sis?" Tanya seorang wanita jadi-jadian pemilik Salon itu.


Paham kan jadi-jadian yang kek mana.


"Waduh bingung gue." Batin Ghea.


"Yang itu yang keliatan dewasa aja, ya yang gitu pokoknya." Jawab Ghea spontan.


"Owghey sis cusss."


Tangan lentiknya mulai menggunting rambut Ghea menjadi lebih rapi dan modis tentunya. Pria itu memotong rambut Ghea sebatas bahu, rambut pendek memanglah memiliki kesan tersendiri, namun bukan berarti yang rambutnya panjang itu jelek ya.


"Cucok kan sis!"


"Iye-iye cakep." Balas Ghea.


"Abis ini gua ngapain Ra?" Tanya Ghea pada temannya Ara. Ya selain merekomendasikan salon itu, Ara juga menemani Ghea nyalon.


"Abis ini Ghea difacial wajahnya, terus yang terakhir body treatment." Jawab Ara.


"Ngapain aja tuh?" Guman Ghea.


"Tenang aja Ghea, Ara temenin kok." Ucap Ara.


Dugaan Ghea benar, ia merasa dirinya seperti disiksa. Bulu-bulu halus yang tumbuh di lengan dan kakinya dicabut secara berjamaah hingga menimbulkan rasa cenat-cenut yang menyiksa.


Sekuat-kuatnya Ghea, kalo masalah yang satu ini dia KO.


"Njir pelan-pelan monyet!! sakit!" Seru Ghea.


"Tenang Ghea, ini biar kulit kamu makin mulus. Pasti suami kamu suka." Ucap Ara.


"Mulus apanye, sakit iye!!" Gerutu Ghea.


Finally setelah hampir 4 jam melakukan rangkaian perawatan diri, Ghea akhirnya selesai dengan penampilan barunya.


Langsung glowing lah istilahnya mah.


Kulit mulus tanpa noda membuat penampilan Ghea menjadi lebih oke.


"Wow Ghea cantik banget!!!!" Pekik Ara heboh.


"Ghea gitu loh, eh bentar ada yang kurang." Ucap Ghea.


"kurang apa Ghe?" Tanya Ara.


"Beli, enggak, beli, enggak, beli, enggak, beli?" Batin Ghea.


"Ngerjain suami dikit, dosa nya dikit juga kan?" Batin Ghea.


.


.


.


.


.


.


kita puas2in aja dulu yang hareudang2.


Cerita bang Sat udah ane buat 1 eps, tapi ga ada yg baca kasian bener. Langsung cek my profil trus cari sendiri dah.