My Duda

My Duda
Eps 88



.


.


.


.


.


.


"Sayang aku tutup dulu ya, aku mau jemput Gathan disekolah. Bye muacchhh." Seru Ghea yang akan mengakhiri panggilan video bersama suaminya.


"Hati-hati dijalan ya, kalo sampe rumah kabarin sayang love you. " Balas Gavin.


"Iya see you, dadahh." Ucap Ghea.


Panggilan pun berakhir.


Ghea segera keluar dari kelasnya, mumpung udah nggak ada jam ngampus lagi jadi Ghea bisa jemput Gathan ke sekolah. Karna nggak dibolehin bawa motor, alhasil Ghea harus menggunakan taksi untuk transportasi kesana kemari.


Bukannya Gavin nggak ada mobil lagi, sebenernya mah ada, tapi Gavin nggak ngizinin Ghea nyopir sendiri. Mau pake sopir tapi Ghea nggak mau ,nggak mungkin kan Gavin stand by jadi sopirnya Ghea. Yaudah pake taksi aja lah udah paling bener.


Skip perjalanan~


Sampainya didepan sekolah Gathan, seperti biasa Ghea akan menunggunya di pos Satpam. Gathan juga sudah hafal kalau emaknya jemput pasti nungguin dia disono.


Karna biasanya ditempat khusus buat nunggu anak pulang sekolah bakal rame ama emak-emak. Bukannya Ghea nggak mau ikut gabung, Ghea tuh males aja kalo dengerin ocehan mereka yang menurutnya unfaedah. Maklum lah pembahasan orang seumuran Ghea sama emak-emak itu beda.


"Ini murid-murid TK belum pada keluar kan pak?" Tanya Ghea pada pak Satpam yang sedang bertugas menjaga disana.


"Hari ini anak TK pulang awal bu, gurunya pada ada rapat dadakan sama bagian pembangunan, soalnya mau nambah wahana permainan. Tinggal anak SD sampai menengah atas yang masih stay disini bu." Jelas Pak Satpam.


Lah kok?


"Lah kok nggak ada yang ngasih tau ke saya wali muridnya? gimana sih, terus anak saya kemana ini? masih didalem nggak ya pak?" Tanya Ghea mulai panik.


"Setau saya semua murid TK sudah dipulangkan bu." Jawab Pak Satpam memberitahukan.


"Tolong bantuin saya cari anak saya didalem ya pak, siapa tau anak saya masih nunggu saya didalem." Ucap Ghea meminta tolong.


"Oh silahkan mari bu saya antar kan." Balas Pak satpam mempersilahkan.


Ghea berjalan terlebih dahulu menuju area kelas para murid, namun baru beberapa kelas ia datangi tiba-tiba ada yang memanggilnya dengan suara keras. Dan Ghea familiar akan suara emas itu.


"MOMMY!!!"


Dengan cepat Ghea langsung membalikkan tubuhnya memastikan jika sosok yang memanggilnya tadi ialah Gathan.


Benar itu Gathan! Bocah itu tampak berjalan riang menghampiri Ghea sambil membawa sebuah cone es krim lengkap dengan topping warna-warni.


"Astaga sayang kamu dari mana aja, mommy nungguin kamu loh di tempat pak Satpam." Seru Ghea sambil merengkuh tubuh mungkin Gathan.


"Maaf mommy, Athan diajak beli es krim sama Uncle nya." Jawab Gathan.


"Hm? Beli es krim sama Uncle, Uncle siapa sayang? Uncle Satya?" Tanya Ghea pada Gathan.


"Ndak mommy, tapi Uncle yang itu." Jawab Gathan sambil menunjuk seorang pria dewsa berpenampilan rapi lengkap dengan jas putih khas rumah sakit.


Eh siapa lagi anjritt.


"Halo." Sapa pria itu dengan senyum ramah.


"Anda siapa? ngapain bawa anak saya keluar dari sekolah? anda mau culik anak saya! Mau saya gantung hah!" Seru Ghea usai menyembunyikan tubuh Gathan dibelakang tubuhnya.


"No no, saya bukan penculik anak, anda tenang saja. Maaf atas kelancangan saya membawa putra anda. Tapi ini sebagai permintaan terakhir pasien saya, kondisinya kembali drop dan dia sudah berpasrah diri akan keadaan yang menimpanya. Keinginan terakhirnya adalah bermain bersama putra anda sebentar saja. Tapi saya berharap keadaannya akan membaik setelah keinginannya saya kabulkan. Dan kebetulan tadi saya melihat putra anda tengah duduk sendirian dibangku sana, sepertinya menunggu jemputan. Ini murni kesalahan saya yang dengan lancang membawa putra anda ,sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar besarnya. " Jelas pria itu meminta maaf.


