My Duda

My Duda
Eps 51



.


.


.


.


"Gathan udah mandi?" Tanya Gavin sambil mendekati putranya.


"Udah." Jawab Gathan singkat. Bocah itu kini sibuk memasang puzzle yang ia bawa dari rumah. Sedangkan Ghea masih mandi dikamar mandi.


"Gathan kenapa? ngomong sama daddy." Ucap Gavin. Pria itu merasa diacuhkan oleh anaknya sendiri.


"Ndak kenapa-napa." Balas Gathan.


"Kok cuek banget sih sama daddy, daddy ada salah ya sama Gathan? Daddy bikin marah Gathan, ya? Daddy minta maaf ya kalo ada salah sama Gathan." Ucap Bapak Gavin pada putranya.


Tak disangka kedua bola mata bocah tampan itu malah berkaca-kaca dengan bibir melengkung ke bawah, sepertinya sebentar lagi bocah itu akan menangis.



Maap buriq:")


"Loh loh sayang, kenapa nangis? Daddy cuma nanya sayang, udah ya cup cup maafin daddy kalo daddy ada salah." Ucap Gavin, pria itu mencoba untuk menggendong tubuh Gathan, tapi bocah itu menolak.


"Mommy mommy." Panggil Gathan saat Ghea keluar dari kamar mandi. Bocah itu merentangkan kedua tangan kecilnya minta digendong.


Ghea pun menghampiri suami dan anaknya itu.


"Anak ku kenapa nangis gini? kamu apain?!" Tanya Ghea sambil menatap Gavin dengan tatapan menghunus.


"Aku? Nggak aku apa-apain, yank. Nangis sendiri." Ucap Gavin.


"Mana ada kalo nggak diapa-apain nangis sendiri, kamu apa-apain ini mah, liat kan jadi takut." Ucap Ghea, wanita itu mengangkat tubuh kecil Gathan dari atas sofa kemudian menggendongnya dan mendudukkannya di atas kasur.


"Tunggu sini ya, mommy ambil baju dulu." Ucap Ghea pada Gathan dengan lembut.


"Ikut mommy." Balas Gathan. Bocah itu benar-benar tak ingin lepas dari Ghea. Dengan helaan nafas panjang, Ghea kembali menggendong Gathan. Wanita itu mengobrak-abrik baju yang berada didalam tas nya sambil menggendong Gathan.


Hot mommy banget!


"Gathan tunggu disini oke, mommy mau ganti baju bentar. Kalo daddy nakal kamu teriak aja panggil mommy, ntar biar mommy marahin daddy." Ucap Ghea, dengan berat hati bocah itu mengangguk dan duduk diatas kasur sambil menunggu mommynya selesai ganti baju itu ruang ganti.


"Kamu duduk diem disitu, jangan digangguin anaknya!" Seru Ghea memerintah agar Gavin tetap pada posisi duduk di sofa. Gavin tak menjawab, pria itu hanya mengangguk sebagai jawaban.


Ghea pun akhirnya masuk kedalam ruang ganti, ini kesempatan Gavin untuk mendekati putranya. Pria itu bangkit dari sofa kemudian berjalan menghampiri putranya yang duduk anteng diatas kasur.


"Gathan ngomong sama-


"MOMMY, DADDY MOM!!!" Teriak bocah itu dengan suara keras.


"DADDY ANAKNYA JANGAN DIGANGGUIN IH, AWAS KALO MASIH DIGANGGUIN NGGAK ADA ENAK-ENAK!!" Teriak Ghea dari dalam ruang ganti.


Disana Gavin hanya menelan ludahnya kasar, apalah arti punya istri tapi nggak bisa enak-enak? Baru aja sehari nyoba, masa diberhentikan secara sepihak, nggak adil dong.


"Aish kenapa sih, masa ngambek nggak ada alesan nya?" Gerutu Gavin.


"Gathan kamu marah sama Daddy?" Tanya Gavin dengan hati-hati.


"Iya."


