
.
.
.
.
.
"Pembukaan sudah lengkap, ayo segera siapkan semuanya. Bu Ghea sebentar lagi akan melahirkan bayinya." seru salah satu dokter yang akan memimpin jalannya persalinan Ghea malam ini.
"Sayang jangan merem ah, melek terus sayang. Ayo semangat, baby kita bakal lahir bentar lagi. Gathan pasti seneng, besok bangun-bangun udah ada adik-adik nya. Semangat ya demi bayi kita!" seru Pak Gavin yang sedari tadi selalu menyemangati sang istri dan membisikkan kata-kata manis yang membuat Bu Ghea semangat.
"Owhh... sakitt dad perut aku!" ringis Bu Ghea kesakitan. Sebenarnya ia merasakan sakit yang amat luar biasanya, tapi hanya ekspresi biasa yang ia tampilnya. Tujuannya agar tak membuat sang suami khawatir.
"Kamu bisa sayang, kamu bisa." seru Pak Gavin kembali menyemangati.
"Bu Ghea ikuti aba-aba saya ya, kalo saya bilang dorong ibu mengejan sekuat mungkin."
"Ikuti instruksi saya buk, tarik nafas dalam-dalam kemudian hembuskan perlahan-lahan, Setelah itu dorong buk..
"Mom ayo dorong mom." seru Gavin ikut menginstruksikan ucapan dokter tadi.
Akhhhh........
"No, I can't dad." seru Ghea dengan nafas tak beraturan.
"You can honey, bismillah.." balas Gavin sambil menggenggam erat jemari sang istri.
"Bu Ghea dorong sekali lagi, lebih kuat, kepala bayinya sudah terlihat bu..
Ghea mengambil pasokan udara banyak-banyak setelah itu ia langsung mencengkram dan memeluk leher Gavin dengan sangat erat. Walau lehernya terasa seperti dicekik, Gavin tak mempermasalahkan hal itu. Yang terpenting kini adalah sang istri bisa melahirkan buah hatinya dengan selamat.
Akhhhhhh....
"Sekali lagi."
Akhhhhhh...!!!
Oekk....Oekk...
"Alhamdulilah jagoan pertama sudah lahir dengan selamat." Dokter tersebut menyerahkan bayi merah itu kepada salah satu suster guna dibersihkan terlebih dahulu.
"Sayang adik Gathan udah lahir." seru Gavin dengan rasa bahagianya hingga pria itu tak mampu membendung air mata nya, Ghea pun membalasnya dengan anggukan kepala juga senyum ayu di wajahnya.
Sedangkan diluar ruangan bersalin, keluarga Ghea dan Gavin baru saja sampai dirumah sakit. Mereka disambut oleh Reza, orang utusan Gavin yang berjaga diluar.
"Ini bener kan ruangannya putri saya yang mau melahirkan?" Tanya Bunda Citra.
"Benar bu, Pak Gavin didalam sedang menemani bu Ghea untuk proses persalinan. Untuk keluarga yang lain nya harap tunggu diluar sesuai prosedur." jelas Reza dengan sopan.
"Pah itu suara cucu kita pah, cucu kita udah lahir!" seru Mamah Wina dengan antusias dan senang saat mendengar suara tangisan bayi dari ruang bersalin Ghea.
Kita lanjutkan proses lahiran Bu Ghea didalam.
"Sekali lagi dorong yang kuat ya buk, kerahkan semua tenaganya sekali lagi untuk bayi kedua anda."
"Dad haus, mau minum..." keluh Ghea yang merasa tenggorokannya kering akibat keseringan berteriak saat mengejan tadi.
"Dokter sebentar, istri saya haus ,boleh tolong ambilkan minuman atau air putih." pinta Gavin, dengan segera suster pun langsung menyerahkan segelas air putih kepada Gavin yang kemudian diberikan kepada sang istri.
"Udah?"
"He'em."
"Kita lanjutin ya?" Ghea menganggukkan kepalanya setuju.
"Tarik napas dalam-dalam bu, hembuskan perlahan.....
Huffttt....
"Sekarang dorong buk, dorong sekuat tenaga, kerahkan semua tenaga yang tersisa Bu Ghea..
"Bismillah sayang." seru Gavin menyakinkan sang istri.
Dengan mengerahkan semua tenaga yang tersisa, Bu Ghea kembali mengejan sekuat mungkin hingga sang bayi lahir.
ARGHHHHHH....
Oekk....Oek...
"Alhamdulilah jagoan kedua selamat."
"Hiks...Hiks...baby nya udah lahir, Ghea jadi mommy dad." tangis Ghea terharu.
"Iya sayang kamu jadi mommy anak-anak, makasih sayang makasih!" balas Gavin yang kemudian langsung menghujani banyak kecupan manis pada wajah letih sang istri.
Keduanya menyalurkan rasa bahagia dengan berpelukan erat, Setelah penantian lama akhirnya jagoan mereka lahir ke bumi.
"Kamu capek hm? istirahat ya aku jagain sambil nunggu baby twins di bersihin." Ucap Gavin sambil mengusap peluh yang membanjiri kening sang istri.
"Bu Ghea jangan tidur dulu ya, jalan lahirnya kita jahit dulu sambil nunggu baby nya di bersihin." Ucap Dokter itu.
Selama proses jahit-menjahit Gavin tak pernah melepaskan genggaman tangannya pada sang istri, ia tau jika Ghea pasti merasakan sakit. Ia berharap dengan begitu Ghea tak akan takut.
___________________
"Bentar, kok suara bayinya yang nangis dua kali ya?" Tanya Bunda bingung.
____________________
Yuk kerahkan kemampuan kalian untuk ngasih rekomendasi nama2 baby yang estetik buat twins nya Bu Ghea dan Pak Gavin.