"Tapi kenapa harus anak saya? kenapa nggak anak orang lain aja! Anda mau tanggung jawab kalo sana saya sampe kenapa-napa?" Seru Ghea tersungut-sungut.


"Saya minta maaf."


"Ndak kok mommy." Balas Gathan sambil menjilati es krim nya yang mulai meleleh.


"Bilang sama mommy tadi Gathan ngapain aja sama dia!" Tegas Ghea sambil memegang lengan kecil Gathan.


Untuk pertama kalinya Gathan ditatap sedikit lebih galak oleh Ghea. Nyali bocah itu terlihat menciut.


"Beli es krim terus


"Terus apa sayang." Ucap Ghea melembut.


"A-atthan diajak main sebentar sama Uncle dokter sama Aunty, mom." Cicit Gathan pelan sambil menundukkan pandangan nya.


"Gathan listen to mommy, okey?" Seru Ghea sembari mengangkat pandangan Gathan agar menatap matanya.


Gathan mengangguk pelan dengan patuh.


"Gathan nggak boleh pergi sama orang asing siapa pun itu, kecuali Uncle Satya, oma, sama opa. Gathan jangan mau diajak siapapun itu, dan dengan alasan apapun. Mau dibeliin es krim, cilok, es, kalo bukan family Gathan jangan mau sayang. Gathan udah besar, Gathan anak pinter kan jadi dengerin kata mommy. Paham sayang ?" Seru Ghea.


"Yes mommy." Balas Gathan pelan.


"Dan satu lagi, kalo mommy atau daddy belum jemput Gathan ke sekolah, Gathan harus tunggu disini sampe mommy satya daddy jemput. Jangan kayak tadi, mommy jemput malah Gathan nggak ada disekolah. Mommy khawatir sama Gathan, sayang." Sambung Ghea lagi.


"Maaf mommy." Guman Gathan lirih.


Sekarang es krimnya udah meleleh, Gathan udah nggak mood makan es krim lagi. Dilempar dah tu es krim.


"Huffttt ...sini peluk mommy." Seru Ghea merentangkan tangan nya dihadapan Gathan. Gathan mendongakkan kepalanya kemudian dengan ragu mendekati Ghea dan memeluk tubuh Mommy nya itu.


"Mommy nggak marah sama Gathan sayang. Udah nggak usah nangis ya, mommy cuma takut Gathan kenapa-napa. Mommy sayang sama Gathan loh." Ucap Ghea dengan lembut sambil mengusap punggung Gathan yang terlihat naik turun karena terisak.


Gathan menangis sambil menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Ghea.


''M-mommyh ma-afin Athan myhh hiks hiks." tangis Gathan dengan suara tersedat-sendat.


"Cup Cup Cup sayang, udah jangan nangis ya. Gathan nggak salah kok." Ucap Ghea masih berusaha meredakan tangis bocah itu.


Ya gimana namanya orang panik+khawatir Tau anaknya pergi ama orang asing nggak ngomong-ngomong.


Ghea membuka tas punggung Gathan dan mengambil air mineral yang ia taruh disebuah botol minuman yang selalu ia sediakan didalam tas Gathan. Kemudian membuka tutup botolnya dan membantu Gathan untuk minum air mineral itu dengan pelan-pelan.


"Minum dulu sayang." Ucap Ghea.


Biasanya sih kalo ada orang nangis sampe sesegukan dikasih minum biar agak tenang gitu.


Biasanya!


"Udah?" Ucap Ghea, Gathan mengangguk pelan kemudian mengucapkan terima kasih kepada Ghea.


"Anda bisa tolong pertemukan saya dengan pasien anda? Saya ingin bertanya langsung apa motif pasien anda ingin bertemu dengan putra saya." Seru Ghea pada dokter yang mengajak Gathan keluar tadi.


"Anda yakin ingin menemuinya?" Balas dokter itu berbalik bertanya.


"Tentu." Jawab Ghea.


"Baiklah, mari ikut saya." Ucap Dokter itu.


.


.


.


.


.


Aku ndak ikutan loh, sumpah demi alekk.