"Ha? Tapi kenapa marah sama Daddy?" Tanya Gavin bingung.


"Karna daddy tidur nya berdua sama mommy, nggak ajak Athan. Kenapa Athan tidur sama Uncle Satya semalem, dad? Ntar malem Athan mau tidur sama mommy aja, nggak mau sama Daddy!" Seru Gathan.


"Astaga, jadi karna itu aku diacuhkan oleh putraku sendiri?" Batin Gavin tak percaya.


"Terus daddy tidur sama siapa dong?" Tanya Gavin mengiba.


"With Uncle Satya. " Jawab Gathan santai.


"Sayang tapi kan-


Lagi-lagi ucapan Gavin terputus, karna putranya sudah terlebih dahulu turun dari atas kasur dan meninggalkannya. Gathan menghampiri Ghea yang baru keluar dari ruang ganti, kemudian memeluk kedua kaki Ghea.


"Nggak diapa-apain sama daddy, kan?" Tanya Ghea sambil membungkukkan badannya. Gathan hanya menggeleng sebagai jawaban.


"Kamu udah siap kan, yuk turun. Yang lain pasti udah nungguin kita." Ucap Ghea pada Gavin.


"Kamu nggak make up an, skin care an, atau ngapain dulu gitu?" Tanya Gavin, karna yang Gavin ketahui kaum wanita akan berdandan dengan waktu yang cukup lama.


"Kenapa? malu ya punya istri nggak bisa dandan?" Ucap Ghea dengan sinis.


Kalo udah sinis-sinis gitu bakal gawat darurat nih.


"Nggak ada yang malu sayang, kamu gini aja aku udah seneng. Tapi kalo mau dandan juga boleh, tapi didepan aku aja cantiknya." Ucap Gavin yang kemudian langsung mengangkat tubuh Gathan untuk digendong, dan menggandeng tangan Ghea.


"Yuk." Ajak Gavin. Ketiganya pun keluar dari kamar tersebut bersama, tujuan mereka kini adalah resto yang berada di lantai bawah, tempat mereka melakukan sarapan bersama.


...__________________________...


"Nah penganti barunya udah dateng, nih." Ucap Mamah Wina menyapa keluarga kecil yang terdiri dari Gavin, Ghea, dan Gathan.


"Pagi semua." Siapa Gavin dan Ghea.


"Pagi." Balas mereka bersamaan. Ghea dan Gavin pun ikut bergabung duduk dengan keluarga barunya itu.


"Kalian tidurnya nyenyak kan?" Sambung Papah Harry bertanya penuh perhatian.


"Nyenyak kok pah." Jawab Ghea sambil tersenyum pada papah mertuanya.


"Cie rambutnya pada basah pagi-pagi." Ucap Bunda Citra menggoda pasutri baru itu. Yang dilirik malah pada salting sendiri.


"Cie pada digigit nyamuk." Celetuk Satya ikut berkomentar.


"Siapa yang digigit nyamuk, bang?" Tanya Ayah Juan.


"Nah itu pada merah-merah di leher kan digigit nyamuk yah, eh salah dihisap nyamuk kepala item maksudnya." Jawab Satya sambil menunjuk bagian tanda merah yang sedikit terekspos di leher Ghea.


"Lah terus Gathan semalem tidur nya sama siapa?" Tanya Mamah Wina.


"Athan semalem tidur sama Uncle Satya, nenek ." Jawab bocah itu.


"Wah Nak Satya berjasa banget dong buat proses pembuatan cucu kita selanjutnya." Ucap Mamah Wina.


"Hahaha iya juga, anak bunda emang pinter!" Balas Bunda Citra.


"Maka dari itu harus dapet apresiasi." Ucap Satya dengan bangganya.


"Iya, lu dapet apresiasi yaitu gua angkat jadi babysitter anak gua! Selamat bekerja sama bro." Ucap Ghea.


"What the hell?!"


...____________________________...


"Kalian habis ini mau pulang, atau nginep disini lagi? kan mumpung besok weekend, kalian bisa holiday gitu." Tanya Bunda Citra.


