
Saat ini Alea sudah berkumpul dengan keluarga Bu Ghea dimeja makan. Mata jelalatan nya itu tak henti menatap takjub salah satu saudara Glory, yaitu Ghavi. Sedangkan Ghavi yang terus diperhatikan hanya diam sambil memainkan ponselnya. Ia tau jika gadis dihadapannya adalah orang yang menemani Mommy nya.selama diluar negeri.
"Eh siapa nih, jodoh Gepa ya mom." Titipan Bu Ghea baru keluar dari kamarnya, siapa lagi kalau bukan Gheva CS.
"Nggak usah aneh-aneh itu anak orang." Omel Bu Ghea.
"Ini abang kalian yang satu lagi kemana sih?" Tanya Bu Ghea.
"Mungkin masih-"
"Morning." Sapa sosok yang mereka tunggu-tunggu.
"Wangi banget, udah kayak dimakam aja." Komentar Gheva. Itu hanya candaan semata, dan Gathan tak pernah mempermasalahkan hal itu. Tentu beda dengan Bu Ghea dan Bang Sat saat muda dulu, bacot everytime.
"Duduk sana, diujung juga nggak papa. Itu biar ditempatin Lea." Ujar Bu Ghea saat tau putra sulungnya tidak duduk karena kursi yang biasanya ia tempati malah diduduki Alea.
"Eh ini tempatnya kakak ya, Alea geser aja kalo gi-"
"AAAAAA TBL!!!!" Pekik Alea saat tau siapa orang yang ada dibelakangnya. Dalam keadaan panik Alea malah bersembunyi dikolong meja makan.
Dugh
"Awshh..." ringis Alea saat kepala terpentok meja.
"Heh Alien nggak papa? gagar otak nggak sih?" Gheva terlebih dahulu menengok kondisi gadis bar-bar itu.
"Takut." Cicit Alea pelan.
"Takut siapa, gue? Ganteng gini juga."
"Takut tambah dewasa a a a a a a." lanjut Alea.
"Yee dugong malah ngerep." Celetuk Gheva.
"Hei itu kenapa malah rapat dibawah meja makan, buruan naik. Gheva, Alea buruan." Titah Bu Ghea.
Dengan takut-takut Alea keluar dari persembunyiannya. Gadis itu senantiasa menunduk, ia mengangkat kursi dan hendak memindahkannya didekat Glory. "Misi om."
Belum sampai tujuannya, gadis itu tak bisa melangkah maju karena tudung hoddienya ditarik dari belakang. "Aaaaa, nggak mau, lepasin."
Kursi yang susah payah Alea angkat kembali ke posisi semula, dengan Alea juga tentunya. Gadis itu duduk anteng ditempatnya, dan Alea susah payah agar tidak mleyot karena tangannya digenggam erat oleh Gathan.
Cowok kul mode bucin.
"Kalian kenapa sih, udah pada kenal ya?" Seru bu Ghea. Entah perasaannya saja atau apa, yang ia lihat anak-anaknya langsung akrab dengan Alea kecuali Ghavi, batu es yang belum mencair.
"Gepa sih belom, tapi kayaknya bang Gathan udah ninuninu ekhem." Kata Gheva.
"Ya, dia pacar Gathan." Ujar Gathan dengan santai. Ucapan Gathan sukses membuat bola mata Alea hampir keluar dari tempatnya.
"APA?!"
"WHAT? KGL, KAGET BANGET LOH!"
uhukk
"Waduh, demi alek? PJ dong bos, masa jadian nggak ngasih pajak jadian. Bayar-bayar sini." Belum apa-apa Gheva sudah memalak kakaknya, memang adik laknat.
"Enggak! Sejak kapan Lea jadi pacarnya bang Gathan, ditembak aja nggak pernah!" Bantah Alea.
"Mau?" Tanya Gathan sambil menatap sepasang mata bulat itu.
Alea mengerjapkan matanya beberapa kali, ia juga menelan ludahnya kasar karena tatapan Gathan meluluhlantakkan segalanya. "M-mau apa?" Tanya Alea terbata.
"Jadi istri saya."
Brughh
Alea pingsan tak sadarkan diri.
Saat semuanya panik, Bu Ghea malah nampak sibuk mencari sesuatu didalam ponselnya.
"Mom, itu pingsan bawaan kamu." seru Pak Gavin heran.
"Bentar, mom telpon orang dulu." Balas Bu Ghea tetap tenang.
"Halo...iya saya mau booking satu gedung dong...outdoor juga nggak papa... Oh ini minggu depan anak saya mau nikahan jeng, aduh jangan lupa hadir loh ya...catering? Oh sekalian deh, tersedia nasi tempe bungkus daun jati nggak ya? Oh nggak ada ya, yaudah deh seadanya aja jeng...Diskon ya, jeng. Babay."
"Eh entar kalian jangan kemana-mana ya, hari ini ke butik tante Ara, bikin baju biar seragaman satu keluarga." Ujar Bu Ghea memberitahukan. "Ghavi sama Gheva, kalian mommy tugasin cetak undangan." sambungnya.
Semua orang menganga tak percaya.
"Gila, ini baru namanya satsetsatset. Emaknya Gepa keren banget, baddah." Guman Gheva menatap takjub ibunya itu.
"Ciloks, kamu jangan suka ghosting anak orang lain. Awas, mommy awasin kamu." Seru Bu Ghea.
"Mom, tapi Gathan tadi cuma-"
"Tidak menerima alasan apapun. Yuk yang lain makan yang banyak, orang gemuk jodohnya lancar. Silahkan-silahkan."
"Mom, ini gimana?" Rengek Gathan karena Alea masih tak sadarkan diri juga.
"Loh tadi pacarnya mana sih, siapa namanya tadi." Ujar Bu Ghea memancing kepekaan anaknya.
"Namanya adalah Bang Gathan." Timpal Gheva.
"Good, Gheva dapet bonus paha dari mommy." Gheva memekik kesenangan saat paha ayam itu mendarat tepat disamping dada ayan yang telah ia taruh dipiringnya. "Ehehe rejeki anak sholeh." Kekehnya.
"What, seriously?" pekik Gathan karena tak ada yang mempedulikannya. Mereka sibuk menyantap makanan dengan tenang, seolah tak terjadi apa-apa.
"Fine!" Decak Gathan. Ia mengangkat tubuh Alea dan membawanya menaiki anak tangga. "KAMU BAWA KEMANA ANAK GADIS ORANG!!" Teriak Bu Ghea begitu strong.
"Kamar!!"
BLAMM
___________
TBC.