"Pulang aja bund, nginep sehari dirumah bunda. Abis itu baru pindah ke rumah paksu." Jawab Ghea.


"Ntar gantian kok, abis rumah bunda ganti ke rumah mamah. Biar nggak bosen gitu." Sambung Ghea lagi. Ia tak mau mertuanya merasa dibeda-bedakan untuk masalah menginap.


"Iya mamah ngerti kok, anak perempuan emang gitu kalo udah punya suami, rada nggak rela keluar dari rumah. Mamah juga dulu sama kok kayak kamu, sayang. Pintu rumah mamah selalu terbuka buat kalian. " Ucap Mamah Wina.


"Oh iya, hadiah-hadiah dari tamu kalian udah dikumpulin sama orang hotel, semalem bunda minta tolong. Hari ini katanya bisa dianter ke rumah, rumah bunda apa rumah suami mu dek?" Tanya bunda.


"Eee rumah?"


"Rumah kita aja bund. " Jawab Gavin dahulu.


"Oh gitu, iya ntar bunda hubungin lagi deh biar dianter dirumah kalian." Balas Bunda.


"Tapi kan kita nggak ada dirumah, kita mau nginep dirumah bunda dulu loh yank. " Ucap Ghea.


"Oh iya lupa, nggak ada orang dirumah. Dikirim ke rumah bunda dulu aja kalo gitu, ntar biar sekalian Gavin urus pas pulang." Ucap Gavin.


"Oke kalo gitu. "


"Oh iya, Kalian ada rencana bulan madu nggak, ayah ada hadiah tiket honey moon buat kalian." Ucap Ayah Juan.


"Gavin bukannya nolak hadiah dari ayah, tapi kalo untuk saat-saat ini, jadwal kantor bentrok kayaknya yah." Ucap Gavin dengan tak enak hati.


"Iya, Ghe juga minggu depan langsung masuk kampus kayak biasa, yah." Sambung Ghea.


"Iya ayah ngerti, nggak papa kalo nggak sekarang. Kalian bisa ambil kapan-kapan kalo kalian udah ada waktu, waktu bersama itu penting." Balas Ayah Juan.


"Kalo mamah sama papah nggak bisa ngasih hadiah yang mewah buat kalian, kita cuma bisa kasih toko tanaman hias buat kalian. Itu cabang ke-11 dari yang selama ini mamah sama papah kelola, alhamdulilah selalu rame kok tempatnya ." Ucap Mamah Wina.


Jadi gaes, papah Harry itu bukan seorang pengusaha. Beliau kini hanya sesorang pensiunan PNS biasa. Dan Gavin punya perusahaan bukan karna dikasih papah Harry, Gavin berjuang sendiri buat mendirikan perusahaan itu dengan support dan doa keluarga tentunya.


Dan karna Papah dan Mamah nggak ada kegiatan dirumah selain ngurus Gathan, Gavin mendirikan toko tanaman hias untuk dikelola kedua orang tuanya supaya tidak bosan dirumah. Dan alhamdulillah usaha tanaman hias tersebut berkembang dengan pesat dan menghasilkan beberapa anak cabang hingga sekarang.


"Wah toko tanaman hias, Ghea sebenarnya suka tanaman hias loh." Ucap Ghea.


"Oh iya, tanaman apa sayang?" Tanya mamah Wina.


"Eee kaktus aja sih." Jawab Ghea.



.


.


.


.


Pantesan rumah emaknya Gavin rindang dan sejuk, orang rumahnya ditanami tanaman hias semua. Seger dah tuh udaranya.


...____________________________...


...Mamah Wina & Papah Harry Home~...




(papa harry lagi nongkrong gaes)👆🤣




..._____________________...


...Toko tanaman hias milik orang tua Gavin~...









Toko orang kaya mah beda guys, nggak nanggung-nanggung, lahannya bukan hanya sepetak dua petak tanah, tapi berpetak-petak wkwkwkwk.


Kuy seperti biasa koment ya.